Nugra Santana

PT Nugra Santana
Kelompok usaha
IndustriKonglomerat
Didirikan19 Mei 1973; 51 tahun lalu (1973-05-19)
PendiriIbnu Sutowo
Kantor pusatWisma Nugra Santana
Jl. Jend. Sudirman Kav. 7-8
Sebelumnya:
Jl. S. Parman No. 75[1]
Jakarta, Indonesia
Tokoh kunci
Pontjo Sutowo
Endang Utari Mokodompit
ProdukPerkapalan
Pelayaran
Pertambangan
Farmasi
Lainnya

PT Nugra Santana adalah kelompok bisnis (konglomerasi) yang didirikan oleh mantan Direktur Utama Pertamina, Ibnu Sutowo pada 19 Mei 1973.[1]

Sejarah

Cikal-bakal bisnis milik keluarga Sutowo ini sendiri sudah dimulai sejak Ia masih menjadi pimpinan Pertamina, yaitu pada tahun 1969. Pada awal Orde Baru sampai awal 1970-an, kelompok bisnis ini dianggap sebagai konglomerasi bisnis pribumi terbesar di Indonesia, akan tetapi perbedaannya sering dianggap tidak jelas dibandingkan dengan anak perusahaan Pertamina yang ada di bawah pimpinan Sutowo.[2] Bisnis Sutowo sendiri awalnya berkongsi dengan Sjarnoebi Said dan Mohammad Josoef. Sjarnoebi sebelumnya adalah pejabat tinggi di Angkatan Darat, layaknya Sutowo dan Josoef adalah pengusaha asal Sumatera Selatan.[3] Bisnis Ibnu sendiri kemudian meluas di bidang perhotelan, perkapalan (terutama minyak bumi), galangan kapal, keuangan, dan peternakan.[3] Seiring dengan menurunnya posisi dan dicopotnya Ibnu sebagai direktur Pertamina pada 1976, Ibnu kemudian mulai mengurangi perannya di kelompok bisnis ini, dan menyerahkan banyak penguasaan bisnisnya kepada anak-anaknya.[4]

Dari 7 anak Ibnu, yang paling sering terdengar mengembangkan bisnis keluarga ini adalah Endang Utari Mokodompit, Adiguna Sutowo dan Pontjo Nugro Susilo (Pontjo Sutowo). Pontjo bisa dikatakan paling aktif dan berhasil dalam mengelola bisnis keluarga ini. Pada 1995, tercatat Nugra Santana memiliki 19 perusahaan utama dan 15 perusahaan lainnya, dengan total aset Rp 2.125 miliar dan keuntungan Rp 925 miliar pada tahun itu,[3] dan pada 1984 tercatat perusahaan ini memiliki 15.000 karyawan.[5] Nugra Santana sendiri memiliki tujuan ketika didirikan sebagai alat untuk mewujudkan manajemen profesional, organisasi yang mantap, bergerak di masyarakat dengan prinsip pembeli adalah raja serta berkontribusi dalam pembangunan nasional.[1]

Bisnis Nugra Santana sempat menurun pasca krisis ekonomi 1997-1998 yang terutama menerjang aset bank kelompok ini, yaitu Bank Pacific yang ditutup pemerintah. Lalu, Nugra Santana juga berada pada urutan ke-18 sebagai obligor terbesar BPPN dengan total Rp 2 triliun[6] dan sempat juga terjerat masalah seperti gugatan dari Bank Credit Lyonnais Indonesia mengenai dana Rp 26 miliar dan tuduhan korupsi dari beberapa pihak.[7] Walaupun demikian, pada akhirnya grup ini selamat dari krisis tersebut dan bangkit kembali, walaupun mengecil karena melepas beberapa perusahaan, misalnya di bidang keuangan dan namanya tidak setenar dahulu.[8] Kini, tampak bahwa kelompok bisnis ini lebih memusatkan perhatian mereka pada bidang pelayaran, misalnya berencana bekerjasama dengan Pelindo II untuk merencanakan pengelolaan Pelabuhan Bojonegara pada 2019.[9]

Anak-anak Ibnu Sutowo yang mengelola bisnis Nugra Santana

  • Endang Utari Mokodompit, berperan dalam mengelola bisnis keuangan Nugra Santana, yaitu Bank Pacific. Bank yang berdiri pada 1958 ini diakuisisi oleh Ibnu pada 1970.[3] Kepemilikan sahamnya ada di keluarga Ibnu, dan bank ini awalnya sempat berada di masa-masa yang sulit karena terlalu banyak menyuntikkan dana untuk grup keluarga Sutowo. Namun, kemudian pada akhir 1980an dan 1990an, Endang yang awalnya hanya lulusan di bidang komputer kemudian tercatat berhasil mengembangkan bisnis bank ini dengan pertumbuhan yang baik dengan posisinya di Direktur Utama.[10][11][12] Namun, layaknya manajemen sebelumnya Endang pun ikut terjebak dalam kegiatan menyuntikkan dana bagi perusahaan sendiri, seperti Cipta Paramula Sejati, Puri Selaka, Suri Muliapermai dan Jaya Forex Utama Internasional. Endang juga terjebak dalam hutang commercial paper senilai total Rp 1 triliun, kepada PT Wicaksana Overseas International Tbk dan sejumlah perusahaan asing. Akibatnya, Bank Pacific mendapat masalah berat pada 1995, dan kemudian total hutangnya mencapai Rp 2,1 T. Awalnya berusaha dibantu oleh BNI, Bank Indonesia dan sejumlah perusahaan lain ditambah penjualan aset Endang, namun kemudian Bank Pacific tidak kunjung sehat dan keluarga Sutowo sudah menyatakan bahwa mereka menyerah mengelola bank sehingga dilikuidasi pemerintah pada 1 November 1997.[13][14] Selain berbisnis bank, Endang juga tercatat memiliki perusahaan lain di luar negeri yang ikut membuat Bank Pacific sekarat. Di Singapura Endang berinvestasi di pengembangan Bugis Junction dengan membangun properti di sana, dan memiliki 28,6% saham Goodman Fielder. Endang juga memiliki PT Pengembangan Agrowisata Prima yang merencanakan membangun resor dan kompleks hiburan mewah di Lido, Jawa Barat namun gagal.[15] Endang sempat mendapat masalah pasca kejatuhan Orde Baru karena diusut oleh Kejaksaan Agung soal pelanggaran Batas Maksimum Pemberian Kredit. Kemudian, ia dan Pontjo juga sempat dicari karena Bank Mandiri dan pendahulunya, Bank Exim punya piutang Rp 560 miliar di Bank Pacific.[16]
  • Pontjo Nugro Susilo atau Pontjo Sutowo. Dibandingkan dengan Adiguna dan Endang, Pontjo relatif lebih sukses mengembangkan bisnis keluarga sehingga bisa dianggap penerus Ibnu sesungguhnya.[4] Ia mengepalai banyak perusahaan dalam Nugra Santana Grup, yang bergerak di berbagai bidang dan pernah tercatat memiliki kekayaan US$ 185 juta. Pontjo sendiri awalnya adalah mahasiswa Institut Teknologi Bandung,[17] namun kemudian mengembangkan bisnis keluarga ini ketika kejayaan ayahnya, Ibnu di Pertamina pada tahun 1970-an. Saat ini, Pontjo-lah (dan seringkali keluarga Sutowo lain) yang paling aktif mengembangkan bisnis keluarga ini.
  • Adiguna Sutowo, bisa dikatakan merupakan yang paling kontroversial karena pernah terlibat berbagai kasus, terutama penembakan pada Yohannes Natong pada 2005. Adiguna memulai bisnisnya dengan mendirikan PT Adiguna Mesin Tani yang menjadi penyuplai mesin pertanian. Lalu, ia mengelola juga PT Santana Petroleum Equipment dan PT Pelayaran Umum Indonesia (disingkat Pelumin), dan juga perusahaan farmasi PT Suntri Sepuri sejak 1998. Adiguna juga kemudian membangun bisnis hiburan yang terpisah dengan bisnis keluarganya, bernama Mugi Rekso Abadi bersama Hutomo Mandala Putra, Soetikno Soedarjo dan Ongky Soemarno. Mugi Rekso sendiri mengelola perusahaan radio seperti I-Radio, Cosmopolitan FM, dan sejumlah perusahaan media massa ditambah franchise Hard Rock Cafe, BC Bar, Zoom Bar dan lain-lainnya.[18] Pada 2018 lalu, Adiguna juga sempat tersandung dugaan korupsi Garuda Indonesia dengan diperiksa KPK, mengenai posisinya sebagai petinggi Mugi Rekso.[19]
  • Belakangan ini, anggota keluarga Sutowo lain, Indraguna Sutowo juga muncul dalam beberapa pemberitaan.[20] Namun, Indraguna lebih dikenal sebagai suami dari artis nasional, Dian Sastrowardoyo. Mereka menikah pada 2010 lalu.[21]

Perusahaan Nugra Santana Group

Saat ini[18]

  • PT Pelayaran Umum Indonesia (Pelumin) - Pelayaran, terutama tanker. Pada 2017 perusahaan ini memiliki kapal baru yang dinamakan atas nama almarhum istri Ibnu Sutowo, bernama MT Zuleha.[22]
  • PT Suntri Sepuri - Farmasi, didirikan pada 1988.[23]
  • PT United Engineer For Engineering and Construction (Unefeco)
  • PT Gembala Sriwijaya[24]
  • PT Intan Sekunyit - perkapalan
  • PT Nugra Santana - perusahaan induk, namun bergerak juga di bidang pelayaran.
  • Wisma Nugra Santana, dahulu bernama Gedung Bank Pacific. Gedung di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat ini merupakan kantor pusat dari bisnis perusahaan ini. Gedung ini selesai dibangun pada Maret 1990 dan saat ini dibawah manajemen PT Pura Selokamas.[25]
  • PT FMC Santana Petroleum Equipment - Pertambangan, kerjasama dengan FMC Corporation. Modal awalnya adalah US$ 6,28 juta.[26]
  • PT Adiguna Shipbuilding & Engineering, sebelumnya bernama PT Adiguna Shipyard - Galangan Kapal, minyak bumi[27][28]
  • Dan lain-lain.

Bisnis lain yang berkaitan: Mugi Rekso Abadi

Pernah tercatat memiliki

Yaitu:[18][29][30][31][32][33]

  • PT Indobuildco (Adiguna, Pontjo). Membangun dan mengelola Hotel Sultan Jakarta yang dahulu bernama Hotel Hilton. Sejak 2012, Hotel Sultan menjadi milik negara.[34][35][36] Pontjo pernah diusut atas kasus korupsi perpanjangan Hak Guna Bangunan hotel ini pada 2008 lalu, namun ia membantahnya dan dibebaskan pada 2008.[37] Selain Hotel Hilton Jakarta, mereka juga pernah mengelola Lagoon Tower Jakarta Hilton International, The Hilton Residence, Patra Surabaya Hilton International dan Bali Hilton International.
  • PT Bank Pacific (Endang, Pontjo)
  • PT Niigata Santana Diesel Manufacturing Indonesia (Nisdemi) - kelautan, pabrik mesin diesel
  • PT Hendra Grahaha - Konstruksi
  • PT Inggom Shipyard - perkapalan
  • PT Bacan
  • PT Santana Telekomindo - saham di Excelcomindo Pratama (XL), sebesar 10%. Dilepas pada 1997.[38]
  • PT Timlico
  • NV MASS - agen tunggal mobil Mercedes-Benz
  • PT Bina Inti Muda Utama
  • PT Petrowim - pengeboran
  • PT Piramida Esa - pengeboran
  • PT Adiguna Fibirindo Utama
  • PT Adivet Inspection
  • Nugra Santana Air Service
  • PT Kosaido Tamarin Santana - lapangan golf di Batam, patungan dengan PT Trimitra Upayatama[39]
  • PT PAC Driling Company
  • PT Delta Santana - perdagangan, perusahaan induk
  • PT Pacific Development Finance Corp - keuangan
  • PT Adiguna Mesin Tani (Adiguna)
  • PT Sarana Buana Handara - kehutanan, bersama Bob Hasan
  • PT Tirtajaya Shipyard
  • PT Alas Helau - kehutanan, bersama Bob Hasan. Kemudian diketahui menjadi milik Prabowo Subianto.[40]
  • PT Bali Handara Country Club - pengelolaan lapangan golf, cottage
  • PT Tunas Indonesia Tour and Travel - pariwisata
  • PT Dharma Bakti Pelita
  • PT Indonesia Petroleum
  • PT Artana Pasific - asuransi kelautan, bisnis kelautan
  • PT Cipta Paramuda Sejati - manajemen, penyewaan gudang
  • PT Asuransi Nugra Pacific - asuransi umum, ditutup oleh pemerintah pada 2005.[41]
  • PT Dwi Arimbi dan PT Antalan - pabrik alumunium, bersama beberapa partner
  • PT Karimum - granit
  • PT Adiguna - induk dari sejumlah perusahaan di bidang perkapalan
  • PT Pakaguna - perkapalan
  • PT John Holland
  • PT Tamarind Santana - pariwisata
  • PT Nongsa Point Marina - pariwisata
  • PT Bali Turtle Island Development - pariwisata
  • PT Nurmantara Santana - perusahaan investasi
  • PT Daimei Santana Indonesia - pabrik plastik
  • PT Banigati Betegak, PT Cipta Paramula Sejati, PT Mandara Jasindo Sena dan PT Patra Indonesia - pengembang properti
  • PT Marineland - bersama Astra International dan PT Gading Mas
  • PT Masari Karya - bersama Sjarnoebi Said
  • Dan berbagai perusahaan lainnya.

Bisnis lain yang berkaitan:

Lihat juga

Referensi

  1. ^ a b c Visualisasi hasil pembangunan Orde Baru Pelita I, Pelita II ..., Volume 2
  2. ^ Indonesia: The Rise of Capital
  3. ^ a b c d The Rise of the Corporate Economy in Southeast Asia
  4. ^ a b Liem Sioe Liong's Salim Group: The Business Pillar of Suharto's Indonesia
  5. ^ Biografi politik presiden Republik Indonesia kedua, Soeharto: pembangunan & partisipasi
  6. ^ Analisis CSIS., Volume 29
  7. ^ Kapital, Volume 3
  8. ^ Jejak Bisnis Adiguna Sutowo
  9. ^ Pelindo II dan PT Nugra Santana Jalin Kerjasama...
  10. ^ Pertiwi, Masalah 153-157
  11. ^ Femina: gaya hidup masa kini, Volume 17,Masalah 31-36
  12. ^ Bila ABRI berbisnis: buku pertama yang menyingkap data dan kasus penyimpangan dalam praktik bisnis kalangan militer
  13. ^ SERIAL BLBI: BANK PACIFIC KESANDUNG BISNIS PROPERTI
  14. ^ Historia Bisnis: Cendana dan Bakrie Coba Selamatkan Keluarga Sutowo
  15. ^ Bank Pacific and the fall of Endang
  16. ^ Endang Yang Luput dari Hukuman
  17. ^ Indonesia's Economy: Briefing Book
  18. ^ a b c Adiguna, spoilt brat of famed tycoon
  19. ^ KPK Panggil Pengusaha Adiguna Sutowo untuk Kasus Suap Garuda
  20. ^ Bojonegara Segera Dioperasikan, Kok Bisa?
  21. ^ Mengenal Keluarga Mertua Dian Sastro
  22. ^ Bandar Abadi Luncurkan Kapal Tanker MT Zaleha Milik Keluarga Ibnu Sutowo[pranala nonaktif permanen]
  23. ^ About Us
  24. ^ Karyawan PT Gembala Tuntut THR[pranala nonaktif permanen]
  25. ^ Wisma Nugra Santana
  26. ^ Indonesia News and Views, Volume 3
  27. ^ Adiguna bangun fasilitas produksi migas US$17 juta
  28. ^ Indonesia's Economy: Briefing Book
  29. ^ Pers dalam "Revolusi Mei": runtuhnya sebuah hegemoni
  30. ^ Indonesia: The Rise of Capital
  31. ^ Visualisasi hasil pembangunan Orde Baru Pelita I, Pelita II ..., Volume 2
  32. ^ The Indonesian Military After the New Order
  33. ^ Profil Pengusaha Adiguna Sutowo & Bisnis yang Dikelolanya
  34. ^ Fakta-fakta Menarik Hotel Sultan, Tempat Pertarungan Paslon 01 dan 02
  35. ^ Cerita Ali Sadikin mengaku tertipu Ibnu Sutowo soal tanah Hilton
  36. ^ Pontjo Sutowo Nyatakan Indobuildco Tidak Pernah Diberitahu Soal HPL
  37. ^ Kasus Hilton, MA Bebaskan Ali Mazi dan Pontjo Sutowo
  38. ^ Informasi, Masalah 203-208
  39. ^ Harta Habibie
  40. ^ Jokowi Pernah Jadi Karyawannya Prabowo, Timsesnya Nggak Terima
  41. ^ Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 18,Masalah 11-12
  42. ^ Suami Dian Sastro Masuk Majalah, Begini Kerajaan Bisnisnya yang Buatnya Kaya Raya
  43. ^ Inilah Jejak Bisnis Adiguna Sutowo

Read other articles:

1998 studio album by Halid BešlićRobinjaStudio album by Halid BešlićReleased1998GenreFolkLabelNimfa SoundHalid Bešlić chronology Ne zovi me, ne traži me(1996) Robinja(1998) U ime ljubavi(2000) Robinja (English translation: Slave) is the thirteenth studio album of Bosnian singer Halid Bešlić. It was released in 1998.[1] Track listing Svatovi (Nutpials) Robinja (Slave) Ranjen sam ti (I'm Wounded for You) Tajna (Secret) Žena mog života (Woman of my Life) Jesen u meni (...

 

Alano español Otros nombres Alano Montero español, Alano cinegético, lebrel de presa, Alano gentilRegión de origen España EspañaCaracterísticasTipo perroDimensiones 58-65 cmTamaño medio-GrandePeso 30-33kg hembras 35-40kg machosPelaje suave en la cabeza, áspero en el cuerpoCabeza enorme, rectangularBoca grande cuadrada y bien ajustada de mandíbulas ya sea en tijera o en pinza.Ojos almendrados o oblicuos pequeños y separados entre sí.Orejas pequeñas de inserción alta con caí...

 

Maria von Burgund (Bild Ende 18. Jh.) Maria von Burgund (* um 1393 in Dijon; † 30. Oktober 1463 in Kalkar) war eine burgundische Prinzessin und nach ihrer Heirat von 1406 bis 1417 Gräfin, dann bis 1448 Herzogin von Kleve. Sie gehörte zur Dynastie Valois-Burgund. Inhaltsverzeichnis 1 Leben 2 Literatur 3 Weblinks 4 Einzelbelege Leben Maria war die zweite Tochter von Herzog Johann Ohnefurcht von Burgund aus dessen Ehe mit Margarete von Bayern, Tochter des Herzogs Albrecht III. von Bayern, Gr...

أرارات ميرزويان (بالأرمنية: Արարատ Սամվելի Միրզոյան)‏    مناصب رئيس الجمعية الوطنية لأرمينيا   في المنصب14 يناير 2019  – 2 أغسطس 2021    آلين سيمونيان  وزير الخارجية[1]   تولى المنصب19 أغسطس 2021  معلومات شخصية الميلاد 23 نوفمبر 1979 (44 سنة)  يريفان  مواطنة...

 

Si ce bandeau n'est plus pertinent, retirez-le. Cliquez ici pour en savoir plus. Cet article ne cite pas suffisamment ses sources (septembre 2018). Si vous disposez d'ouvrages ou d'articles de référence ou si vous connaissez des sites web de qualité traitant du thème abordé ici, merci de compléter l'article en donnant les références utiles à sa vérifiabilité et en les liant à la section « Notes et références » En pratique : Quelles sources sont attendues ? ...

 

Armand PutzeyseDatos personalesNacimiento Engis30 de noviembre de 1916País Bélgica BélgicaNacionalidad(es) BelgaFallecimiento Sint-Jans-Molenbeek24 de noviembre de 2003 (86 años)Carrera deportivaDeporte CiclismoDisciplina CarreteraTrayectoria Equipos profesionales 1938-1939 1943-1944 1946 Helyett-Hutchinson Metropole-Dunlop Rochet-Dunlop               Medallero Bélgica Bélgica Ciclismo en ruta Juegos Olímpi...

Abdul Gani Rajo MangkutoLahir1830 Koto Gadang, Agam, Hindia BelandaMeninggal29 Januari 1907 (umur 90 tahun) Koto Gadang, Agam, Hindia BelandaKebangsaan MinangkabauPekerjaanSaudagar Abdoel Gani Radjo Mangkoeto (lahir di Koto Gadang, Agam, 1830 – meninggal di Koto Gadang, Agam, 29 Januari 1907 pada umur 90 tahun) adalah seorang saudagar Minangkabau pada masa Hindia Belanda. Pada zamannya dia merupakan pengusaha besar dan orang terkaya di Sumatra Tengah. Kehidupan Abdoel Gani Radjo Mangkoeto m...

 

Mythical worm Solomon's shamir, according to Eberhard Werner Happel, 1707[1] In the Gemara, the shamir (Hebrew: שָׁמִיר‎ šāmīr) is a worm or a substance that had the power to cut through or disintegrate stone, iron and diamond. King Solomon is said to have used it in the building of the First Temple in Jerusalem in the place of cutting tools. For the building of the Temple, which promoted peace, it was inappropriate to use tools that could also cause war and bloodshed....

 

جورج ستاينر (بالفرنسية: George Steiner)‏   ستاينر مُتحدثًا في مؤسسة نكسوس بهولندا سنة 2013    معلومات شخصية اسم الولادة (بالفرنسية: Francis George Nathaniel Steiner)‏[1]  الميلاد 23 أبريل 1929[2][3]  نويي-سور-سين[1]  الوفاة 3 فبراير 2020 (90 سنة) [4]  كامبريدج[4]  مو...

Valley in Juab County, Utah, United States Juab ValleyEastern Juab Valley in southern Nephi, with Mount Nebo in the distance, June 2007Length40 mi (64 km)Width6 mi (9.7 km)GeographyLocationJuab County, UtahCommunities List JuabLevanMonaNephiRocky RidgeStarr Borders on East Tintic Mountains-west (north valley) & northwest Goshen Valley - north-northwest Utah Valley - north Wasatch Range- northeast & east (north valley) San Pitch Mountains- east (south valley) V...

 

Annemarie SchimmelPelat gelas di Bonngasse; Bonn, JermanLahir(1922-04-07)7 April 1922Erfurt, JermanMeninggal26 Januari 2003(2003-01-26) (umur 80)Bonn, JermanPendidikanDoktor dalam kajian peradaban Islam dan bahasa, doktor sejarah agama-agama.PekerjaanIranologis, Sindhologis, Orientalis, Islamolog, pengkaji Sufisme, pengkaji Iqbal Makam Annemarie Schimmel dengan kutipan dari Ali bin Abi Thalib, Sesungguhnya manusia itu tertidur. Ketika mereka mati, maka mereka terbangun. Annemarie Schimme...

 

A. VincentBorn(1928-06-14)14 June 1928Calicut, Madras Presidency, British IndiaDied25 February 2015(2015-02-25) (aged 86)Chennai, Tamil Nadu, IndiaOccupation(s)Cinematographer, Film DirectorChildrenJayanan VincentAjayan Vincent Aloysius Vincent (14 June 1928 – 25 February 2015) was an Indian cinematographer and director known for his works in Malayalam, Tamil, Telugu and Hindi language films.[1][2][3] From the mid-1960s on, he directed some 30 movies including t...

Filipino First (Tagalog: Pilipino Muna) refers to a policy first introduced and implemented by the administration of then Philippine President Carlos P. Garcia.[1] Under the policy, Filipino-owned business is prioritized over its foreign counterparts, and the patronizing of Filipino-made products by Filipinos was also promoted.[2] History Under President Carlos P. Garcia President Carlos P. Garcia introduced the Filipino First policy. The policy of Garcia, was a response to th...

 

English politician Simon Thelwall in 1630 Plas-y-Ward, Llanynys, the family seat Simon Thelwall (1601–1659) was a Welsh politician who sat in the House of Commons at various times between 1640 and 1654. He fought in the Parliamentary army in the English Civil War. Thelwall was the son of either Simon or Edward Thelwall of Plas-y-ward. He was admitted at Lincoln College, Oxford on 7 June 1616 aged 15. He was sworn a burgess of Denbigh of 31 March 1634, and was admitted to Inner Temple in Nov...

 

United States historic placeHanover Square Historic DistrictU.S. National Register of Historic PlacesU.S. Historic district Location in New YorkShow map of New YorkLocation in United StatesShow map of the United StatesLocation101--203 E. Water, 120--200 E. Genesee, 113 Salina, 109--114 S. Warren Sts., Syracuse, New YorkCoordinates43°3′1″N 76°9′3″W / 43.05028°N 76.15083°W / 43.05028; -76.15083Built1834ArchitectMultipleArchitectural styleSecond Empire, R...

2008 American filmHome MovieTheatrical posterDirected byChristopher DenhamWritten byChristopher DenhamProduced byWilliam M. MillerAndrew van den HoutenStarringAdrian PasdarCady McClainAmber Joy WilliamsAustin WilliamsCinematographyWilliam M. MillerEdited byJohn T. MillerMusic byRyan ShoreDistributed byIFC Films (US)Anchor Bay Entertainment (Canada)Release dateJuly 10, 2008Running time76 minutesCountryUnited StatesLanguageEnglish Home Movie is a 2008 found footage psychological horror film and...

 

2020 Polish film by Jan Komasa For the 2022 American film, see The Hater (2022 film). The HaterTheatrical release posterPolishSala samobójców. Hejter Directed byJan KomasaWritten byMateusz PacewiczProduced by Jerzy Kapuściński Wojciech Kabarowski Starring Maciej Musiałowski Agata Kulesza Danuta Stenka Vanessa Aleksander Maciej Stuhr Jacek Koman Adam Gradowski CinematographyRadek ŁadczukEdited byAleksandra GowinMusic byMichał JacaszekProductioncompanies Naima Film dFlights TVN Canal+ Co...

 

This article is about the daytime soap opera. For the pornographic film written and directed by Ed Wood, see The Young Marrieds (film). American TV series or program The Young MarriedsPaul Picerni and Peggy McCay in a scene from the show.Created byJames ElwardWritten byJames ElwardFrances Rickett John PascalFrancine PascalCountry of originUnited StatesNo. of episodes380ProductionRunning time30 minutesProduction companySelmur ProductionsOriginal releaseNetworkABCReleaseOctober 5, 1964...

Battle between Russian Empire and Germany during World War I For the 1410 battle at the same location, see Battle of Grunwald. For the 1944 battle in Estonia, see Battle of Tannenberg Line. Battle of TannenbergPart of the East Prussian campaign of the Eastern Front in World War IRussian prisoners of war after the battleDate23–30 August 1914LocationTannenberg, East Prussia, German Empire (present-day Poland)53°29′45″N 20°08′4″E / 53.49583°N 20.13444°E / 53...

 

Musical instrument Irish fluteMatt Molloy playing flute in Westport in March 2000Classification Woodwind Wind Aerophone Edge-blown aerophone Hornbostel–Sachs classification421.121.12(open side-blown flute with fingerholes)Playing range[citation needed] (B3) C4–C7 (F7) Related instruments Western concert flute There is actually no such instrument as a Irish flute, rather it is a name often given to the simple-system wooden flute of the type favoured by classical flautists of the ea...

 

Strategi Solo vs Squad di Free Fire: Cara Menang Mudah!