Sejarah The Simpsons

Keluarga Simpson Dari kiri ke kanan: Bart, Santa's Little Helper (anjing), Marge, Maggie, Homer, Lisa dan Snowball II (kucing).

The Simpsons adalah sebuah sitkom animasi televisi Amerika Serikat yang dibintangi oleh keluarga Simpson versi animasi, yang diciptakan oleh Matt Groening. Ia mengonsep karakter-karakter tersebut di lobi kantor James L. Brooks dan menamai mereka dari nama anggota keluarganya sendiri, mengganti namanya sendiri dengan nama "Bart". Keluarga ini debut sebagai film-film pendek di The Tracey Ullman Show pada 19 April 1987. Setelah berjalan selama tiga musim, sketsa tersebut dikembangkan menjadi acara paruh waktu prime time berjudul The Simpsons, yang debut pada 17 Desember 1989. Acara ini menjadi hits awal bagi Fox, menjadi serial Fox pertama yang berhasil masuk ke dalam jajaran 30 besar pemeringkatan (ratings) dalam satu musim (1989–90).[1]

Acara ini menuai kontroversi sejak awal dan kontroversi tersebut telah kerap menjadi berita utama berkali-kali. Pada musim-musim awal, beberapaorang tua mengarakterisasi Bart sebagai panutan yang buruk bagi anak-anak, dan beberapa sekolah negeri di Amerika Serikat melarang merchandise serta kaus The Simpsons. Pada Januari 1992, Presiden saat itu George H. W. Bush menyampaikan pidato dalam kampanye pemilu ulangnya yang menyatakan: "Kita akan terus mencoba untuk memperkuat keluarga Amerika, membuat keluarga Amerika jauh lebih seperti keluarga Waltons dan mengurangi sifat seperti keluarga Simpsons." Pada tahun 2002, acara ini hampir dituntut oleh badan pariwisata Rio de Janeiro karena membuat citra yang tidak realistis tentang kota tersebut di dalam acara.

The Simpsons Movie, sebuah film fitur panjang, dirilis di bioskop-bioskop di seluruh dunia pada bulan Juli 2007. Upaya-upaya sebelumnya untuk membuat versi film dari The Simpsons gagal karena kurangnya naskah dengan durasi yang sesuai dan kurangnya anggota kru produksi. Pada akhirnya, produser Brooks, Groening, Al Jean, Mike Scully, dan Richard Sakai mulai mengembangkan film tersebut pada tahun 2001. Mereka mengonsep banyak ide alur cerita, di mana ide milik Groening-lah yang dikembangkan menjadi film. Naskahnya ditulis ulang lebih dari seratus kali, dan kreativitas ini berlanjut setelah animasi dimulai pada tahun 2006. Film tersebut sukses secara komersial (box office) dan menerima ulasan yang sangat positif.

The Simpsons akhirnya menjadi sitkom Amerika Serikat dengan masa tayang terlama, program animasi Amerika Serikat dengan masa tayang terlama, dan pada tahun 2009 melampaui Gunsmoke sebagai serial televisi bernaskah primetime Amerika Serikat dengan masa tayang terlama.[2] Sejak debutnya pada 17 Desember 1989, acara ini telah disiarkan 808 episode dan musim ke-37-nya tayang perdana pada 28 September 2025.

Latar Belakang

Matt Groening tumbuh dengan minat pada kartun dari ayahnya, Homer Groening, yang menggambar komik strip satu halaman untuk majalah. Setelah lulus kuliah di Oregon, Groening pindah ke Los Angeles untuk mengejar karier menulis, bekerja dalam serangkaian pekerjaan aneh setelah kedatangannya. Pada tahun 1977, saat bekerja di toko kaset Licorice Pizza selama kebangkitan punk rock, ia menciptakan serial komik berjudul Life in Hell.[3] Ia membagikan fotokopi komik strip tersebut di bagian punk di toko itu, yang secara bertahap menarik perhatian. Groening kemudian bergabung dengan Los Angeles Reader, tempat Life in Hell menjadi fitur tetap di bagian iklan baris surat kabar tersebut. Pada awal 1980-an, komik strip ini telah mengumpulkan pengikut fanatik. Bersama dengan pasangannya saat itu Deborah Caplan, Groening mulai menerbitkan sendiri kumpulan komik Life in Hell, yang kemudian didistribusikan secara nasional oleh Pantheon Books.[4]

Pada pertengahan 1980-an, produser James L. Brooks telah membangun karier yang cemerlang di bidang film dan televisi. Ia telah turut menciptakan The Mary Tyler Moore Show dan Taxi, dan pada awal dekade tersebut telah bertransisi ke dunia film, mendapatkan pujian untuk karya komedi seperti Terms of Endearment (1983).[5] Produser Polly Platt memberi Brooks hadiah gambar asli Life in Hell karya Groening, yang diberi subjudul "Los Angeles Way of death", yang menarik perhatikannya dengan nada bahasanya yang tidak sopan.[6] Pada tahun 1985, Brooks mengundang Groening ke sebuah pertemuan di kantornya di area studio Paramount Pictures untuk membahas kemungkinan mengerjakan suatu proyek, meskipun hal itu tidak langsung menghasilkan kolaborasi.[7]

Pada tahun 1986, Brooks telah pindah ke 20th Century Fox, dan dengan dukungannya mendirikan perusahaan produksinya sendiri, Gracie Films. Di Fox, ia membantu The Tracey Ullman Show, sebuah acara varietas yang dibintangi oleh sang komedian untuk jaringan penyiaran yang baru berdiri milik studio tersebut. Ken Estin, yang turut menciptakan program tersebut, juga merupakan penggemar Groening dan memintanya untuk menggunakan karakter Life In Hell-nya untuk animasi pendek (bumper). Groening menyadari bahwa mengadaptasi Life in Hell untuk animasi akan membuatnya harus menyerahkan hak publikasi atas karya hidupnya, dan oleh karena itu ia menolak tawaran tersebut. Produser Richard Sakai kemudian menghubungi Groening untuk menanyakan apakah ia memiliki karakter lain yang berpotensi dijadikan komoditas barang dagangan (merchandise) oleh Fox. Sebagai tanggapan, Groening membuat sketsa konsep keluarga disfungsional yang kelak menjadi The Simpsons. Ia menamai karakter-karakter tersebut dari nama anggota keluarganya sendiri, mengganti namanya sendiri dengan "Bart", mengadaptasi sebuah anagram dari kata "brat" (anak nakal).[8] Fox melepaskan kesepakatan yang kelak terbukti sangat menguntungkan bagi Groening, di mana ia mempertahankan sebagian besar pendapatan dari merchandising. Pada saat itu, tidak banyak program televisi yang dilisensikan untuk merchandising, selain MAS*H; pemikiran pihak studio, menurut Estin, adalah dengan memberi Groening bagian yang lebih besar dari potensi merchandising, mereka dapat membayarnya lebih murah di muka untuk film-film pendek tersebut.Ortved 2009, hlm. 50

Laporan berbeda-beda mengenai seberapa cepat karakter-karakter tersebut diciptakan.[9] Presiden Fox saat itu, Garth Ancier, telah menyatakan bahwa Groening merancang keluarga tersebut di rumah dan membawa gambar-gambar itu ke Fox keesokan harinya, sementara animator Phil Roman mengingat bahwa Groening mengembangkan karakter-karakter tersebut selama perjalanan menuju studio.Ortved 2009, hlm. 48–49 Groening sendiri mengatakan bahwa ia mengandung ide The Simpsons secara terburu-buru saat menunggu di lobi kantor Brooks sebelum rapat presentasi (pitch)—versi yang paling luas dilaporkan.[8][10] Sebagai alternatif, Estin mengklaim bahwa setelah Groening menolak untuk menyerahkan hak merchandising, ia diberhentikan dari proyek tersebut. Brooks dan Sakai, bagaimanapun, tetap terbuka untuk setiap konsep baru yang diajukan Groening, pada titik mana ia mempresentasikan The Simpsons kepada mereka.[11]

Film-film Pendek The Tracey Ullman (1987–1989)

Keluarga Simpson sebagaimana pertama kali mereka muncul di The Tracey Ullman Show.

The Tracey Ullman Show debut pada April 1987 di Fox, dan menjadi favorit para kritikus, menjadi acara pertama dari jaringan tersebut yang dinominasikan untuk Emmy Award; serial ini akhirnya mengumpulkan 10 penghargaan dari 33 nominasi selama masa tayangnya. Tampil pada awalnya di samping kartun oleh M. K. Brown, keluarga Simpson pertama kali muncul dalam subjek-subjek pendek pada 19 April 1987, dan ditampilkan pada tiga musim pertama.[12] Beberapa anggota pemeran dari program tersebut mengisi suara karakter-karakter ini, yang direkam di studio rakitan di panggung suara acara tersebut, dan semuanya mengulangi peran mereka dalam serial yang akhirnya dibuat. Dan Castellaneta dan Julie Kavner mengisi suara Homer dan Marge; Castellaneta kemudian menambahkan Abraham Simpson dan Krusty the Clown di seluruh film pendek tersebut.[13] Suara Homer dalam film pendek tersebut adalah tiruan bebas dari Walter Matthau, sementara itu menjadi lebih kuat dan lucu pada acara berdurasi setengah jam, memungkinkan Homer untuk mencakup rentang emosi yang lebih penuh.[14] Nancy Cartwright dan Yeardley Smith membawakan suara Bart Simpson dan Lisa Simpson, masing-masing.[13]

Untuk menganimasi segmen pendek tersebut, Brooks dan timnya memilih Klasky Csupo, sebuah studio animasi kecil di Hollywood yang menawarkan untuk memproduksi kartun tersebut dengan biaya murah. Brooks awalnya bermaksud agar film pendek tersebut dirender menggunakan gambar garis dasar, tetapi Klasky Csupo menyediakan animasi penuh warna dengan harga yang sama. Studio tersebut hanya mempekerjakan tiga animator muda—lulusan baru CalArts Bill Kopp, Wes Archer, dan David Silverman—yang mengadaptasi naskah Groening ke dalam bentuk animasi dalam waktu satu minggu, menangani tata letak, animasi, dan gambar antara seluruhnya dengan tangan.[15] Groening hanya menyerahkan sketsa dasar kepada para animator,[16] mengasumsikan bahwa figur-figur tersebut akan diperhalus selama produksi. Sebaliknya, para animator sebagian besar meniru sketsanya secara langsung, menyumbang pada penampilan karakter yang kasar di film-film pendek awal.[17] Pewarna Gyorgyi Peluce memilih warna kuning khas karakter-karakter tersebut, sementara Silverman menetapkan aturan menggambar yang terstandarisasi, menyederhanakan dan merampingkan desain untuk memastikan konsistensi.[18]

Selama istirahat panjang di lokasi syuting, para kru acara mulai menyambungkan film-film pendek tersebut di atas pita kaset untuk menghibur penonton studio, yang menghasilkan tawa besar. Seiring film pendek tersebut makin populer, staf The Tracey Ullman Show dilaporkan mulai melihatnya sebagai pengganggu dari program utama. Jay Kogen, salah satu penulis acara yang, bersama Wallace Wolodarsky, membantu membentuk staf penulis awal serial tersebut, berargumen bahwa film pendek tersebut adalah bagian terkuat dari program itu.Ortved 2009, hlm. 55–56 Tracey Ullman sendiri dikatakan tidak menyukai segmen-segmen tersebut, diduga berujar, "Kapan kartun-kartun mengerikan ini keluar dari acaraku?" Groening, untuk bagian dirinya, meminta agar Ullman mengisi suara karakter dalam film-film pendek itu, tetapi sering diberitahu bahwa ia "terlalu sibuk", menurut sebuah laporan.Ortved 2009, hlm. 55–56 Meskipun demikian, para eksekutif Fox memperhatikan potensi film pendek tersebut, dan konsep untuk mengadaptasi serial tersebut ke dalam format setengah jam mulai terbentuk.

Mengadaptasi acara ini ke dalam format setengah jam menghadirkan tantangan signifikan. Di Amerika Serikat, tidak ada serial animasi mingguan di primetime yang ditujukan untuk orang dewasa selama lebih dari dua puluh lima tahun, sejak The Flintstones.[19] Minat Brooks untuk mengembangkan sitkom ini sebagian dipicu oleh David Silverman, yang, di sebuah pesta Natal, mendekatinya dalam keadaan mabuk dan dengan penuh semangat menyarankan ide tersebut, menekankan dampak serial animasi primetime terhadap animasi televisi, yang sedang mengalami masa hening secara kreatif.Ortved 2009, hlm. 55–56 Baik Groening maupun Brooks mendukung konsep tersebut, tetapi meyakinkan chairman studio Barry Diller terbukti lebih sulit. Diller awalnya menganggap proyek tersebut terlalu mahal secara finansial—setiap film pendek diperkirakan berbiaya sekitar $15.000, sementara serial setengah jam sebanyak tiga belas episode bisa mencapai jutaan Dolar. Jaringan Fox tidak yakin apakah acara tersebut dapat mempertahankan perhatian penonton selama durasi satu episode. dan mengusulkan untuk membuat tiga film pendek berdurasi tujuh menit per episode dan empat acara spesial sampai penonton terbiasa, sebuah pendekatan yang ditolak oleh Brooks. Menurut Alan Siegel dalam Stupid TV, Be More Funny, ABC pada satu titik telah menyatakan minatnya untuk membiayai serial tersebut. Pada akhirnya, Diller mengalah—sebagian karena khawatir Brooks mungkin membawa bakatnya ke jaringan lain—dan menyetujui (greenlit) acara tersebut tanpa memerlukan episode pilot. Groening mengatakan tujuannya adalah memberikan penonton alternatif dari apa yang ia sebut "sampah arus utama".[20]

Era Groening, Brooks, dan Simon (1989–1991)

Matt Groening
Matt Groening
James L. Brooks
James L. Brooks
Sam Simon
Sam Simon

The Simpsons mulai masuk masa produksi pada tahun 1988 dan mulai mengumpulkan staf kreatifnya. Brooks, yang sibuk dengan karier filmnya, tidak dapat mengawasi serial ini secara penuh waktu, dan Groening tidak memiliki pengalaman sebelumnya dalam menjalankan acara televisi. Untuk memimpin proyek ini, Brooks memilih veteran televisi Sam Simon, seorang penulis-produser yang pernah berkolaborasi dengannya dalam program-program seperti Taxi, untuk menjabat sebagai showrunner pertama serial ini. Simon juga membawa pengalaman animasi yang relevan, karena pernah bekerja di bagian papan cerita pada awal kariernya. Simon mengumpulkan dan memimpin tim penulis awal, yang terdiri dari para penulis yang dikenal dengan sensitivitas komedi mereka yang tajam:[21][22] Al Jean, Mike Reiss, George Meyer, Jon Vitti, John Swartzwelder, Jeff Martin, Jay Kogen, Jay Kogen, dan Wallace Wolodarsky. Simon telah dikreditkan sebagai sosok yang "mengembangkan sensitivitas [acara tersebut]".[23] Levine mengatakan bahwa ia "membawa tingkat kejujuran pada karakter-karakter tersebut" dan membuat mereka "tiga dimensi", menambahkan bahwa komedi Simon "semuanya tentang karakter, bukan hanya sekadar deretan lelucon".

Acara ini memiliki kebebasan kreatif yang murni: Brooks telah mnegosiasikan ketentuan dalam kontrak dengan jaringan Fox yang mencegah Fox mencampuri konten acara.[24] Simon melihat The Simpsons sebagai kesempatan untuk menyelesaikan apa yang tidak ia sukai dari kartun Sabtu pagi. Ia ingin semua aktor berada dalam satu ruangan bersama, alih-alih membaca dialog mereka terpisah satu sama lain. Selain Castellaneta, Kavner, Cartwright, dan Smith, aktor Harry Shearer dan Hank Azaria ditambahkan ke dalam jajaran pemeran acara tersebut.[25][26] Karena beban kerja yang meningkat dari episode berdurasi penuh, produksi animasi disubkontrakkan ke studio animasi Korea Selatan, AKOM. Sementara tata letak karakter dan latar belakang dilakukan oleh studio domestik, proses pengerjaan gambar antara, pewarnaan, dan perekaman film dilakukan oleh studio luar negeri.

Groening mengembangkan urutan pembukaan yang panjang untuk mengurangi animasi yang diperlukan untuk setiap episode, tetapi merancang dua lelucon sebagai kompensasi atas materi yang diulang setiap minggu.[27] Dalam lelucon pertama, kamera memperbesar gambar ke SD Springfield, di mana Bart terlihat menulis pesan di papan tulis. Pesan ini, yang berubah dari episode ke episode, dikenal sebagai "lelucon papan tulis".[28] Lelucon lainnya dikenal sebagai "lelucon sofa", di mana serangkaian peristiwa tak terduga terjadi saat keluarga tersebut berkumpul untuk duduk di sofa dan menonton televisi.[28] Groening, yang tidak terlalu memperhatikan televisi sejak masa kanak-kanak, tidak menyadari bahwa urutan judul sepanjang itu tidak biasa pada masa itu. Lagu tema yang diputar di atas urutan pembukaan tersebut digubah oleh Danny Elfman pada tahun 1989, setelah Groening mendekatinya untuk meminta lagu tema "bergaya retro". Karya yang memakan waktu dua hari untuk dibuat tersebut telah dicatat oleh Elfman sebagai karya paling populer sepanjang kariernya.[29]

Serial setengah jam ini tayang perdana pada 17 Desember 1989, dengan episode "Simpsons Roasting on an Open Fire".[30] Serial ini awalnya dijadwalkan untuk debut pada musim gugur tahun 1989 dengan episode "Some Enchanted Evening", tetapi para produser mendapati bahwa animasinya sangat buruk sehingga 70 persen dari episode tersebut harus dibuat ulang.[31] Pada saat itu hanya ada beberapa pilihan gaya animasi; biasanya, mereka akan mengikuti gaya Disney, Warner Bros., atau Hanna-Barbera. Para produser menginginkan lingkungan yang realistis di mana para karakter dan objek tidak dapat melakukan apa pun yang tidak mungkin dilakukan di dunia nyata. Mereka mempertimbangkan untuk membatalkan serial tersebut jika episode berikutnya "Bart the Genius" ternyata sama buruknya, tetapi episode itu hanya menderita masalah yang mudah diperbaiki. Debutnya dipindahkan ke bulan Desember, dan "Simpsons Roasting on an Open Fire" menjadi episode pertama dari serial tersebut.[32] Dalam beberapa episode pada musim pertama, para karakter bertindak sama sekali berbeda dari musim-musim berikutnya; Lisa, misalnya, tidak disiplin dan pemarah, sementara Homer adalah suara akal sehat; peran-peran ini dibalik pada episode-episode berikutnya.[33]

Selama musim kedua, The Simpsons menayangkan episode spesial Halloween pertamanya, "Treehouse of Horror".[34] Serial tahunan ini biasanya terdiri dari empat bagian: pembuka dan versi kredit bertema Halloween, diikuti oleh tiga segmen. Segmen-segmen ini biasanya bertema horor, sains fiksi, atau supranatural dan sangat sering berupa parodi dari film, novel, drama, acara televisi, episode Twilight Zone, atau komik lama EC Comics.[35] Sebagian daya tarik bagi para penulis adalah mereka dapat melanggar aturan dan memasukkan kekerasan yang tidak akan lolos dalam episode biasa.[36] Dalam beberapa kasus, para penulis memiliki ide yang terlalu kekerasan dan tak masuk akal atau terlalu pendek untuk episode normal, tetapi dapat digunakan sebagai segmen dalam episode spesial musiman. Episode "Treehouse of Horror" pertama adalah pertama kalinya versi alternatif dari lagu tema diputar di atas kredit akhir.

Bartmania dan kritik

Acara ini dikritik oleh beberapa kalangan konservatif. Di antara mereka adalah Presiden George H. W. Bush dan Ibu Negara Barbara Bush.

Acara ini menuai kontroversi sejak awal. Karakter utama yang pemberontak pada saat itu, Bart, sering kali tidak menerima hukuman atas kelakuan buruknya, yang menyebabkan beberapa orang tua mengarakterisasikannya sebagai panutan yang buruk bagi anak-anak.[37][38] Beberapa sekolah negeri di AS melarang barang dagangan dan Kaus The Simpsons, seperti kaus yang menampilkan Bart dan tulisan "Underachiever ('And proud of it, man!')".[39] Dalam episode pembuka musim kedua "Bart Gets an 'F'", Bart gagal dalam empat ujian sejarah berturut-turut dan psikiater sekolah merekomendasikan agar Bart mengulang kelas empat.[40] Beberapa kritikus menganggap bahwa episode "Bart Gets an 'F'" merupakan respons terhadap kontroversi-kontroversi tersebut.[41][42] Namun, Brooks membantah bahwa itu adalah sebuah respons dan menambahkan, "kami menyadarinya. Saya pikir penting bagi kami agar Bart berprestasi buruk di sekolah. Ada murid-murid yang seperti itu. Lagipula, saya sangat berhati-hati dengan televisi di mana semua orang seharusnya menjadi panutan. Anda tidak sering bertemu banyak panutan di kehidupan nyata. Mengapa televisi harus penuh dengan mereka?"[43]

Dalam edisi 1 Oktober 1990 dari majalahPeople, Ibu Negara Barbara Bush menyebut The Simpsons sebagai "hal terbodoh yang pernah [ia] lihat" yang memicu para penulis mengirimkan surat kepada Bush dengan berpura-pura sebagai Marge Simpson. Bush segera mengirimkan balasan yang berisi permohonan maaf.[44] 16 bulan kemudian, pada 27 Januari 1992, Presiden Amerika Serikat saat itu George H. W. Bush menyampaikan pidato dalam kampanye pemilu ulangnya di mana ia berkata, "Kami akan terus mencoba untuk memperkuat keluarga Amerika, untuk membuat keluarga Amerika jauh lebih seperti keluarga Waltons dan jauh lebih tidak seperti keluarga Simpsons." Para penulis memutuskan bahwa mereka ingin merespons dengan menambahkan tanggapan pada penayangan berikutnya dari The Simpsons, yang merupakan siaran ulang dari "Stark Raving Dad" pada 30 Januari. Penayangan tersebut menyertakan bagian pembuka gurauan baru di mana mereka menonton pidato Bush. Bart menjawab, "Hei, kita sama seperti keluarga Waltons. Kita juga berdoa agar Depresi segera berakhir".[45][46] Kritik tersebut akhirnya berujung pada ide untuk episode "Two Bad Neighbors", yang menceritakan George dan Barbara pindah ke rumah di seberang jalan dari keluarga Simpsons.[47]

Bersaing dengan The Cosby Show

Musim pertama The Simpsons adalah serial TV pertama jaringan Fox yang berada di antara 30 acara dengan peringkat tertinggi dalam satu musim.[48] Karena keberhasilannya, jaringan Fox memutuskan untuk mengubah slot waktu tayang The Simpsons dengan harapan akan menghasilkan rating yang lebih tinggi untuk acara-acara penerusnya.[49] Jam tayangnya dipindahkan dari hari Minggu jam 20:00 ke waktu yang sama pada hari Kamis di mana ia bersaing dengan The Cosby Show, acara nomor satu pada saat itu.[50] Banyak produser menentang kepindahan tersebut, karena The Simpsons berada di posisi 10 besar saat tayang di hari Minggu dan mereka merasa kepindahan itu akan merusak ratingnya.[51]

"Bart Gets an 'F'" adalah episode pertama yang tayang berhadapan dengan The Cosby Show dan mencatat rata-rata rating Nielsen 18.4 dan 29% dari total penonton. Dalam rating mingguan, episode tersebut berakhir imbang di posisi kedelapan di belakang The Cosby Show yang meraih rating 18.5. Namun, diperkirakan 33,6 juta penonton menyaksikan episode tersebut, menjadikannya acara nomor satu dalam hal jumlah penonton aktual minggu itu. Pada saat itu, episode tersebut merupakan episode yang paling banyak ditonton dalam sejarah Jaringan Fox dan masih tetap menjadi episode yang paling banyak ditonton dalam sejarah The Simpsons.[52] Dari segi rating, episode-episode baru The Cosby Show mengalahkan The Simpsons setiap kali selama musim kedua dan The Simpsons akhirnya terlempar dari posisi 10 besar. Pada akhir musim, Cosby rata-rata berada sebagai acara berating tertinggi kelima di televisi sementara The Simpsons berada di urutan ke-38. Baru pada episode musim ketiga "Homer at the Bat" The Simpsons dapat mengalahkan The Cosby Show dalam hal rating.[53] Acara ini tetap berada di slot waktu hari Kamis hingga musim keenam, saat dikembalikan ke slot waktu aslinya pada hari Minggu.

Rilisan musik dan "Do the Bartman"

Michael Jackson berkolaborasi menulis lagu tunggal "Do the Bartman"

David Geffen, pendiri Geffen Records, memiliki ide untuk merekam album The Simpsons Sing the Blues berdasarkan The Simpsons, untuk dirilis tepat waktu menjelang Natal 1990.Ortved 2009, hlm. 125–126 Para penulis merancang lirik jenaka untuk dibawakan oleh para pemeran di atas irama musik blues dan hip hop. Album ini mendapat publikasi besar sebelum dirilis. Satu elemen khusus yang sangat dipublikasikan adalah keterlibatan Michael Jackson, yang sempat dibantah pada saat perilisan album.[54] Laporan awal mengatribusikan Jackson sebagai komposer lagu "Do the Bartman", yang dibantah oleh Groening dalam siaran pers. Namun, Groening mengungkapkan pada tahun 1998 bahwa "Do the Bartman" sebenarnya turut ditulis dan diproduksi bersama oleh Jackson,[55][56] tetapi ia tidak dapat menerima kredit atas lagu tersebut karena berada di bawah kontrak dengan label rekaman lain.[57] Jackson adalah penggemar The Simpsons, terutama Bart,Cartwright 2000, hlm. 115–117 dan menelepon para produser pada suatu malam menawarkan untuk menuliskan lagu nomor satu bagi Bart dan muncul sebagai bintang tamu di acara tersebut, yang menjadi asal-usul terciptanya "Do the Bartman".[58] Jackson akhirnya menjadi bintang tamu dalam episode "Stark Raving Dad".[59]

Album The Simpsons Sing the Blues tersertifikasi triple platinum oleh Recording Industry Association of America atas penjualan lebih dari 3 juta kopi.[60] Para produser menindaklanjuti album tersebut dengan The Yellow Album pada tahun 1998, yang menampilkan rekaman asli dari Prince, Linda Ronstadt, C+C Music Factory, dan George Clinton dari Funkadelic serta para pemeran The Simpsons.[61] Album jalur suara (soundtrack) Songs in the Key of Springfield (1997),[62] Go Simpsonic with The Simpsons (1999),[63] The Simpsons Movie: The Music (2007),[64] dan The Simpsons: Testify (2007)[65] juga dibebaskan.

Masa kepemimpinan Jean dan Reiss (1991–1993)

Al Jean
Al Jean
Mike Reiss
Mike Reiss

Meskipun pada awalnya mereka bekerja sama dengan baik, hubungan Simon dan Groening menjadi "sangat penuh perselisihan" menurut Groening.[66] Menurut buku karya John Ortved, The Simpsons: An Uncensored, Unauthorized History, Simon kesal dengan perhatian media yang diterima Groening, terutama pujian untuk penulisan skenario acara tersebut; Simon merasa bahwa keterlibatan Groening terbatas, dan dialah yang seharusnya menerima kredit atas acara itu.Ortved 2009, hlm. 57–67 Selain dengan Groening, Simon juga sering berselisih dengan Brooks dan perusahaan produksi Gracie Films hingga akhirnya meninggalkan acara tersebut pada tahun 1993.[67][68] Sebelum pergi, ia telah menyepakati perjanjian yang membuatnya menerima bagian dari keuntungan acara setiap tahunnya, serta kredit sebagai produser eksekutif meskipun ia tidak pernah bekerja lagi di acara itu sejak saat itu. Al Jean dan Mike Reiss, yang telah menjadi penulis untuk The Simpsons sejak awal serial, mengambil alih posisi sebagai showrunner untuk musim ketiga.[69] Dibandingkan menjadi seorang produser eksekutif, posisi showrunner lebih terlibat langsung dalam acara, bertindak sebagai kepala penulis, dan mengelola produksi acara untuk satu musim penuh. Bersamaan dengan pergantian staf, The Simpsons juga memindahkan produksi animasinya dari Klasky Csupo ke Film Roman pada musim keempat.[70]

Sebagian dari staf penulis The Simpsons pada tahun 1992

Salah satu episode paling awal dari musim keempat adalah "A Streetcar Named Marge." Teater musikal di dalam episode tersebut memuat lagu kontroversial tentang kota New Orleans, yang menggambarkan kota itu antara lain sebagai "rumah bagi para bajak laut, pemabuk, dan pelacur". Jeff Martin, penulis episode tersebut, berniat menjadikan lagu itu sebagai parodi dari lagu pembuka dalam Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street, yang menceritakan kota London dengan istilah-istilah yang tidak menyenangkan.[71] Seorang kritikus dari New Orleans menyaksikan "A Streetcar Named Marge" dan memublikasikan lirik lagu tersebut di surat kabarnya sebelum episode itu ditayangkan.[72] Banyak pembaca yang memahami lirik tersebut di luar konteks, sehingga afiliasi Fox di New Orleans, WNOL, menerima sekitar seratus keluhan pada hari episode itu ditayangkan. Beberapa stasiun radio lokal juga menggelar protes di udara sebagai tanggapan terhadap lagu tersebut.[73] Para produser Simpsons dengan cepat mengeluarkan lelucon papan tulis yang berisi permohonan maaf pada episode "Homer the Heretic", yang tayang seminggu setelah "A Streetcar Named Marge". Tulisan tersebut berbunyi, "Saya tidak akan mencemarkan nama baik New Orleans".

Ullman mengajukan gugatan hukum pada tahun 1992, mengklaim bahwa acaranya adalah sumber kesuksesan The Simpsons dan oleh karena itu ia berhak mendapatkan bagian dari keuntungan acara tersebut. "Saya yang menyusui iblis-iblis kecil itu," ujar Ullman suatu kali mengenai The Simpsons. Ia menginginkan bagian dari penjualan merchandise dan keuntungan kotor The Simpsons, serta merasa berhak atas $2,5 juta dari perkiraan $50 juta pendapatan Fox pada tahun 1992. Jaringan Fox telah membayarnya sebesar $58.000 dalam bentuk royalti untuk The Simpsons serta $3 juta untuk 3½ musim acaranya ditayangkan. Pada akhirnya, pengadilan memutuskan untuk memenangkan pihak jaringan televisi.[74][75]

Tahun-Tahun Bersama Mirkin (1993–1995)

Seorang pria duduk memakai topi tersenyum sambil melihat ke kejauhan.
David Mirkin

Beberapa penulis asli acara yang telah bekerja untuk The Simpsons sejak musim pertama pergi setelah selesainya musim keempat. David Mirkin mengambil alih peran sebagai showrunner dan produser eksekutif untuk musim kelima dan keenam. Dalam The Simpsons: An Uncensored, Unauthorized History (2009), John Ortved menggambarkan Mirkin sebagai seorang "orang luar" di acara itu karena, tidak seperti sebagian besar staf penulis lainnya, Mirkin bukanlah lulusan Universitas Harvard.Ortved 2009, hlm. 201–203 Para staf penulis, setidaknya pada awalnya, terpecah mengenai kemampuan Mirkin sebagai pemimpin.Ortved 2009, hlm. 205 Mirkin memimpin sesi penulisan skenario acara dalam satu ruangan, alih-alih membagi para penulis menjadi dua kelompok seperti yang dilakukan showrunner lainnya, dan sering bekerja hingga larut malam. Penulis Richard Appel memuji kepemimpinan dan gaya komedi Mirkin, dengan mengatakan bahwa "acara-acara di bawah kendalinya sangat luar biasa." Berseberangan dengan sebagian besar catatan Ortved, dalam sebuah wawancara tahun 2004 dengan Animation Magazine, Mirkin menyatakan bahwa ia "sama sekali tidak merasa terintimidasi untuk bergabung dengan tim [penulis acara]," karena ia "pernah bekerja dan menulis bersama" dengan banyak rekan penulisnya sebelumnya.[76]

Mirkin mengatakan bahwa ia "membawa [acara ini] kembali ke pendekatan yang lebih berorientasi pada cerita" dan meningkatkan fokus pada karakter dan emosi, sembari "di saat yang sama tetap menjaganya agar tetap surealis dan aneh". Selama masa jabatannya, Mirkin mengalihkan fokus acara ke arah Homer, dan mengembangkan beberapa karakter sekunder, seperti Apu. Ia juga sangat menentang sensor dan campur tangan jaringan penyiaran.Ortved 2009, hlm. 231 Era dan gaya humor Mirkin sangat populer di kalangan penggemar acara tersebut,Ortved 2009, hlm. 201 namun staf penulis terpecah mengenai gaya humornya, yang melihat acara tersebut bergeser dari cerita berbasis emosi dan karakter yang lebih "realistis" menuju "komedi murni" dan humor "surealis".Ortved 2009, hlm. 201–206 Episode "Deep Space Homer" sempat menjadi kontroversi ketika episode tersebut berada dalam tahap produksi. Beberapa penulis merasa bahwa membuat Homer pergi ke luar angkasa adalah ide yang terlalu "besar" dan Groening merasa bahwa ide tersebut begitu besar hingga membuat para penulis tidak tahu "harus melangkah ke mana lagi".[77]

Staf penulis ingin membuat episode di mana keluarga Simpsons bepergian ke Australia.[78] Mereka sebelumnya telah mengejek beberapa institusi Amerika dan berpikir akan menarik untuk mengejek sebuah negara secara utuh. Mereka dengan sengaja merancang Australia dan masyarakat Australia secara sangat tidak akurat dan banyak hal yang sepenuhnya dibuat-buat demi keseruan.[79] Episode "Bart vs. Australia" menerima sambutan yang beragam di Australia, dengan beberapa penggemar dari Australia mengatakan bahwa episode tersebut merupakan bentuk ejekan terhadap negara mereka. Tak lama setelah ditayangkan, staf Simpsons menerima lebih dari 100 surat dari warga Australia yang merasa tersinggung dengan episode tersebut.[80] Reiss mengklaim bahwa episode ini adalah yang paling tidak disukai di Australia, dan bahwa "setiap kali kami membuat keluarga Simpsons mengunjungi negara lain, negara tersebut menjadi murka, termasuk Australia". Ia juga mengklaim bahwa mereka "dikecam di Parlemen Australia setelah episode tersebut ditayangkan".[81] Namun, episode ini pada akhirnya diterima sebagai sindiran khas Amerika dan dianggap sebagai angin lalu.

Mantan showrunner Jean dan Reiss telah pergi untuk memproduksi serial mereka sendiri, The Critic,[82] bersama dengan salah satu pencipta The Simpsons, Brooks.[83] The Critic adalah serial animasi yang berkisah tentang kehidupan seorang kritikus film, Jay Sherman. Untuk musim kedua The Critic, Brooks membuat kesepakatan dengan jaringan Fox agar serial tersebut berpindah saluran.[84] Episode "A Star Is Burns" digagas oleh Brooks, yang menginginkan sebuah crossover yang akan membantu meluncurkan The Critic di Fox, dan ia berpikir mengadakan festival film di Springfield akan menjadi cara yang bagus untuk memperkenalkan Sherman.[85] Selain itu, Jean dan Reiss kembali untuk memproduksi dua episode ("A Star is Burns" dan "'Round Springfield) bersama staf The Critic, untuk meringankan beban kerja staf penulis The Simpsons.[86][87] Groening merasa bahwa crossover tersebut merupakan iklan berdurasi tiga puluh menit untuk acara lain dan menyalahkan Brooks, menyebutnya sebagai upaya untuk mendapatkan perhatian bagi salah satu acaranya yang tidak sukses. Setelah upaya gagal untuk membatalkan penayangan episode tersebut, ia memutuskan untuk menyuarakan kekhawatirannya secara terbuka sesaat sebelum episode tersebut ditayangkan dan meminta namanya dihapus dari daftar kredit. Menanggapi hal itu, Brooks berkata, "selama bertahun-tahun, Al [Jean] dan Mike [Reiss] adalah dua orang yang bekerja keras setengah mati untuk acara ini, begadang hingga jam 4 pagi untuk menyempurnakannya. Poin utamanya adalah, nama Matt selalu ada dalam naskah buatan Mike dan Al dan ia telah mengambil banyak pujian atas karya luar biasa mereka. Faktanya, ia adalah penerima manfaat langsung dari kerja keras mereka. 'The Critic' adalah kesempatan bagi mereka dan seharusnya ia memberikan dukungannya kepada mereka."[88]

Groening mencetuskan ide tentang episode di mana karakter Mr. Burns ditembak, yang dapat digunakan sebagai trik promosi (publicity stunt).[89] Para penulis memutuskan untuk menulis episode "Who Shot Mr. Burns?" dalam dua bagian dengan sebuah misteri yang dapat digunakan dalam sebuah kontes.[90] Bagian pertama adalah episode terakhir dari musim keenam dan awalnya ditayangkan di jaringan Fox pada 21 Mei 1995.[91] Bagian kedua adalah episode perdana musim ketujuh dan awalnya ditayangkan pada 17 September 1995.[92] Sangat penting bagi para penulis untuk merancang sebuah misteri yang memiliki petunjuk, memanfaatkan teknologi freeze frame (hentian gambar), dan distrukturkan di sekitar satu karakter yang tampaknya menjadi pelaku yang jelas. Pada bulan-bulan setelah penayangan bagian pertama, terjadi perdebatan sengit di antara para penggemar serial ini mengenai siapa yang menembak Mr. Burns. Fox mengadakan kontes yang terhubung dengan misteri tersebut di mana para penonton dapat menebak siapa pelakunya. Kontes ini berlangsung dari 13 Agustus hingga 10 September dan merupakan salah satu kontes pertama yang menghubungkan elemen televisi dan internet.[93] Fox meluncurkan situs web baru, www.Springfield.com, yang dikhususkan untuk misteri tersebut dan mendapatkan lebih dari 500.000 kunjungan selama musim panas tahun 1995.[94] Pemenangnya akan dianimasikan dalam sebuah episode acara tersebut. Namun, tidak ada seorang pun yang pernah dianimasikan dalam acara itu. Ini dikarenakan tidak ada yang menebak jawaban yang benar secara resmi, sehingga pemenang yang terpilih tidak memiliki jawaban yang benar dan diberi hadiah uang tunai sebagai ganti dianimasikan ke dalam acara.

Era Oakley dan Weinstein (1995–1997)

Bill Oakley
Bill Oakley
Josh Weinstein
Josh Weinstein

Setelah musim keenam, Mirkin menyarankan agar Bill Oakley dan Josh Weinstein mengambil alih sebagai showrunner, namun ia tetap bertahan di acara tersebut dalam kapasitas sebagai penasihat, membantu mereka dengan aspek teknis acara seperti penyuntingan dan pencampuran suara, serta menghadiri pembacaan naskah bersama.[95][96] Oakley dan Weinstein ingin memproduksi episode Treehouse of Horror episode tentang Sideshow Bob, Itchy & Scratchy, dan beberapa episode "dobrakan format" seperti "22 Short Films About Springfield".[97] Mereka bertujuan untuk membuat "setidaknya dua episode per musim yang 'menembus batas', [dan] memperluas definisi tentang bagaimana sebuah episode bisa dibuat." Musim kedelapan menampilkan beberapa episode yang memberikan fokus pada karakter sekunder dan mengeksplorasi isu-isu baru, seperti perceraian. Pilihan bintang tamu favorit mereka adalah orang-orang dengan suara yang unik dan menarik, dan beberapa bintang tamu mereka adalah "pria tua yang tangguh dengan suara yang khas".[98]

Tujuan mereka untuk episode-episode tersebut adalah menjadi realistis dan lebih berfokus pada lima anggota keluarga Simpson serta mengeksplorasi perasaan dan emosi mereka satu sama lain.[99] Oakley menganggap musim ketiga sebagai musim komedi televisi tunggal terbaik yang pernah diproduksi dan dengan demikian berusaha membuat ulang suasana musim tersebut,[100] berfokus pada cerita dengan emosi dan situasi nyata, serta beberapa episode yang di luar kebiasaan. Musim ketiga menjadi dasar mereka untuk karakter Homer: "Kami menyukai Homer seperti dirinya di musim kedua dan ketiga. Itulah yang kami gunakan secara sadar sebagai model kami. Bodoh, penuh kasih sayang, sangat antusias, konyol secara kreatif, parodi dari seorang ayah Amerika – digambarkan dengan emosi nyata, meskipun diakui diperbesar."[101]

Pengawas naskah untuk acara tersebut dan pengisi suara karakter Lunchlady Doris, Doris Grau, meninggal dunia pada 30 Desember 1995. Episode "Team Homer", yang ditayangkan delapan hari kemudian, adalah salah satu episode terakhir yang menampilkan suaranya dan memuat dedikasi untuknya.[102] Dari musim kesembilan hingga musim kedelapan belas, Lunchlady Doris hanya muncul sebagai karakter latar belakang. Ia kembali sebagai karakter yang berbicara dalam beberapa episode sejak "The Mook, the Chef, the Wife and Her Homer", dan sekarang diisi suaranya oleh Tress MacNeille.Bates et al. 2010, hlm. 1110

Episode "Lisa the Vegetarian" menampilkan perkembangan karakter permanen saat Lisa menjadi seorang vegetarian. Cerita ini telah diajukan oleh David S. Cohen dan para produser merasa ini akan menjadi cara pasti untuk mendapatkan Paul McCartney sebagai bintang tamu. McCartney setuju, tetapi hanya dengan syarat bahwa Lisa akan tetap menjadi vegetarian dan tidak kembali seperti semula.[103] Sifat tersebut bertahan dan merupakan salah satu dari sedikit perubahan karakter permanen yang dibuat dalam acara tersebut.[104][105] Dalam episode musim ke-13 "She of Little Faith", Lisa mengalami perubahan karakter permanen lainnya saat ia berpindah keyakinan ke agama Buddhisme.Pinsky 2007, hlm. 171 Pada 9 Februari 1997, The Simpsons melampaui The Flintstones melalui episode "The Itchy & Scratchy & Poochie Show" sebagai serial animasi prime-time dengan masa tayang terlama di Amerika Serikat.[106] Para produser mengambil pencapaian ini dan membuat episodenya membahas isu umur panjang serta masalah yang muncul ketika produser mencoba membuat acara terasa "segar" kembali;Sloane 2003, hlm. 143 tema-tema yang secara umum dikenal sebagai "melompati hiu".Sloane 2003, hlm. 144 Alan Sepinwall dari The Star-Ledger, dalam ulasan yang dicetak dua hari setelah episode tersebut awalnya ditayangkan, memuji para penulis karena tidak menayangkan episode "yang sangat spesial" untuk merayakan pencapaian melampaui The Flintstones. Ia mencatat "[episode tersebut] sangat sadar diri hingga menempatkan lelucon internal terbaik di St. Elsewhere menjadi tidak ada apa-apanya."[107]

Tahun-tahun Scully (1997–2001)

Mike Scully

Oakley dan Weinstein mengundurkan diri sebagai showrunner setelah musim kedelapan karena mereka "tidak ingin merusak [acara tersebut]"[108] dan Mike Scully mengambil alih sebagai showrunner pada tahun 1997.[109] Sebagai showrunner dan produser eksekutif, Scully mengatakan tujuannya adalah untuk "tidak merusak acara",[110] Scully populer di kalangan anggota staf, banyak di antara mereka yang memuji kemampuan organisasi dan manajemennya. Penulis Tom Martin mengatakan ia "sangat mungkin merupakan bos terbaik yang pernah bekerja denganku" dan "seorang manajer orang-orang yang hebat" sementara penulis Don Payne berkomentar bahwa bagi Scully "sangat penting bahwa kami menjaga jam kerja yang layak". Scully mencatat: "Saya menulis banyak acara tentang Lisa. Saya punya lima anak perempuan, jadi saya sangat menyukai Lisa. Saya juga menyukai Homer. Homer terasa sangat alami bagi saya: Saya tidak tahu apakah itu hal yang baik atau buruk. Banyak episode favorit saya adalah saat Homer dan Lisa mengalami konflik satu sama lain... Mereka sangat manusiawi, saya pikir itulah daya tariknya."

Meskipun demikian, masa jabatan Scully sebagai showrunner The Simpsons telah menjadi subjek kritik dari para penggemar acara tersebut.[111] John Ortved menulis "Episode Scully unggul jika dibandingkan dengan apa yang ditayangkan The Simpsons saat ini, tetapi dialah orang yang memegang kemudi saat kapal berbelok menuju gunung es."Ortved 2009, hlm. 221–225 BBC mencatat "konsensus umum adalah bahwa era keemasan The Simpsons berakhir setelah musim kesembilan",[112] sementara artikel opini di Slate oleh Chris Suellentrop berargumen bahwa The Simpsons berubah dari acara realistis tentang kehidupan keluarga menjadi kartun biasa selama tahun-tahun Scully.[113] The Simpsons di bawah kepemimpinan Scully secara negatif dijuluki sebagai "inkarnasi yang dipenuhi lelucon dan berpusat pada Homer" oleh Jon Bonné dari MSNBC,[114] sementara beberapa penggemar mengeluhkan transformasi dalam karakter Homer selama era tersebut, dari yang bodoh namun beriktikad baik menjadi "orang bodoh yang kasar dan mengagungkan diri sendiri",[115] menjulukinya "Jerkass Homer".[114][116][117] Martin mengatakan bahwa ia tidak memahami kritik terhadap Scully dan bahwa ia berpikir kritik tersebut "mengganggu [Scully], dan masih mengganggunya, tetapi ia berhasil untuk tidak terlalu memikirkannya."Ortved 2009, hlm. 223 Ortved mencatat dalam bukunya bahwa sulit untuk mengatakan seberapa banyak penurunan kualitas yang merupakan kesalahan Scully, dan bahwa menyalahkan seorang showrunner tunggal atas penurunan kualitas acara "adalah hal yang tidak adil."Ortved 2009, hlm. 263

UGO Networks' Brian Tallerico telah membela musim tersebut dari kritik. Ia menulis dalam sebuah ulasan tahun 2007 bahwa membandingkan "episode Simpsons musim kesepuluh dengan masa keemasan serial ini (3–7) tidaklah adil dan sejujurnya agak merugikan diri sendiri. 'Ya, saya tertawa, tapi tidak sekeras beberapa tahun lalu. Jadi ini jelek.' Itu omong kosong. Faktanya adalah bahkan musim kesepuluh dari The Simpsons lebih lucu daripada tahun-tahun terbaik kebanyakan acara [lainnya]."[118] Hassenger dari PopMatters berkomentar dalam ulasannya bahwa meskipun acara tersebut telah menurun kualitasnya, "ini tidak berarti bahwa episode-episode ini tanpa pesona; banyak, pada kenyataannya, yang sangat lucu dan cerdas secara khas."[119]

Aktor pengisi suara Phil Hartman dibunuh pada tahun 1998.

Pada 28 Mei 1998, Phil Hartman, aktor pengisi suara Troy McClure dan Lionel Hutz, dibunuh oleh istrinya, Brynn Omdahl. Pada minggu-minggu setelah kematiannya, Hartman dikenang dalam gelombang penghormatan. Dan Snierson dari Entertainment Weekly berpendapat bahwa Hartman adalah "orang terakhir yang Anda harapkan untuk dibaca dalam berita utama yang sensasional di surat kabar pagi Anda... seorang pria biasa, dicintai oleh semua orang yang bekerja bersamanya".[120] Setelah kematian Hartman pada tahun 1998, alih-alih menggantikannya dengan pengisi suara baru, staf produksi memensiunkan karakter McClure dan Hutz dari acara tersebut. McClure terakhir kali muncul dalam episode musim sepuluh "Bart the Mother", yang didedikasikan untuk Hartman. which was dedicated to Hartman.[121]

Dalam episode musim ke-10 "Thirty Minutes over Tokyo", keluarga Simpson bepergian ke Jepang.[122] Episode tersebut mereferensikan dan mengejek beberapa aspek budaya Jepang dan Amerika, serta perbedaan antara keduanya. Di sebuah pertandingan gulat sumo, Bart dan Homer bertemu dengan Kaisar Jepang, Akihito. Setelah Homer melemparnya ke dalam kotak celana dalam sumo, Bart dan Homer dimasukkan ke penjara, di mana mereka harus memperagakan kembali pertunjukan kabuki tentang empat puluh tujuh Ronin, membuat origami, merangkai bunga, dan bermeditasi. Episode tersebut juga mereferensikan adaptasi masyarakat Jepang terhadap budaya Amerika.Cantor 2001, hlm. 103 Meskipun semua episode The Simpsons lainnya telah didubbing dan ditayangkan di televisi Jepang, "Thirty Minutes Over Tokyo" tidak pernah ditayangkan di Jepang. Episode tersebut, yang memuat adegan yang memperlihatkan Homer melempar Kaisar Jepang ke dalam kotak berisi celana dalam sumo, dianggap tidak sopan.[123]

Kesulitan tenaga kerja

Aktris pengisi suara Maggie Roswell meninggalkan The Simpsons karena perselisihan gaji, tetapi kembali tiga tahun kemudian.

Hingga produksi musim ke-10 pada tahun 1998, enam pengisi suara utama dibayar $30.000 per episode. Pada tahun 1998, timbul perselisihan gaji antara mereka dan Fox Broadcasting Company, dengan para aktor mengancam akan melakukan mogok kerja.[124] Fox bahkan bersiap untuk melakukan pemilih suara (casting) baru, tetapi kesepakatan segera dicapai dan gaji mereka dinaikkan menjadi $125.000 per episode. Groening menyuarakan simpatinya kepada para aktor dalam salah satu terbitan Mother Jones beberapa saat setelah perselisihan gaji selesai. Ia memberi tahu majalah tersebut: "[Para anggota pemeran] sangat berbakat, dan mereka berhak mendapat kesempatan untuk menjadi kaya dan menderita sama seperti orang lain di Hollywood."[125] Acara tersebut juga membuat perubahan agar para penulis dapat dilindungi di bawah perjanjian Writers Guild of America (WGA). Sebagian besar penulis pada serial televisi primetime adalah anggota WGA, namun The Simpsons serta acara animasi lainnya di Fox berbeda. Scully berkomentar bahwa "semua orang memperkirakan pertarungan besar dengan studio" dan melanjutkan bahwa "hal itu tidak pernah terjadi, karena mereka mengesahkan bahwa animasi prime-time sukses dan semua orang mendapatkan manfaatnya."[126]

Aktris pengisi suara Maggie Roswell meninggalkan The Simpsons pada musim semi tahun 1999 setelah perselisihan gaji dengan Fox.[127][128] Jaringan tersebut awalnya melaporkan bahwa ia memutuskan untuk berhenti hanya karena lelah terbang antara Denver dan Los Angeles untuk sesi perekaman.[129][130] Kemudian diumumkan oleh Roswell bahwa ia meminta kenaikan gaji, bukan hanya karena lelah bepergian, tetapi karena meningkatnya biaya tiket pesawat.[131] Roswell dibayar $1.500 hingga $2.000 per episode selama tiga musim sebelum ia pergi, dan ia meminta kenaikan gaji kepada Fox menjadi $6.000 per episode. Namun, Fox hanya menawarkannya kenaikan $150, yang bahkan tidak menutupi biaya perjalanan, sehingga ia memutuskan untuk berhenti.[132] Sebagai akibat dari kepergian Roswell, karakter Maude Flanders dimatikan dalam episode "Alone Again, Natura-Diddily".[133][134] Aktris pengisi suara Marcia Mitzman Gaven disewa untuk menggantikan karakter-karakter Roswell lainnya.[135] Roswell kembali ke The Simpsons pada tahun 2002 dalam episode perdana musim keempat belas.[136][137] Ia mencapai kesepakatan dengan Fox untuk merekam dialognya dari rumahnya di Denver[138] dan dengan demikian perselisihan pun berakhir.

Kembalinya Jean (2001–2007)

Jean kembali secara penuh waktu ke The Simpsons selama musim kesepuluh.[139] Ia sekali lagi menjadi showrunner dengan dimulainya musim ketiga belas pada tahun 2001,[140] kali ini tanpa Reiss.[141] Jean mengatakan bahwa "hal tersulit saat ini adalah memikirkan ide-ide segar. Orang-orang sangat mengetahui hal-hal yang telah kami lakukan sebelumnya, jadi tantangannya sekarang adalah memikirkan ide yang bagus, tetapi belum pernah terlihat." Pada bulan April 2001, dalam sebuah wawancara dengan The New York Times, Jean menyatakan bahwa ia ingin "membawa acara tersebut kembali ke tema keluarga". Kembalinya Jean disambut baik, dengan Jon Bonné dari MSNBC menyatakan: "[Jean] telah mengarahkan acara ini menjauh dari inkarnasi yang dipenuhi lelucon dan berpusat pada Homer... ini tentu saja merupakan hari-hari yang lebih cerah bagi para penggemar lama acara tersebut." Bill Gibron dari PopMatters.com mencatat bahwa "acara ini mengendalikan sebagian besar kegilaannya untuk cerita-cerita yang lebih personal" dan bahwa "omong kosong Neanderthal Homer dan Bart yang nakal memberi jalan kepada episode 'yang lebih lembut' yang berfokus pada Marge dan Lisa."[142]

Kunjungan The Simpsons ke Rio de Janeiro hampir memicu gugatan hukum dan insiden diplomatik.

Dalam episode musim ke-13 "Blame It on Lisa", The Simpsons mengunjungi Rio de Janeiro di Brasil. Pada minggu setelah siaran asli episode tersebut, episode ini menghadapi kontroversi sengit yang melibatkan negara Brasil, khususnya Badan Pariwisata Rio de Janeiro (Riotur). Badan tersebut mengklaim bahwa kota tersebut digambarkan memiliki kejahatan jalanan yang marak, penculikan, pemukiman kumuh, dan wabah tikus.[143] Badan pariwisata tersebut menegaskan bahwa acara itu "terlalu jauh" dan merusak kampanye iklan senilai $18 juta (£12,5 juta) untuk menarik pengunjung ke kota tersebut.[144] Fernando Henrique Cardoso, yang saat itu menjabat sebagai presiden Brasil, menyatakan bahwa episode tersebut "membawa pandangan yang terdistorsi tentang realitas Brasil."[145] Pada tanggal 9 April, Riotur bersiap untuk menuntut para produser dan Fox atas kerugian terhadap citra internasionalnya dan hilangnya pendapatan. Isu ini mengancam akan menjadi insiden diplomatik.[146] Setelah mengetahui tentang gugatan hukum yang akan datang, produser acara menghubungi pengacara Fox, yang memberi tahu mereka bahwa secara teknis sebuah kota tidak dapat menuntut atas pencemaran nama baik.[147] Sebagai tanggapan, produser eksekutif Brooks meminta maaf, menyatakan "kami meminta maaf kepada kota dan masyarakat Rio de Janeiro yang indah".[148] Jean berkomentar bahwa itu adalah "salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah acara tersebut".

Pada musim ke-14, produksi beralih dari animasi sel tradisional ke tinta dan cat digital.[149] Episode pertama yang bereksperimen dengan pewarnaan digital adalah "Radioactive Man" pada tahun 1995. Animator menggunakan tinta dan cat digital selama produksi episode musim ke-12 "Tennis the Menace", tetapi Gracie Films menunda penggunaan tinta dan cat digital secara teratur hingga dua musim kemudian. Episode "Tennis the Menace" yang sudah selesai kemudian ditayangkan sesuai dengan hasil pembuatannya.[150]

Seiring pendapatan acara yang terus meningkat melalui sindikasi dan penjualan DVD, para pemeran utama berhenti hadir untuk pembacaan naskah pada bulan April 2004. Penghentian kerja ini terjadi setelah berminggu-minggu negosiasi gagal dengan Fox, di mana para pemeran meminta kenaikan bayaran menjadi $360.000 per episode, atau $8 juta untuk musim berisi 22 episode. Pemogokan tersebut diselesaikan sebulan kemudian[151] dan gaji mereka dinaikkan menjadi berkisar antara $250.000[152] dan $360.000 per episode.[153]

Musim ke-16 menampilkan salah satu dari sedikit perkembangan karakter utama sejak awal penayangan acara ini. Dilaporkan jauh sebelum penayangan episode "There's Something About Marrying" bahwa seorang karakter utama akan menyatakan diri sebagai gay (come out) dalam episode tersebut. Pada San Diego Comic-Con bulan Juli 2004, Al Jean mengungkapkan: "Kami memiliki sebuah acara di mana, untuk menggalang dana, Springfield melegalkan pernikahan sesama jenis. Homer menjadi seorang pendeta dengan masuk ke internet dan mengisi sebuah formulir. Seorang karakter lama keluar dari lemari (come out), tetapi saya tidak akan mengatakan siapa."[154] Hal ini memicu banyak spekulasi media dan publikasi di pers untuk episode tersebut.[155][156] Banyak penggemar dengan benar menebak bahwa karakter tersebut adalah salah satu ipar perempuan Homer, antara Patty atau Selma, sementara yang lain percaya karakter tersebut adalah Waylon Smithers.[154][157]

Film (2007)

Simpsons Movie tayang perdana di Springfield, Vermont.

20th Century Fox, Gracie Films, dan Film Roman memproduksi sebuah film animasi The Simpsons yang dirilis pada 27 Juli 2007[158] Staf produksi The Simpsons telah memikirkan ide pembuatan film sejak awal serial ini, tetapi produksinya tidak pernah terealisasi. Groening merasa film layar lebar akan memungkinkan mereka untuk meningkatkan skala acara dan menganimasikan adegan yang terlalu rumit untuk serial televisi.[159] Film ini disutradarai oleh David Silverman dan ditulis oleh tim penulis Simpsons yang terdiri dari Groening, Brooks, Jean, Reiss, Mirkin, Scully, George Meyer, John Swartzwelder, Jon Vitti, Matt Selman, dan Ian Maxtone-Graham. Pengerjaan skenario berlanjut dari tahun 2003 dan seterusnya tanpa henti,[160] mengambil tempat di sebuah bungalow kecil tempat Groening pertama kali mempresentasikan The Simpsons pada tahun 1987.[161] Groening membaca tentang sebuah kota yang harus menyingkirkan kotoran babi di pasokan air mereka, yang menginspirasi alur cerita film tersebut.[162] Ia juga ingin membuat film ini secara dramatis lebih kuat daripada episode TV, karena "kami benar-benar ingin memberi Anda sesuatu yang belum pernah Anda lihat sebelumnya."[163] Produksi film berlangsung bersamaan dengan penulisan serial yang terus berlanjut meskipun ada klaim lama dari mereka yang terlibat dalam acara tersebut bahwa sebuah film baru akan diproduksi setelah serialnya berakhir.

Setelah memenangkan kompetisi Fox dan USA Today, Springfield, Vermont, menjadi tuan rumah pemutaran perdana film tersebut di dunia.[164] The Simpsons Movie meraup total pendapatan gabungan sebesar $74 juta pada akhir pekan pembukaannya di Amerika Serikat, membawanya ke puncak box office,[165] dan mencetak rekor pendapatan akhir pekan pembukaan tertinggi untuk film yang diadaptasi dari serial televisi, melampaui Mission: Impossible 2.[166] Film ini langsung menduduki puncak box office internasional, menghasilkan $96 juta dari tujuh puluh satu wilayah luar negeri—termasuk $27,8 juta di Inggris Raya, menjadikannya pembukaan tertinggi kedua Fox di negara tersebut.[167] Di Australia, film tersebut menghasilkan pendapatan kotor. A$13.2 million (13,2 juta), Pembukaan terbesar untuk film animasi dan akhir pekan pembukaan terbesar ketiga di negara tersebut.[168] Hingga 23 November 2007, film ini telah menghasilkan pendapatan kotor di seluruh dunia sebesar $525.267.904.[169] dan memecahkan rekor akhir pekan pembukaan terlaris untuk film yang diadaptasi dari serial televisi, melampaui Mission: Impossible 2.[170] Film ini menerima peringkat 80 dari 100 (menunjukkan "ulasan yang umumnya positif") di Metacritic dari 36 ulasan.[171]

Musim Pasca Film (2007–2019)

Jean melanjutkan perannya sebagai showrunner setelah film tersebut. Para kritikus berpendapat bahwa kualitas acara telah menurun selama masa jabatan Jean. Jacob Burch, seorang administrator situs web NoHomers.com, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa acara tersebut "tampak kurang kohesif, lebih fokus mencoba memasukkan lelucon di dalamnya, alih-alih membuat cerita dan membiarkan lelucon muncul dari sana" dan menambahkan "saya pikir hanya ada begitu banyak hal yang dapat Anda lakukan [dengan para karakter]." [172] Steven Hyden dari The A.V. Club berargumen dalam sebuah perdebatan daring mengenai masalah ini bahwa "The Simpsons telah terlalu banyak mengandalkan kekonyolan Homer yang aneh serta bintang tamu yang melelahkan dan tak berarti" dan bahwa para penulis "puas menghibur diri sendiri dengan lelucon internal, hal yang tidak berurutan, dan alur cerita yang sengaja dibuat konyol."[173] Jean merespons kritik ini dengan mengatakan: "Mungkin saja kami mengalami penurunan. Namun sejujurnya, saya telah berada di sini sepanjang waktu dan saya ingat pada musim kedua orang-orang berkata, 'Acara ini telah memburuk.' Jika kami mendengarkannya saat itu, kami pasti sudah berhenti setelah episode 13. Saya senang kami tidak melakukannya."[174]

Para penulis The Simpsons melakukan aksi mogok kerja bersama dengan Writers Guild of America pada akhir tahun 2007. Penyiaran The Simpsons tidak terpengaruh oleh aksi mogok kerja tersebut. Karena membutuhkan waktu lama untuk memproduksi sebuah episode acara animasi, episode-episode ditulis hingga satu tahun sebelumnya. Jadi aksi mogok kerja harus berlangsung cukup lama agar acara tersebut kehabisan episode baru.[175] Produksi musim 19 semakin tertunda karena negosiasi kontrak dengan enam pengisi suara utama. Perselisihan tersebut terselesaikan, dan gaji para aktor dinaikkan menjadi $400.000 per episode. Penundaan produksi menyebabkan 22 episode yang direncanakan dipersingkat menjadi 20.[176]

Ulang tahun ke-20 dan rekor durasi penayangan

Morgan Spurlock memproduksi sebuah dokumenter tentang The Simpsons untuk merayakan ulang tahun ke-20 acara tersebut.

Untuk merayakan ulang tahun ke-20 penayangan perdana The Simpsons, Fox mengumumkan perayaan acara tersebut selama setahun bertajuk "Best. 20 Years. Ever.", yang berlangsung dari 14 Januari 2009 hingga 14 Januari 2010.[177] Morgan Spurlock, seorang pembuat film dokumenter yang masuk nominasi Academy Award (Film Dokumenter Terbaik untuk Super Size Me pada tahun 2004) dan penggemar The Simpsons sejak masa kuliahnya, diminta untuk menyutradarai acara spesial The Simpsons 20th Anniversary Special – In 3-D! On Ice! pada bulan Februari 2009.[178] Spurlock percaya bahwa "alasan [para produser] memanggil [dirinya] sejak awal adalah agar tidak membuat acara spesial yang hanya berisi pujian kosong dan menepuk bahu semua orang, itulah mengapa berakar pada orang-orang yang menjaga acara ini tetap tayang selama 20 tahun terakhir menjadi hal yang penting."[179] Acara ini ditayangkan pada 10 Januari 2010, bersamaan dengan "Once Upon a Time in Springfield", yang dipromosikan sebagai episode ke-450 dari serial tersebut.[180]

Episode "Million Dollar Maybe" menampilkan karakter baru yang diciptakan oleh pemenang kontes "Best. Character. Ever.", tempat para penggemar dapat mengirimkan ide mereka sendiri untuk karakter Simpsons yang baru, dan mungkin berulang.[181][182] Lebih dari 25.000 entri dikirimkan. Pemenang kontes ini adalah Peggy Black dari Orange, Connecticut, yang menciptakan karakter Ricardo Bomba. Ia menggambarkan Ricardo sebagai "seseorang yang dicintai semua wanita dan ingin dicapai oleh semua pria" dan "sesuatu seperti seorang Casanova." Jean adalah salah satu juri kontes tersebut, yang ia gambarkan sebagai "ucapan terima kasih kepada para penggemar setia." Ia juga mencatat bahwa ada kemungkinan karakter Ricardo akan muncul lagi di acara itu.[183] Perubahan lainnya adalah menayangkan The Simpsons dalam format 720p televisi resolusi tinggi (high-definition) dengan episode "Take My Life, Please" pada 15 Februari 2009. Bersamaan dengan sistem penyiaran baru ini, hadir pula urutan pembukaan baru. Ini adalah perubahan permanen besar pertama pada pengenalan acara sejak awal musim kedua pada tahun 1990; perubahan sebelumnya termasuk variasi dalam durasi intro. Intro baru ini juga mencakup beberapa animasi 3D saat kamera melakukan pemindaian (pan) di atas Springfield.[184]

Untuk memperingati ulang tahun ke-20 acara tersebut, United States Postal Service merilis serangkaian lima perangko bernilai 44 sen yang menampilkan Homer, Marge, Bart, Lisa, dan Maggie.[185] Perangko yang dirancang oleh Groening tersebut tersedia untuk dibeli pada 7 Mei 2009[186] dan sekitar satu miliar perangko dicetak.[187] The Simpsons adalah serial televisi pertama yang masih dalam produksi yang menerima pengakuan ini.[188][189] Setelah memasuki musim ke-21 pada akhir tahun 2009, acara ini memecahkan rekor Gunsmoke sebagai serial televisi bernaskah primetime Amerika Serikat dengan masa tayang terlama.[190][191]

Ancaman pembatalan

Pada 4 Oktober 2011, 20th Century Fox Television merilis sebuah pernyataan yang berbunyi: "23 musim berjalan, The Simpsons secara kreatif tetap semarak seperti biasanya dan dicintai oleh jutaan orang di seluruh dunia. Kami percaya serial yang cemerlang ini dapat dan harus dilanjutkan, tetapi kami tidak dapat memproduksi musim-musim mendatang di bawah model keuangan saat ini. Kami berharap dapat mencapai kesepakatan dengan para pengisi suara yang memungkinkan The Simpsons terus menghibur penonton dengan episode-episode asli selama bertahun-tahun yang akan datang." Salah satu masalahnya adalah bahwa The Simpsons mungkin lebih berharga jika dibatalkan daripada jika tetap tayang. Kesepakatan sindikasi berusia 17 tahun dengan stasiun televisi lokal melarang Fox menjual acara ini ke jaringan TV kabel. Selama The Simpsons masih memproduksi episode baru, Fox tidak dapat memutus kesepakatan ini. Sementara itu, jaringan TV kabel telah berkembang menjadi pasar yang sama besarnya dengan stasiun televisi lokal. Pertimbangan lainnya adalah bahwa perusahaan induk Fox, News Corporation, sedang melakukan pertemuan untuk membahas kemungkinan saluran TV kabel yang hanya akan menayangkan episode The Simpsons.[192] Para analis menganggap pembatalan dan kesepakatan tayang ulang selanjutnya yang mencakup jaringan TV kabel bernilai $750 juta.[193] Mengenai masalah ini, Jean berkomentar dalam sebuah wawancara dengan TV Guide bahwa "Ini adalah perusahaan besar, dan tentu saja ada orang-orang yang kepentingannya akan lebih terlayani jika mengakhirinya. Kepentingan-kepentingan tersebut tergantikan karena kami masih berharga bagi jaringan dalam hal rating kami."[194]

Untuk negosiasi tersebut, pihak studio meminta agar para anggota pemeran menerima pemotongan 45 persen dari gaji mereka sehingga lebih banyak musim yang dapat diproduksi setelah musim ke-23, atau jika tidak, musim tersebut akan menjadi yang terakhir bagi serial ini.[195] Para aktor bersedia menerima pemotongan gaji, tetapi menginginkan persentase dari pembayaran keuntungan akhir (back-end payments) sebagai gantinya.[196] Pada satu titik, Shearer bahkan menawarkan pemotongan gaji sebesar 70 persen sebagai ganti persentase back-end, tetapi studio tidak bersedia membuat kesepakatan apa pun yang melibatkan persentase back-end.[197] Pada akhirnya, studio dan para aktor mencapai kesepakatan, di mana para aktor akan menerima pemotongan gaji sebesar 30 persen, menjadi sedikit di atas $300.000 per episode, yang memperpanjang acara hingga musim ke-25.[198] Selain para pengisi suara, semua orang yang terlibat dalam acara tersebut juga menerima pemotongan gaji. Ini termasuk para animator, penulis, kru pascaproduksi, dan bahkan Jean sendiri. Penggunaan animasi digital yang lebih lanjut juga menghemat uang, seiring animasi acara menjadi lebih efisien.

Pada tahun 2013, FXX membeli hak eksklusif TV kabel Amerika untuk serial ini.[199] Pada bulan Agustus 2014, sebuah situs web dan aplikasi baru diluncurkan bernama Simpsons World, yang memuat setiap episode dari 25 musim pertama acara tersebut yang tersedia untuk ditonton dengan login TV kabel yang valid.[200] Situs web tersebut, yang diperbarui secara berkala, hanya tersedia di Amerika Serikat.

Pada tahun 2016, The Simpsons memindahkan produksi animasinya dari Film Roman ke Fox Television Animation pada musim ke-28.

Pada bulan Februari 2019, serial ini diperbarui untuk musim ke-31 dan ke-32 yang membawa serial ini mencapai total 713 episode, menjadikannya serial bernaskah primetime pertama yang melampaui 700 episode.[201]

Pada bulan Maret 2019, episode "Stark Raving Dad" ditarik dari peredaran menyusul perilisan film dokumenter Leaving Neverland dan munculnya kembali diskusi mengenai tuduhan pelecehan seksual oleh Michael Jackson.[202] Episode tersebut juga dihilangkan dari layanan streaming Disney+.[203]

Akuisisi oleh Disney dan masa depan (2019–sekarang)

Pada bulan Maret 2019, menyusul akuisisi 21st Century Fox oleh Disney, The Simpsons, di antara waralaba dan studio lain yang dimiliki oleh 21st Century Fox, menjadi milik The Walt Disney Company.

Pada 11 April 2019, diumumkan bahwa serial ini akan ditayangkan secara eksklusif di Disney+ pada saat peluncurannya; akibatnya, Simpsons World secara resmi ditutup pada 16 November tahun tersebut, empat hari setelah peluncuran Disney+. Pada awalnya, episode-episode dari 20 musim pertama yang awalnya ditayangkan dalam rasio aspek 4:3 hanya tersedia dalam format 16:9 yang dipotong (cropped), sebuah langkah yang menerima kritik keras dari para penggemar. Pada 28 Mei 2020, Disney+ memperkenalkan fitur baru yang memungkinkan penonton beralih antara rasio aspek asli 4:3 dan rasio 16:9 yang telah diriset ulang untuk musim 1–20.

Pada bulan Mei 2019, jaringan saudara FXX, Freeform, mulai berbagi hak siar luar jaringan (off-network) untuk serial ini dan mulai menayangkannya pada 2 Oktober 2019.[204]

Sebagai bagian dari ulang tahun ke-30 serial ini, FXX (bekerja sama dengan Disney+) menayangkan maraton selama empat belas hari berjudul The Simpsons: Plus Sized Holiday Marathon, yang menayangkan 661 episode dan filmnya. Maraton ini tayang perdana tepat 30 tahun setelah penayangan perdana serial tersebut pada 17 Desember 2019, pukul 20:00 ET dan berakhir pada 1 Januari 2020.

Pada 27 Februari 2020, Disney mengumumkan bahwa film pendek kedua yang diangkat dari serial ini, berjudul Playdate with Destiny, akan dirilis sebelum film Onward karya Pixar, menjadikannya karya media Simpsons ketiga yang dirilis di bioskop.[205]

Pada 3 Maret 2021, The Simpsons diperbarui untuk musim ke-33 dan ke-34,[206] dengan perpanjangan lebih lanjut untuk musim ke-35 dan ke-36 pada 26 Januari 2023.[207] Selama masa ini, sejumlah film pendek Simpsons di Disney+ mulai tayang perdana.

Selama musim ke-33 acara ini, produser eksekutif Matt Selman menggantikan Al Jean sebagai showrunner utama ke depannya, meskipun Jean tetap menjadi showrunner untuk beberapa episode di setiap musim. Sisa episode (holdovers) dari Musim 36 yang ditayangkan sebagai bagian dari musim 37 menandai kredit terakhir Jean sebagai showrunner utama, karena ia kembali ke perannya sebagai produser konsultan dari musim tersebut dan seterusnya.[208][209]

Pada 2 April 2025, acara ini diperbarui untuk empat musim tambahan di Fox, hingga musim ke-40, dengan setidaknya 15 episode di setiap musimnya.[210]

Selama periode ini, episode-episode acara ini mulai dirilis sebagai konten eksklusif Disney+. Yang pertama adalah episode dua bagian "O C'mon All Ye Faithful", yang diproduksi sebagai bagian dari musim 36. Untuk musim 37 dan seterusnya, lima belas episode akan ditayangkan di Fox, dengan dua episode spesial eksklusif Disney+ yang direncanakan per musim.[211]

Pada bulan September 2025, sebuah sekuel dari The Simpsons Movie diumumkan dengan tanggal rilis bioskop pada 23 Juli 2027.[212][213] Tanggal tersebut diundur menjadi 3 September untuk menghindari persaingan dengan A Minecraft Sequel.[214]

Lihat juga

Referensi

  1. ^ "The Simpsons | Creators, Characters, Synopsis, & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal Mei 30, 2023.
  2. ^ "Top 10 Times The Simpsons Predicted the Future". alexnoudelman.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 18, 2016. Diakses tanggal Oktober 17, 2016.
  3. ^ Sturm, James (Oktober 10, 2012). "A Tribute to Matt Groening's Life in Hell, with Comics by Tom Tomorrow and Alison Bechdel". Slate Magazine. Diakses tanggal Oktober 10, 2025.
  4. ^ Archives, L.A. Times (Juni 29, 1986). "LOVE IS HELL by Matt Groening (Pantheon: $5.95, paperback; 48 pp.) : Reviewed by Charles Solomon". Los Angeles Times. Diakses tanggal Oktober 10, 2025.
  5. ^ Dart, Chris (Desember 6, 2023). "TV and film legend James L. Brooks never planned on making sitcoms". CBC. Diakses tanggal Oktober 10, 2025.
  6. ^ "Terms of Endearment (Polly Platt, The Invisible Woman, Episode 7)". You Must Remember This (dalam bahasa American English). Juli 6, 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Februari 4, 2021. Diakses tanggal Februari 12, 2021.
  7. ^ Maron, Marc (October 6, 2025). "Episode 1684 - Matt Groening". WTF with Marc Maron (Podcast). https://www.wtfpod.com/podcast/episode-1684-matt-groening. 
  8. ^ a b The Simpsons: America's First Family (television documentary). BBC. 2000.
  9. ^ Siegel, Alan (Juni 10, 2025). Stupid Tv, Be More Funny. New York: Grand Central Publishing. ISBN 978-1-5387-4284-6.
  10. ^ Groening, Matt (Februari 14, 2003). "Fresh Air". National Public Radio (Interview). Diwawancarai oleh David Bianculli. Philadelphia: WHYY. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 13, 2007. Diakses tanggal Agustus 8, 2007.
  11. ^ Gaughan, Liam (Agustus 25, 2022). "The 15 Funniest Moments In The Simpsons, Ranked". SlashFilm. Diakses tanggal Oktober 10, 2025.
  12. ^ Richmond & Coffman 1997, hlm. 14.
  13. ^ a b Richmond & Coffman 1997, hlm. 178.
  14. ^ Brownfield, Paul (Juli 6, 1999). "He's Homer, but This Odyssey Is His Own". Los Angeles Times.
  15. ^ Deneroff, Harvey (Januari 2000). "Matt Groening's Baby Turns 10". Animation Magazine, Vol. 14, #1. hlm. 10, 12.
  16. ^ Cagle, Daryl. "The David Silverman Interview". MSNBC. Diarsipkan dari asli tanggal Desember 26, 2007. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  17. ^ Keveney, Bill (April 19, 2017). "Woo-hoo! 'Simpsons' shorts launched 30 years ago". USA TODAY. Diakses tanggal Oktober 10, 2025.
  18. ^ Feinberg, Scott (Februari 18, 2013). "David Silverman on Guiding 'The Simpsons' to the Oscars via 'The Longest Daycare' (Video)". The Hollywood Reporter. Diakses tanggal Oktober 10, 2025.
  19. ^ Kleinfield, N. R. (April 29, 1990). "Cashing in on a Hot New Brand Name". The New York Times. Diakses tanggal Oktober 10, 2025.
  20. ^ Tucker, Ken (Maret 12, 1993). "Toon Terrific". Entertainment Weekly. hlm. 48(3).
  21. ^ Ortved 2009, hlm. 58
  22. ^ Owen, David (Maret 13, 2000). "Taking Humour Seriously". The New Yorker.
  23. ^ Rapoport, Ron (2009). "Sam Simon's Next Trick". Stanford Magazine. Diarsipkan dari asli tanggal Desember 29, 2011. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  24. ^ Kuipers, Dean (April 15, 2004). "3rd Degree: Harry Shearer". Los Angeles: City Beat. Diarsipkan dari versi asli pada Juli 17, 2006. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  25. ^ Round, Simon (Oktober 10, 2008). "Interview: Harry Shearer". The Jewish Chronicle. Diarsipkan dari asli tanggal September 23, 2019. Diakses tanggal Agustus 26, 2011.
  26. ^ Azaria, Hank (Desember 6, 2004). "Fresh Air". National Public Radio (Interview). Diwawancarai oleh Terry Gross. Philadelphia: WHYY-FM. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 19, 2008. Diakses tanggal Agustus 26, 2011.
  27. ^ Groening, Matt (2001). Commentary for "Bart the Genius". The Simpsons: The Complete First Season (DVD). 20th Century Fox.
  28. ^ a b Turner 2004, hlm. 71.
  29. ^ Glionna, John M. (1999). "Danny Elfman in the Los Angeles Times". Danny Elfman's Music For A Darkened People. Diarsipkan dari asli tanggal Oktober 1, 2011. Diakses tanggal Oktober 16, 2011.
  30. ^ Martyn, Warren; Wood, Adrian (2000). "Simpsons Roasting on an Open Fire". BBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 11, 2012. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  31. ^ Silverman, David (2001). Commentary for "Some Enchanted Evening". The Simpsons: The Complete First Season (DVD). 20th Century Fox.
  32. ^ Groening, Matt (2001). Commentary for "Some Enchanted Evening". The Simpsons: The Complete First Season (DVD). 20th Century Fox.
  33. ^ Reiss, Mike (2001). Commentary for "There's No Disgrace Like Home". The Simpsons: The Complete First Season (DVD). 20th Century Fox.
  34. ^ Jean, Al (2002). Commentary for "Treehouse of Horror". The Simpsons: The Complete Second Season (DVD). 20th Century Fox.
  35. ^ Mirkin, David (2005). Commentary for "Treehouse of Horror VI". The Simpsons: The Complete Sixth Season (DVD). 20th Century Fox.
  36. ^ Groening, Matt (2002). Commentary for "Treehouse of Horror". The Simpsons: The Complete Second Season (DVD). 20th Century Fox.
  37. ^ Turner 2004, hlm. 131.
  38. ^ Rosenbaum, Martin (Juni 29, 2007). "Is The Simpsons still subversive?". BBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 25, 2007. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  39. ^ Griffiths, Nick (April 15, 2000). "America's First Family". The Times Magazine. hlm. 25, 27–28.
  40. ^ Richmond & Coffman 1997, hlm. 34.
  41. ^ Mann, Virginia (Oktober 11, 1990). "Rueful Bart retains old 'Simpsons Bite'". The Record.
  42. ^ Tucker, Ernest (Oktober 10, 1990). "New 'Simpsons' episodes return — as smart as ever". Chicago Sun-Times.
  43. ^ Shales, Tom (Oktober 11, 1990). "The Simpsons — they're scrapping again-but this time it's a ratings fight". The Washington Post.
  44. ^ Brooks, James L. (2004). Commentary for DVD extra "Bush vs. Simpsons". The Simpsons: The Complete Fourth Season (DVD). 20th Century Fox.
  45. ^ Turner 2004, hlm. 230-231.
  46. ^ Ortved, John (Agustus 2007). "Simpson Family Values". Vanity Fair. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 27, 2008. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  47. ^ Oakley, Bill (2005). Commentary for "Two Bad Neighbors". The Simpsons: The Complete Seventh Season (DVD). 20th Century Fox.
  48. ^ "Nielsen's top 50 shows". USA Today. April 18, 1990. hlm. 3D.
  49. ^ Daniel Cerone (September 5, 1991). "'Simpsons' steals away Cosby viewers". Los Angeles Times. hlm. 4.
  50. ^ Reiss, Mike (2002). Commentary for "Bart Gets an 'F'". The Simpsons: The Complete Second Season (DVD). 20th Century Fox.
  51. ^ Groening, Matt (2002). Commentary for "Bart Gets an 'F'". The Simpsons: The Complete Second Season (DVD). 20th Century Fox.
  52. ^ Pierce, Scott D. (Oktober 18, 1990). "Don't have a cow, man! More viewers watch 'The Simpsons' than 'Cosby'!". Deseret News. hlm. C5.
  53. ^ Jean, Al (2003). Commentary for "Homer at the Bat". The Simpsons: The Complete Third Season (DVD). 20th Century Fox.
  54. ^ Hastings, Deborah (September 28, 1990). "The Simpsons sing the blues". Deseret News. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  55. ^ "Michael Jackson Update: News From Korea, Poland And Groening". MTV.com. Viacom. Februari 23, 1998. Diarsipkan dari asli tanggal April 26, 2010. Diakses tanggal Oktober 28, 2008.
  56. ^ Commentary for "Do the Bartman". The Simpsons: The Complete Second Season (DVD). 20th Century Fox. 2002.
  57. ^ "Bart Simpson's secrets revealed". Enquirer.com. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.[pranala nonaktif]
  58. ^ Brooks, James L. (2003). Commentary for "Stark Raving Dad". The Simpsons: The Complete Third Season (DVD). 20th Century Fox.
  59. ^ Martyn, Warren; Wood, Adrian (2000). "Stark Raving Dad". BBC News. BBC Online. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 4, 2014. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  60. ^ "RIAA Searchable database – Gold and Platinum". Recording Industry Association of America. Diarsipkan dari asli tanggal November 3, 2015. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  61. ^ Stephanie DuBois (Desember 15, 1992). "Prince will sing with Bart Simpson". Rome News-Tribune. Diakses tanggal September 17, 2011.
  62. ^ Ankeny, Jason. "Songs in the Key of Springfield — The Simpsons". allmusic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 18, 2021. Diakses tanggal September 19, 2011.
  63. ^ Goldwasser, Dan (Oktober 31, 1999). "Interview — Alf Clausen". Soundtrack.net. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juni 16, 2010. Diakses tanggal September 19, 2011.
  64. ^ "Hans Zimmer Bakes Up a Tasty Soundtrack for The Simpsons Movie". Soundtrack.net. Juni 26, 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 22, 2014. Diakses tanggal September 19, 2011.
  65. ^ Erlewine, Stephen Thomas. "The Simpsons: Testify — The Simpsons". allmusic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 18, 2021. Diakses tanggal September 19, 2011.
  66. ^ Scott, A. O. (April 11, 2001). "How 'The Simpsons' Survives". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juli 12, 2011. Diakses tanggal Agustus 9, 2010.
  67. ^ Ortved 2009, hlm. 146–149
  68. ^ Dan Snierson. "D'Oh!". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari asli tanggal Desember 20, 2007. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  69. ^ Jean, Al & Mike Reiss (2003). Commentary for "Mr. Lisa Goes to Washington". The Simpsons: The Complete Third Season (DVD). 20th Century Fox.
  70. ^ Reardon, Jim; Al Jean (2004). Commentary for "Homer the Heretic". The Simpsons: The Complete Fourth Season (DVD). 20th Century Fox.{{cite AV media}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  71. ^ Martin, Jeff (2004). DVD extra "The Cajun Controversy". The Simpsons: The Complete Fourth Season (DVD). 20th Century Fox.
  72. ^ Lorando, Mark (Januari 10, 1992). "'Simpsons' takes a shot at Crescent City". The Times-Picayune. hlm. A1.
  73. ^ Lorando, Mark (Februari 10, 1992). "Fox apologizes for 'Simpsons'". The Times-Picayune. hlm. B1.
  74. ^ Spotnitz, Frank (Oktober 23, 1992). "Ullman to Fox: Eat My Shorts!". Entertainment Weekly. hlm. 8(1). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 16, 2011. Diakses tanggal Agustus 24, 2011.
  75. ^ "Ullman loses 'Simpsons' suit". Variety. Associated Press. Oktober 21, 1992. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 7, 2012. Diakses tanggal Agustus 24, 2011.
  76. ^ Brandenberg, Eric J. (Desember 17, 2004). "Multiple Emmy Award-winning producer/writer/director David Mirkin". Animation Magazine. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juni 10, 2015. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  77. ^ Groening, Matt; David Mirkin, David Silverman, Mark Kirkland (2004). Commentary for "Cape Feare". The Simpsons: The Complete Fifth Season (DVD). 20th Century Fox.{{cite AV media}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  78. ^ Weinstein, Josh (2005). Commentary for "Bart vs. Australia". The Simpsons: The Complete Sixth Season (DVD). 20th Century Fox.
  79. ^ Mirkin, David (2005). Commentary for "Bart vs. Australia". The Simpsons: The Complete Sixth Season (DVD). 20th Century Fox.
  80. ^ Oakley, Bill (2005). Commentary for "Bart vs. Australia". The Simpsons: The Complete Sixth Season (DVD). 20th Century Fox.
  81. ^ Debelle, Penelope (Februari 27, 2007). "Simpsons' secret is eternal youth". The Age. Melbourne. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 10, 2011. Diakses tanggal September 18, 2011.
  82. ^ Jean, Al (2004). Commentary for "Cape Feare". The Simpsons: The Complete Fifth Season (DVD). 20th Century Fox.
  83. ^ Svetkey, Benjamin (Februari 11, 1994). "Gotta Lovitz". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 4, 2012. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  84. ^ Shister, Gail (Mei 2, 1994). "The Critic finds new life, love on Fox". Toronto Star.
  85. ^ Jean, Al (2005). Commentary for "A Star Is Burns". The Simpsons: The Complete Sixth Season (DVD). 20th Century Fox.
  86. ^ "Ask Bill and Josh 2 Q&A Thread". NoHomers.net. Januari 8, 2006. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  87. ^ Ortved 2009, hlm. 204
  88. ^ Brennan, Judy (Maret 3, 1995). "Matt Groening's Reaction to The Critic's First Appearance on The Simpsons". Los Angeles Times.
  89. ^ Oakley, Bill (2005). Commentary for "Who Shot Mr. Burns? (Part One)". The Simpsons: The Complete Sixth Season (DVD). 20th Century Fox.
  90. ^ Mirkin, David (2005). Commentary for "Who Shot Mr. Burns? (Part One)". The Simpsons: The Complete Sixth Season (DVD). 20th Century Fox.
  91. ^ Richmond & Coffman 1997, hlm. 176–177.
  92. ^ Richmond & Coffman 1997, hlm. 180–181.
  93. ^ Cuprisin, Tim (Agustus 10, 1995). "Broadcast bucks, events get bigger — Networks step up battle with cable to get viewers to tune in". Milwaukee Journal Sentinel. hlm. 3.
  94. ^ Kristi Turnquist (September 11, 1995). "To Be Continued... Cyberspace Has Been". The Oregonian. hlm. D01.
  95. ^ Oakley, Bill & Josh Weinstein (2006). Easter egg commentary for "Lisa the Simpson". The Simpsons: The Complete Ninth Season (DVD). 20th Century Fox.
  96. ^ "Ask Bill & Josh". NoHomers.net. November 2, 2005. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  97. ^ Oakley, Bill (2005). Commentary for "Homer the Smithers". The Simpsons: The Complete Seventh Season (DVD). 20th Century Fox.
  98. ^ Oakley, Bill (2005). Commentary for "Marge Be Not Proud". The Simpsons: The Complete Seventh Season (DVD). 20th Century Fox.
  99. ^ Oakley, Bill (2005). Commentary for "Home Sweet Homediddly-Dum-Doodily". The Simpsons: The Complete Seventh Season (DVD). 20th Century Fox.
  100. ^ Oakley, Bill (Februari 14, 2010). Outlook Portland (Interview). Diwawancarai oleh Rick Emerson. Portland: KRCW-TV. {{cite interview}}:
  101. ^ "Oakley/Weinstein Interview". Springfield Weekly. Diarsipkan dari asli tanggal November 30, 2007. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  102. ^ Sandra Brennan (2011). "Doris Grau — Full Biography". Movies & TV Dept. The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal Mei 19, 2011. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  103. ^ Mirkin, David (2005). Commentary for "Lisa the Vegetarian". The Simpsons: The Complete Seventh Season (DVD). 20th Century Fox.
  104. ^ d'Estries, Michael (Agustus 26, 2009). "Paul McCartney Insisted Lisa Simpson Stay VEG". ecorazzi. Diarsipkan dari versi asli pada September 1, 2009. Diakses tanggal September 19, 2009.
  105. ^ "Sideswipe: McCartney keeps Lisa vegetarian". The New Zealand Herald. Agustus 28, 2009. Diakses tanggal September 19, 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  106. ^ McCampbell, Marlene (Desember 26, 1997). "1997 Timeline". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 25, 2007. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  107. ^ Sepinwall, Alan (Februari 11, 1997). "'Simpsons' as slyly subversive as ever". The Star-Ledger. hlm. 43.
  108. ^ Waxman, Sharon (Oktober 7, 1999). "That's Show Buzz – For the Guys Behind 'Mission Hill,' a Long, Hard Climb". The Washington Post. hlm. Style C1.
  109. ^ "Cries & whispers too interesting to ignore – Life can be cartoon material". Union-News. Desember 6, 1999. hlm. A02.
  110. ^ "Mike Scully". BBC Worldwide. April 25, 2001. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 6, 2012. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  111. ^ Turner 2004, hlm. 42.
  112. ^ "The Simpsons: 10 classic episodes". BBC News. Januari 14, 2010. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  113. ^ Suellentrop, Chris (Februari 12, 2003). "The Simpsons: Who turned America's best TV show into a cartoon?". Slate. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juli 28, 2011. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  114. ^ a b Bonné, Jon (November 7, 2003). "The Simpsons,' back from the pit". Today.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 14, 2013. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  115. ^ Bonné, Jon (Oktober 2, 2000). "'The Simpsons' has lost its cool". Today.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 14, 2017. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  116. ^ Ritchey, Alicia (Maret 28, 2006). "Matt Groening, did you brain your damage?". The Lantern. Diarsipkan dari asli tanggal April 19, 2008. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  117. ^ Selley, Chris; Marco Ursi, Jaime J. Weinman (Juli 26, 2007). "The life and times of Homer J.(Vol. IV)". Maclean's. Diarsipkan dari asli tanggal Januari 9, 2009. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  118. ^ Tallerico, Brian (2007). "The Simpsons Season Ten DVD Review". UGO Networks. Diarsipkan dari asli tanggal Februari 7, 2009. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  119. ^ Hassenger, Jesse (Agustus 7, 2007). "The Simpsons: The Complete Tenth Season". PopMatters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 25, 2011. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  120. ^ Snierson, Dan (Juni 12, 1998). "Man Of A Thousand Voices". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 14, 2011. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  121. ^ Virginia Rohan (September 23, 1998). "Tributes To A Star And His Voices". The Record. hlm. Y8.
  122. ^ Martyn, Warren; Wood, Adrian. "Thirty Minutes Over Tokyo". BBC. Diakses tanggal September 18, 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  123. ^ Meyer, George (2007). Commentary for "Thirty Minutes over Tokyo". The Simpsons: The Complete Tenth Season (DVD). 20th Century Fox.
  124. ^ Glaister, Dan (April 3, 2004). "Simpsons actors demand bigger share". The Age. Melbourne. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 16, 2013. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  125. ^ Doherty, Brian (Maret–April 1999). "Matt Groening". Mother Jones. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 29, 2011. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  126. ^ Munoz, Lorenza (Desember 23, 2007). "Why SpongeBob is sitting out the writers strile". Los Angeles Times. Diarsipkan dari asli tanggal Desember 26, 2007. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  127. ^ "Voice Of 'Maude' Disputes Report". The Columbian. Februari 5, 2000. hlm. E6.
  128. ^ Cartwright 2000, hlm. 96
  129. ^ "People". Contra Costa Times. Februari 1, 2000. hlm. A02.
  130. ^ "Character killed off". The Cincinnati Post. Februari 1, 2000. hlm. 12A.
  131. ^ McDaniel, Mike (Februari 11, 2000). "Not true, 'Maude' says". Houston Chronicle.
  132. ^ Brownfield, Paul (Februari 5, 2000). "Actress: Greed Killed Simpsons Character". Lexington Herald-Leader. hlm. 17.
  133. ^ Husted, Bill (Januari 27, 2000). "D'oh! Denver voice gets killed on "The Simpsons"". The Denver Post. hlm. A-02.
  134. ^ Koha, Nui Te (Februari 6, 2000). "Ned faces life alone". Sunday Herald Sun. hlm. 025.
  135. ^ "Maude Flanders will likely leave Simpsons". The Record. Februari 5, 2000. hlm. F04.
  136. ^ Basile, Nancy. "There's a New Maude in Town". About.com Entertainment. About.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 3, 2016. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  137. ^ Weber, Wendy Fox (November 1, 2002). "TV Tip: The Simpsons". Naperville Sun. hlm. 12.
  138. ^ Husted, Bill (Juni 1, 2003). "Maggie's back". The Denver Post. hlm. F-02.
  139. ^ "'Fresh Air' Reflects: 'Simpsons' Writer Al Jean (audio interview)". Fresh Air. National Public Radio. Juli 26, 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 4, 2008. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  140. ^ Jean, Al (2003). Commentary for "Mr. Lisa Goes to Washington". The Simpsons: The Complete Third Season (DVD). 20th Century Fox.
  141. ^ Suarez, Greg (Februari 10, 2001). "Greg Suarez talks Simpsons with Al Jean". The Digital Bits. Diarsipkan dari asli tanggal Mei 11, 2008. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  142. ^ Gibron, Bill (Mei 26, 2005). "The Simpsons". PopMatters.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juni 22, 2011. Diakses tanggal Agustus 11, 2011.
  143. ^ Turner 2004, hlm. 326.
  144. ^ "Simpsons challenged over Rio 'jokes'". BBC News. April 9, 2002. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 5, 2011. Diakses tanggal April 21, 2011.
  145. ^ Turner 2004, hlm. 325.
  146. ^ Bellos, Alex (April 9, 2002). "Doh! Rio blames it on The Simpsons". The Guardian. London. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 26, 2013. Diakses tanggal April 21, 2011.
  147. ^ Jean, Al (2010). DVD extra "Blame It On the Monkeys". The Simpsons: The Complete Thirteenth Season (DVD). 20th Century Fox.
  148. ^ Orecklin, Michele (April 22, 2002). "!Ay, Caramba!". Time. Diarsipkan dari asli tanggal Februari 7, 2009. Diakses tanggal September 18, 2011.
  149. ^ Groening, Matt; Al Jean, Jeffrey Lynch, Mike Reiss, David Silverman (2004). Commentary for "Whacking Day". The Simpsons: The Complete Fourth Season (DVD). 20th Century Fox.{{cite AV media}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  150. ^ Grala, Alyson. "A Salute to the Simpsons" (PDF). License Mag. hlm. 14. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal September 25, 2007. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  151. ^ "'Simpsons' Cast Goes Back To Work". CBS News. Mei 1, 2004. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 13, 2008. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  152. ^ Peter Sheridan (Mei 6, 2004). "Meet the Simpsons". Daily Express.
  153. ^ Michael Schneider (Mei 19, 2008). "Still no deal for 'Simpsons' cast". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 27, 2010. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  154. ^ a b "Simpsons to reveal gay character". BBC News. Juli 28, 2004. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 24, 2009. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  155. ^ "Inventory: 15 Simpsons Moments That Perfectly Captured Their Eras". The A.V. Club. July 23, 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 7, 2011. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  156. ^ Kennerley, David (Februari 22, 2005). "Simpsons Episode Offers Fresh, Funny Take on Gay Marriage". AfterEllen.com. Diarsipkan dari asli tanggal Oktober 21, 2012. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  157. ^ "Simpsons' gay character is Patty". BBC News. Februari 21, 2005. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Februari 1, 2009. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  158. ^ Fleming, Michael (April 2, 2006). "Homer going to bat in '07". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 12, 2011. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  159. ^ Edward Douglas (Juli 24, 2007). "The Creators of The Simpsons Movie!". Comingsoon.net. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 19, 2021. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  160. ^ Dave Itzkoff (Mei 6, 2007). "D'oh! They're Still Tinkering With Homer". New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 26, 2021. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  161. ^ Matt Groening (Summer 2007). "The 12 steps to making a Simpsons movie". Total Film Issue 130. hlm. 84–85.
  162. ^ Dan Snierson. "'Simpsons Movie': Homer's Odyssey". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari asli tanggal Agustus 22, 2007. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  163. ^ Dave West (Juli 7, 2007). "Groening: 'Simpsons Movie' will be emotional". Digital Spy. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 26, 2021. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  164. ^ "Simpsons launch hits Springfield". BBC News. Juli 21, 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 18, 2007. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  165. ^ "Weekend Box Office July 27–29, 2007". Box Office Mojo. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 18, 2021. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  166. ^ Rich, Joshua (Juli 30, 2007). "Raking in the d'oh!". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 18, 2021. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  167. ^ Segers, Frank (Juli 29, 2007). ""Simpsons Movie" rules foreign box office". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 18, 2021. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  168. ^ Kolan, Patrick (Juli 30, 2007). "Simpsons Movie Breaks Records". IGN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 7, 2007. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  169. ^ "The Simpsons Movie". Box Office Mojo. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 8, 2012. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  170. ^ "The Simpsons Movie (2007)". Rotten Tomatoes. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 18, 2021. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  171. ^ "Simpsons Movie, The". Metacritic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 18, 2021. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  172. ^ Leopold, Todd (Desember 14, 2009). "Is it time for 'The Simpsons' to 'g'oh'?". CNN. Diarsipkan dari asli tanggal Desember 5, 2010. Diakses tanggal Agustus 11, 2011.
  173. ^ Hyden, Steven; Nathan Rabin (Juli 26, 2007). "Crosstalk: Is It Time For The Simpsons To Call It A Day?". A.V. Club. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 25, 2011. Diakses tanggal Agustus 11, 2011.
  174. ^ Wilson, Benji (Januari 9, 2010). "The writer". Radio Times. hlm. 16.
  175. ^ "How Will TV Strike Affect Viewers". The Showbuzz. November 2, 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 13, 2008. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  176. ^ "Simpsons cast sign new pay deal". BBC News. Juni 3, 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juni 20, 2018. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  177. ^ Wallace, Lewis (Januari 13, 2009). "Simpsons Poster Contest Will Have Fans Seeing Yellow". Wired. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 1, 2009. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  178. ^ Ward, Kate (Juli 13, 2009). "Morgan Spurlock tapped for 'The Simpsons' 20th anniversary special". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari asli tanggal Juli 17, 2009. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  179. ^ Basile, Nancy. "The Simpsons 20th Anniversary Special". About.com Entertainment. About.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 19, 2011. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  180. ^ "Fox announces 2009–2010 midseason schedule". FoxFlash. November 24, 2009. Diarsipkan dari asli tanggal Oktober 13, 2013. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  181. ^ "Springfield or bust! A new neighbor is coming to town with "The Simpsons" character contest". FoxFlash. Oktober 16, 2009. Diarsipkan dari asli tanggal Januari 30, 2010. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  182. ^ "Fan to create Simpsons character". BBC News. Oktober 16, 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 24, 2011. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  183. ^ Elber, Lynn (November 19, 2009). "Ricardo Bomba: New "Simpsons" Character Contest Winner Chosen!". The Huffington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 9, 2011. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  184. ^ Adalian, Josef (Februari 12, 2009). "Sunday's 'Simpsons' Goes HD, Updates Title Sequence". TVWeek. Diarsipkan dari asli tanggal Agustus 1, 2013. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  185. ^ "Simpsons' stamps unveiled". Sify News. Diarsipkan dari asli tanggal November 19, 2011. Diakses tanggal Agustus 15, 2011.
  186. ^ "'Simpsons' stamps to hit post offices (d'oh!)". CNN. April 9, 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 24, 2009. Diakses tanggal Agustus 15, 2011.
  187. ^ "The Simpsons stamps launched in US". Newslite. Mei 8, 2009. Diarsipkan dari asli tanggal Agustus 28, 2009. Diakses tanggal Agustus 15, 2011.
  188. ^ "The Simpsons get postage stamps". BBC News. April 1, 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 2, 2009. Diakses tanggal Agustus 15, 2011.
  189. ^ Szalai, George (April 1, 2009). "Postal Service launching 'Simpsons' stamps". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari asli tanggal Januari 10, 2011. Diakses tanggal Agustus 15, 2011.
  190. ^ Owen, Rob (Januari 21, 2003). "TV Notes: 'Simpsons' breaks record with contract renewal". Pittsburgh Post-Gazette. Diarsipkan dari asli tanggal Januari 11, 2012. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  191. ^ Keveney, Bill (September 28, 2008). "'The Simpsons' Hits a Landmark". ABC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 2, 2008. Diakses tanggal Agustus 9, 2011.
  192. ^ Allen, Nick (September 26, 2011). "Woo Hoo! The Simpsons could be given their very own TV channel". The Daily Telegraph. London. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 29, 2011. Diakses tanggal Oktober 15, 2011.
  193. ^ Lieberman, David (Oktober 4, 2011). "Would 'The Simpsons' Be Worth More Dead Or Alive?". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 9, 2011. Diakses tanggal Oktober 15, 2011.
  194. ^ Schneider, Michael (Oktober 11, 2011). "The Simpsons Executive Producer Al Jean on How the Show Was Saved". TV Guide. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 14, 2011. Diakses tanggal Oktober 19, 2011.
  195. ^ Snierson, Dan (Oktober 4, 2011). "'Simpsons' studio says show cannot continue without cutting costs". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari asli tanggal Oktober 6, 2011. Diakses tanggal Oktober 6, 2011.
  196. ^ Molloy, Tim (Oktober 6, 2011). ""Simpsons" deadline for voice actors looms". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 23, 2016. Diakses tanggal Oktober 15, 2011.
  197. ^ Andreeva, Nellie (Oktober 7, 2011). "'Simpsons' Co-Star Speaks Out On Contract Negotiation Stalemate". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 15, 2011. Diakses tanggal Oktober 15, 2011.
  198. ^ Block, Alex Ben (Oktober 7, 2011). "'The Simpsons' Renewed for Two More Seasons". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 10, 2011. Diakses tanggal Oktober 15, 2011.
  199. ^ Hagey, Keach (November 15, 2013). "'The Simpsons' To Air Reruns on FXX". Wall Street Journal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Februari 14, 2017. Diakses tanggal Agustus 4, 2017.
  200. ^ Poniewozik, James (Juli 22, 2014). "Hello, Simpsons World. Goodbye, the Rest of Your Life". Time. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 21, 2014. Diakses tanggal Agustus 18, 2014.
  201. ^ Andreeva, Nellie (Februari 6, 2019). "'The Simpsons' Renewed For Seasons 31 & 32 By Fox". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Februari 6, 2019. Diakses tanggal Februari 29, 2020.
  202. ^ Marsh, Sarah (Maret 8, 2019). "Simpsons producers withdraw Michael Jackson episode". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 24, 2021. Diakses tanggal Maret 9, 2019.
  203. ^ Ferguson, LaToya (November 14, 2019). "Disney+ Is Missing the Michael Jackson Episode of 'The Simpsons'". IndieWire. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juni 3, 2021. Diakses tanggal Juni 3, 2021.
  204. ^ Andreeva, Nellie (Mei 14, 2019). "Freeform To Share 'The Simpsons' Off-Network Rights With FXX". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 4, 2019. Diakses tanggal Februari 29, 2020.
  205. ^ "The animated short before Disney's Onward will be of ... The Simpsons?". The Week. Februari 28, 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Februari 29, 2020. Diakses tanggal Februari 29, 2020.
  206. ^ Andreeva, Nellie (Maret 3, 2021). "'The Simpsons' Renewed For Seasons 33 & 34 By Fox". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 14, 2021. Diakses tanggal Agustus 18, 2021.
  207. ^ Petski, Denise; Andreeva, Nellie (Januari 26, 2023). "The Simpsons, Family Guy & Bob's Burgers Renewed For Two Additional Seasons Through 2024-25". Deadline Hollywood.
  208. ^ O'Rourke, Ryan (Oktober 27, 2025). "'The Simpsons' Loses a Key Member After 25 Years". Collider. Diakses tanggal Oktober 27, 2025.
  209. ^ Jean, Al [@AlJean] (27 Oktober 2025). "Thank you for watching @TheSimpsons tonight ... next week the last (Simpsons) episode I'll showrun (at least for now) although as always I'm still thrilled to work on the show. 11/2 an episode by a brilliant new director and a writer I am never satisfied with ..." (Kicauan). Diakses tanggal 27 Oktober 2025 – via X (sebelumnya Twitter).
  210. ^ Otterson, Joe (April 2, 2025). "'The Simpsons,' 'Family Guy,' 'Bob's Burgers' Renewed for Four More Seasons, 'American Dad' Officially Returning to Fox". Variety (dalam bahasa American English). Diakses tanggal April 3, 2025.
  211. ^ Lang, Jamie (Juni 12, 2025). "'The Fans Are More Intense Than Ever': Matt Groening, David Silverman and Matt Selman on 'The Simpsons' Enduring Appeal". Variety. Diakses tanggal Juli 7, 2025.
  212. ^ Rubin, Rebecca (September 29, 2025). "'Simpsons' Movie Sequel Sets Summer 2027 Release Date". Variety. Diakses tanggal September 29, 2025.
  213. ^ @Variety (29 September 2025). ""The Simpsons 2" is officially in the works and set to release in theaters on July 23, 2027. The film has taken the place of an untitled Marvel project, which has been removed from the studio's schedule" (Kicauan). Diakses tanggal 6 Oktober 2025 – via X (sebelumnya Twitter).
  214. ^ Bonno-Smith, Rianna de (Desember 5, 2025). "The Simpsons Movie 2's Release Date Changes With Hilarious Homer Announcement". Screen Rant. Diakses tanggal Desember 5, 2025.
Bibliografi

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.