Lisa Simpson
| Lisa Simpson | |
|---|---|
| Tokoh The Simpsons | |
| Penampilan perdana |
|
| Pencipta | |
| Perancang | Matt Groening |
| Pengisi suara | Yeardley Smith |
| Informasi dalam cerita | |
| Nama lengkap | Lisa Marie Simpson |
| Pekerjaan | Siswa kelas 2 di Sekolah Dasar Springfield |
| Agama | Buddha (sebelumnya Kristen) |
| Kewarganegaraan | Amerika |
| Rumah | 742 Evergreen Terrace, Springfield, Amerika Serikat |
| Keluarga |
|
| Kerabat |
|
Lisa Marie Simpson[1] adalah karakter fiksi dan salah satu protagonis utama dalam serial komedi situasi animasi televisi The Simpsons. Ia adalah anak tengah dari Keluarga Simpson. Diisi suaranya oleh Yeardley Smith, Lisa lahir sebagai karakter dalam The Tracey Ullman Show cuplikan berjudul "Good Night" pada 19 April 1987. Kartunis Matt Groening menciptakan dan mendesainnya saat sedang menunggu untuk bertemu James L. Brooks. Groening awalnya diundang untuk mempresentasikan sebuah seri cuplikan berdasarkan komik strip miliknya, Life in Hell, tetapi ia memutuskan untuk membuat serangkaian karakter baru sebagai gantinya. Ia menamai anak perempuan tertua keluarga Simpson ini dari nama adik perempuannya, Lisa Groening Bartlett. Setelah muncul di The Tracey Ullman Show selama tiga tahun, keluarga Simpson dipindahkan ke serial mereka sendiri di Fox, yang memulai debutnya pada 17 Desember 1989. Lisa telah muncul di setiap episode The Simpsons kecuali dalam episode "Carl Carlson Rides Again".
Cerdas, baik hati, dan memiliki hasrat besar terhadap planet serta semua makhluk hidup, Lisa Simpson adalah anak kedua dari Homer dan Marge. Ia adalah adik perempuan dari Bart, dan kakak perempuan dari Maggie. Di usianya yang baru 8 tahun, kecerdasan Lisa yang tinggi serta pandangan politik sayap kirinya menciptakan jarak antara dirinya dan anak-anak lain seusianya. Ia adalah seorang penyendiri dan terasing dari lingkungan sosialnya. Lisa adalah seorang vegan, seorang pecinta buku, seorang aktivis lingkungan yang kuat, seorang feminis, dan seorang Buddha. Karakter Lisa berkembang berkali-kali sepanjang berjalannya acara: ia menjadi seorang vegetarian pada musim 7, berpindah keyakinan menjadi Buddha pada musim 13, dan menjadi vegan pada musim 32. Sebagai seorang liberal dan aktivis perdamaian, kesetaraan, serta lingkungan yang gigih, Lisa mengadvokasi berbagai gerakan politik (misalnya menentang apartheid di Afrika Selatan dan mendukung gerakan kemerdekaan Tibet) yang membuatnya bertentangan dengan sebagian besar masyarakat Springfield. Namun, ia juga terkadang tidak toleran terhadap pendapat yang berbeda dari pendapatnya sendiri, sering kali menolak untuk mempertimbangkan perspektif alternatif dan menunjukkan sikap merasa paling benar. Di waktu luangnya, Lisa menikmati banyak hobi seperti membaca dan memainkan saksofon bariton. Ia telah muncul di media lain yang berkaitan dengan The Simpsons—termasuk permainan video, The Simpsons Movie, The Simpsons Ride, iklan, dan buku komik—serta menginspirasi berbagai macam lini cenderamata.
Yeardley Smith awalnya mencoba mengikuti audisi untuk peran Bart, sementara Nancy Cartwright (yang kemudian terpilih sebagai pengisi suara Bart) mencoba audisi untuk Lisa. Para produser menganggap suara Smith terlalu tinggi untuk seorang anak laki-laki, sehingga ia diberikan peran Lisa. Dalam cuplikan-cuplikan acara Tracey Ullman Show, Lisa digambarkan mirip seperti "Bart versi perempuan" yang meniru kejahilan kakaknya, tetapi seiring berjalannya serial ini, ia berkembang menjadi suara nalar yang liberal, yang menuai pujian sekaligus kritik dari para penggemar acara tersebut. Karena gaya rambutnya yang unik dan runcing, banyak animator menganggap Lisa sebagai karakter Simpsons yang paling sulit untuk digambar.
TV Guide menempatkannya di peringkat ke-11 (bersama Bart) dalam daftar "Top 50 Greatest Cartoon Characters of All Time" (50 Karakter Kartun Terbesar Sepanjang Masa). Kepedulian lingkungannya diterima dengan sangat baik; beberapa episode yang menampilkannya telah memenangkan Penghargaan Genesis dan Penghargaan Media Lingkungan, termasuk penghargaan khusus "board of directors Ongoing Commitment Award" pada tahun 2001. People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) memasukkan Lisa ke dalam daftar "Most Animal-Friendly TV Characters of All Time" (Karakter TV Paling Ramah Hewan Sepanjang Masa). Yeardley Smith memenangkan sebuah Primetime Emmy Award untuk Penampilan Pengisian Suara Terbaik pada tahun 1992, dan Lisa bersama keluarganya dianugerahi sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame pada tahun 2000.
The Simpsons menggunakan konsep lini masa mengambang di mana karakter-karakternya tidak menua secara fisik. Acara ini secara terus-menerus berlatar pada tahun penayangannya (kecuali untuk kilas balik dan kilas masa depan yang sesekali muncul). Dalam beberapa episode, peristiwa-peristiwa tertentu dikaitkan dengan periode waktu yang spesifik, meskipun lini masa ini bertentangan di episode-episode berikutnya.[2] Tahun kelahiran Lisa disebutkan dalam "Lisa's First Word" (musim 4, 1992) sebagai tahun 1984, tepat selama pelaksanaan Olimpiade Musim Panas 1984.[3] Namun, episode "That '90s Show" (musim 19, 2008) membantah banyak latar belakang cerita yang telah mapan; contohnya, episode tersebut menyajikan Homer dan Marge sebagai pasangan yang belum memiliki anak di akhir tahun 1990-an.[4][5] Meskipun demikian, Lisa digambarkan berusia 8 tahun.[6] Lisa adalah seorang pencinta musik, dengan jazz sebagai genre favoritnya; ia secara khusus memilih album tahun 1957 karya Miles Davis yang berjudul Birth of the Cool sebagai album favoritnya.[7] Ia sangat menyukai dan mahir bermain saksofon, serta berteman dengan musisi jazz Bleeding Gums Murphy, yang ia anggap sebagai idolanya. Murphy membantu membangkitkan Lisa dari depresinya dalam "Moaning Lisa" (musim 1, 1990).[8] Ia kemudian sangat berduka atas kematian Murphy dalam episode "'Round Springfield" (musim 6, 1995).[9]
Lisa telah menjalin beberapa hubungan singkat dengan anak laki-laki, termasuk Ralph Wiggum dalam "I Love Lisa" (musim 4, 1993),[10] Nelson Muntz dalam "Lisa's Date with Density" (musim 8, 1996),[11] dan Colin dalam The Simpsons Movie (2007).[12] Sahabat baik Bart, Milhouse Van Houten, memiliki perasaan cinta padanya, tetapi meskipun telah memberikan petunjuk yang sangat jelas tentang perasaannya, ia tidak pernah berhasil memenangkan hati Lisa. Pengisi suara Lisa, Yeardley Smith, mengatakan bahwa Muntz akan menjadi pasangan yang cocok untuk Lisa.[13] Pada tahun 2019, penanggung jawab produksi (showrunner) Simpsons, Al Jean, mengatakan bahwa ia melihat Lisa "kemungkinan adalah seorang poliamori" di masa depan.[14] Dalam episode Musim 23 berjudul "Holidays of Future Passed", Lisa diperlihatkan memegang tangan seorang wanita berambut gelap yang tidak disebutkan namanya dalam sebuah foto, dan kemudian diperlihatkan dalam foto kedua di mana ia memegang tangan dua wanita berbeda sekaligus, yang mengisyaratkan sifat poliamori; ia nantinya berakhir bersama Milhouse. Namun, episode ini dianggap tidak masuk dalam kontinuitas resmi (non-canon).[15][16][17][14]
Di usianya yang baru 8 tahun, kecerdasan Lisa yang tinggi serta pandangan politik sayap kirinya menciptakan jarak antara dirinya dan anak-anak lain seusianya. Ia adalah seorang penyendiri dan terasing dari lingkungan sosialnya. Lisa adalah seorang Vegan, seorang pecinta buku, seorang aktivis lingkungan yang kuat, seorang feminis, dan seorang Buddhis. Karakter Lisa berkembang berkali-kali sepanjang berjalannya acara: ia menjadi seorang vegetarian pada musim 7, berpindah keyakinan menjadi Buddhis pada musim 13, dan menjadi vegan pada musim 32. Sebagai seorang liberal dan aktivis perdamaian, kesetaraan, serta lingkungan yang gigih, Lisa mengadvokasi berbagai gerakan politik (misalnya menentang apartheid di Afrika Selatan dan mendukung gerakan kemerdekaan Tibet) yang membuatnya bertentangan dengan sebagian besar masyarakat Springfield. Namun, ia juga terkadang tidak toleran terhadap pendapat yang berbeda dari pendapatnya sendiri, sering kali menolak untuk mempertimbangkan perspektif alternatif dan menunjukkan sikap merasa paling benar. Di waktu luangnya, Lisa menikmati banyak hobi seperti membaca dan memainkan saksofon bariton. Lisa adalah anggota paling intelektual di keluarga Simpson (ia memiliki IQ sebesar 159), dan banyak episode dari serial ini berfokus pada perjuangannya untuk berbagai gerakan sosial.[18] Lisa sering kali menjadi fokus dalam episode-episode yang memiliki "sudut pandang moral atau filosofis yang nyata", yang menurut mantan penulis David S. Cohen terjadi karena "penonton benar-benar percaya bahwa ia peduli tentang hal tersebut."[19] Keyakinan politik Lisa umumnya berhaluan sayap kiri serta liberal, dan ia sering menyanggah pandangan orang lain. Ia adalah seorang vegetarian, feminis, aktivis lingkungan, dan pendukung hak-hak gay, layanan kesehatan universal, serta gerakan Pembebasan Tibet.[20][21] Dalam pesan Natal khusus untuk Inggris pada tahun 2004, Lisa menunjukkan dukungannya terhadap nasionalisme Cornwall, bahkan berbicara dalam bahasa Cornwall untuk menyampaikan pesannya.[22] Meskipun mendukung cita-cita umum gereja Kristen tempat ia dibesarkan, Lisa menjadi seorang Buddhis yang taat dalam episode "She of Little Faith" (musim 13, 2001) setelah ia mempelajari tentang Jalan Mulia Berunsur Delapan.[23]
Lisa, terlepas dari statusnya sebagai anak ajaib, sering kali memandang dirinya sendiri sebagai orang yang tidak cocok berada di dalam keluarga Simpson dan di antara anak-anak lain karena memiliki tingkat kecerdasan yang luar biasa tinggi. Ia menunjukkan karakteristik yang jarang terlihat di Springfield, termasuk spiritualitas dan komitmen pada jalan damai,[24] serta tampak jauh lebih peduli dengan urusan dunia daripada kehidupannya sendiri di Springfield,[25] dengan pemberontakannya terhadap norma sosial digambarkan sebagai hal yang konstruktif dan heroik, meskipun ia bisa menjadi merasa paling benar pada waktu-waktu tertentu.[26] Dalam "Lisa the Vegetarian", rasa kebenaran moral yang meningkat menyebabkannya mengacaukan acara pesta barbekyu babi panggang ayahnya, sebuah tindakan yang kemudian ia sesali dan mintai maaf. Seperti kebanyakan anak seusianya, ia berpikir dalam bentuk gambar daripada kata-kata.[27] Episode-episode acara ini sering kali menyindir idealisme Lisa.[28] Dalam "Bart Star" (musim sembilan, 1997), Lisa, yang menyimpang dari sifatnya yang biasanya lebih tulus dan tampaknya sedang mencari gerakan baru untuk dikampanyekan,[29] dengan berani menyatakan bahwa ia, sebagai seorang anak perempuan, ingin bergabung dengan tim sepak bola Amerika (football). Pada tahun 1990-an, mengizinkan seorang anak perempuan bermain sepak bola Amerika dianggap sebagai hal yang aneh. Namun, ketika pelatih Ned Flanders mengungkapkan bahwa beberapa anak perempuan sudah bermain untuk tim tersebut, ia ragu-ragu dan mengklaim bahwa sepak bola Amerika "bukanlah dunianya". Ia kemudian menyatakan ketidaksukaannya pada bola yang terbuat dari kulit babi, tetapi salah satu anak perempuan memberi tahunya bahwa bola mereka bersifat sintetis dan keuntungannya disumbangkan ke Amnesty International. Kecewa karena tidak dapat memperoleh keunggulan moral, Lisa pun berlari pergi.[30]
Lisa dikatakan memiliki IQ sebesar 159,[31] dan dalam episode "They Saved Lisa's Brain" (musim sepuluh, 1999), ia menjadi anggota dari cabang Springfield untuk Mensa.[32] Bahkan sebelum menjadi seorang Buddhis, Lisa terkadang terlihat sedang bermeditasi.[33] Ketika tidak dapat bersekolah karena adanya aksi mogok kerja guru dalam "The PTA Disbands" (musim enam, 1995), ia mengalami gejala sakau karena hilangnya pujian secara tiba-tiba.[34] Ia bahkan meminta ibunya untuk memberinya nilai tanpa alasan yang jelas.[35] Dalam buku Planet Simpson, Chris Turner menulis bahwa sifat-sifat ini membuat Lisa menjadi lebih realistis karena "Tidak ada karakter yang dapat mendekati realisme tanpa memiliki beberapa kelemahan yang sangat manusiawi."[34]
Meskipun ia bijaksana melampaui usianya, Lisa memiliki masalah khas anak-anak, yang terkadang memerlukan campur tangan orang dewasa. Salah satu episode yang menunjukkan hal ini adalah "See Homer Run" (musim tujuh belas, 2005) di mana ia mengalami kondisi perkembangan yang menyebabkannya mendapat masalah di sekolah.[36] Dalam "Lost Our Lisa" (musim sembilan, 1998), ia menipu Homer agar mengizinkannya naik bus sendiri, hanya untuk kemudian tersesat tanpa harapan dan membutuhkan bantuan dari ayahnya.[37] Chris Turner menulis dalam Planet Simpson bahwa insiden seperti ini menggambarkan bahwa "Bahkan ketika Lisa sedang menceramahi seperti seorang profesor perguruan tinggi atau mengadakan aksi protes lainnya, ia tidak pernah menjadi orang dewasa penuh yang terjebak di dalam tubuh seorang anak-anak."[36] Dalam buku The Simpsons and Philosophy: The D'oh! of Homer, Aeon J. Skoble menyatakan bahwa meskipun Lisa adalah seorang intelektual, ia tetap digambarkan sebagai karakter yang menikmati aktivitas masa kecil dan anak perempuan yang normal, bermain dengan boneka Malibu Stacy, menyukai kuda poni, terobsesi dengan idola remaja seperti Corey, dan menonton en:The Itchy & Scratchy Show bersama Bart. Ia menulis, "Seseorang mungkin berargumen bahwa ini adalah perilaku masa kecil yang khas, tetapi karena dalam banyak kasus Lisa disajikan bukan sekadar sebagai anak ajaib melainkan sebagai sosok yang bijaksana sebelum waktunya, kegemarannya pada Itchy & Scratchy dan Corey tampaknya disorot, mengambil signifikansi yang lebih besar. Lisa digambarkan sebagai perwujudan logika dan kebijaksanaan, tetapi kemudian ia juga memuja Corey sehingga ia 'tidak lebih baik [dari kita semua]'."[38] Lisa terkadang khawatir bahwa kebiasaan membosankan keluarganya akan menular padanya, seperti dalam episode "Lisa the Simpson" (musim sembilan, 1998) di mana ia khawatir bahwa "gen Simpson" akan membuatnya menjadi orang bodoh, sebelum akhirnya mengetahui bahwa gen tersebut hanya diturunkan melalui garis keturunan laki-laki.[39][40]
Ia juga khawatir bahwa Maggie akan tumbuh menjadi seperti anggota keluarga lainnya dan mencoba mengajarinya ide-ide yang kompleks. Chris Turner menulis dalam Planet Simpson bahwa "Lisa memulai perjalanan untuk menemukan pelipur lara bagi jiwanya yang merindu ... tetapi sumber kebenaran paling andal yang ia temukan adalah sumber yang selalu ia percayai: keluarganya. Dari keluarga Simpson yang lain pulalah Lisa menarik stabilitas, makna, dan kepuasan."[41] Kesetiaannya pada keluarganya paling jelas terlihat dalam kilas masa depan "Lisa's Wedding" (musim enam, 1995), di mana ia harus menyelaraskan cintanya kepada mereka dengan rasa tidak suka dari tunangannya yang terpelajar.[42] Dalam episode "Mother Simpson" (musim tujuh, 1995), ia bertemu dengan nenek dari pihak ayahnya, Mona Simpson, untuk pertama kalinya.[43] Mona juga merupakan sosok yang banyak membaca dan pandai berbicara, dan para penulis menggunakan karakter ini sebagai cara untuk menjelaskan asal-usul kecerdasan Lisa.[44]
Matt Groening memikirkan konsep Lisa dan anggota keluarga Simpson lainnya pada tahun 1986 di lobi kantor produser James L. Brooks. Groening dipanggil untuk mempresentasikan ide serial cuplikan animasi untuk The Tracey Ullman Show dan awalnya berniat mengajukan adaptasi dari komik strip miliknya, Life in Hell. Ketika ia menyadari bahwa menganimasikan Life in Hell akan mengharuskannya melepaskan hak penerbitan atas karyanya tersebut, Groening mengambil arah lain,[45] lalu dengan tergesa-gesa membuat sketsa versinya tentang sebuah keluarga disfungsional, yang dinamai berdasarkan nama anggota keluarganya sendiri. Lisa dinamai dari nama adik perempuan Groening sendiri, tetapi hanya sedikit hal lain yang didasarkan pada adiknya tersebut.[46] Dalam cuplikan-cuplikan The Tracey Ullman Show, Lisa tidak menunjukkan kecerdasan seperti yang kemudian melekat pada dirinya. Ia lebih menyerupai "Bart versi perempuan" dan awalnya hanya digambarkan sebagai "anak tengah", tanpa banyak kepribadian.
Lisa membuat debut singkatnya bersama seluruh keluarga Simpson pada 19 April 1987, dalam The Tracey Ullman Show cuplikan berjudul "Good Night".[47] Pada 17 Desember 1989, cuplikan-cuplikan tersebut diadaptasi menjadi The Simpsons, sebuah serial berdurasi setengah jam di Fox Broadcasting Company.[45]

Seluruh keluarga Simpson didesain agar mudah dikenali hanya dari bayangannya (siluet) saja.[48] Keluarga ini awalnya digambar secara kasar karena Groening hanya menyerahkan sketsa dasar kepada para animator dengan asumsi mereka akan merapikannya; sebaliknya, para animator justru langsung menjiplak gambar kasarnya. Ciri fisik Lisa umumnya unik. Dalam beberapa episode awal, karakter latar belakang minor terkadang memiliki garis rambut yang serupa. Namun, pada musim-musim berikutnya, tidak ada karakter lain selain Maggie yang memiliki garis rambut seperti dirinya.[49] Saat mendesain Lisa, Groening mengaku "tidak mau ambil pusing untuk memikirkan gaya rambut anak perempuan". Pada saat itu, Groening terutama menggambar dalam format hitam putih; ketika mendesain Lisa dan Maggie, ia "hanya memberi mereka gaya rambut runcing seperti bintang laut ini, tanpa berpikir bahwa mereka nantinya akan digambar dalam format berwarna".[50]
Untuk menggambar kepala dan rambut Lisa, sebagian besar animator acara menggunakan apa yang mereka sebut sebagai "susunan tiga-tiga-dua". Prosesnya dimulai dengan sebuah lingkaran, dengan dua garis melengkung (satu vertikal, satu horizontal) yang berpotongan di tengah untuk menunjukkan garis matanya. Garis vertikal berlanjut ke luar lingkaran untuk membuat satu ujung rambut, dengan dua ujung rambut lagi ditambahkan ke arah belakang kepalanya. Tiga ujung rambut lagi kemudian ditambahkan di bagian depan (ke arah hadapan Lisa), dengan dua ujung rambut lagi di belakangnya.[51] Beberapa animator Simpsons, termasuk Pete Michels dan David Silverman, menganggap Lisa sebagai karakter Simpsons yang paling sulit untuk digambar.[52] Silverman menjelaskan bahwa "kepalanya sangat abstrak" karena gaya rambutnya tersebut.[53]
Sementara peran Homer dan Marge diberikan kepada Dan Castellaneta dan Julie Kavner karena mereka sudah menjadi bagian dari jajaran pemain Tracey Ullman Show,[54] para produser memutuskan untuk mengadakan audisi untuk peran Bart dan Lisa. Nancy Cartwright awalnya berniat mengikuti audisi untuk peran Lisa, tetapi ia tidak menyukai deskripsi karakternya yang hambar—Lisa hanya digambarkan sebagai "anak tengah"—dan memilih membaca naskah untuk peran Bart sebagai gantinya.[55][56] Direktur pemilihan pemain (casting director) Bonita Pietila membawa Yeardley Smith untuk mengikuti audisi setelah melihat penampilannya dalam sandiwara Living on Salvation Street. Smith awalnya ragu-ragu untuk mengikuti audisi serial animasi, tetapi agennya berhasil meyakinkannya untuk mencobanya. Smith awalnya mengikuti audisi untuk peran Bart tetapi Pietila menganggap suaranya terlalu tinggi. Smith kemudian mengenang: "Suara saya selalu terdengar terlalu seperti perempuan, saya membaca dua baris naskah sebagai Bart dan mereka berkata, 'Terima kasih sudah datang!'"[57][58] Pietila akhirnya menawarkan peran Lisa kepada Smith sebagai gantinya.[59]

Smith dan para penulis acara bekerja sama untuk memberikan kepribadian yang lebih jelas pada Lisa, dan karakternya berkembang pesat selama serial ini berjalan. Dalam memoar tahun 2000 miliknya yang berjudul My Life as a 10-Year-Old Boy, Cartwright menulis: "dengan kecerdasan yang cemerlang dari para penulis dan interpretasi Yeardley Smith yang ironis, tajam, dan jujur apa adanya, ia telah membuat Lisa menjadi lentera kepemimpinan yang terang, penuh kasih asih dan kompetensi yang melampaui usianya. Lisa Simpson adalah tipe anak yang tidak hanya kita inginkan bagi anak-anak kita sendiri tetapi juga tipe anak yang kita inginkan bagi semua anak. Namun, pada saat itu, di The Tracey Ullman Show, ia hanyalah seorang anak animasi berusia delapan tahun yang tidak memiliki kepribadian."
Lisa adalah satu-satunya karakter reguler yang diisi suaranya oleh Smith, yang sedikit menaikkan nada suaranya untuk peran tersebut.[60] Dalam beberapa episode awal, ia sempat mengisi beberapa suara lengkingan dan bagian berbicara Maggie yang sesekali muncul, serta telah mengisi suara karakter lain pada kesempatan yang sangat langka.[61] Karakter-karakter tersebut biasanya merupakan turunan dari Lisa, seperti Lisa Bella dalam episode "Last Tap Dance in Springfield" (musim 11, 2000) dan Lisa, Jr. dalam episode "Missionary: Impossible" (musim 11, 2000).[62]
Ini adalah sebuah kebetulan yang membahagiakan. Ketika ia terpilih pada tahun 1987, saya hanya menyukai suara karakternya. Ia juga seorang aktris yang hebat. Secara umum, orang-orang yang mencari nafkah dengan mengisi suara kartun tidak selalu cocok untuk kami. Sebagian besar kartun menginginkan hal-hal yang bersemangat dan bergaya kartun banget. Yeardley dapat melewati momen-momen emosi yang luar biasa dan memerasnya demi menampilkan kemampuan terbaiknya.
—Matt Groening on Smith's vocal style[63]
Meskipun Lisa sangat terkenal, Smith jarang dikenali di tempat umum, dan ia tidak keberatan dengan hal tersebut. Ia mengatakan, "Sangat menyenangkan berada di tengah-tengah semua kehebohan tentang acara ini, melihat orang-orang sangat menikmatinya, dan menjadi pengamat yang benar-benar tidak terlihat; orang-orang tidak pernah mengenali saya hanya dari suara saya saja."[64] Dalam sebuah wawancara tahun 2009 dengan The Guardian, ia berkomentar bahwa "Ini adalah pekerjaan terbaik yang pernah ada. Saya sangat bersyukur atas besarnya kebebasan yang diberikan The Simpsons dalam hidup saya."[65] Meskipun Smith menerima penghargaan Primetime Emmy Award untuk Penampilan Pengisian Suara Terbaik pada tahun 1992, ia menganggapnya tidak terlalu penting, dengan mengatakan "ada bagian dari diri saya yang merasa itu bahkan bukan piala Emmy yang sebenarnya." Penghargaan tersebut merupakan kategori Creative Arts yang tidak disiarkan selama siaran utama jam tayang utama (primetime) dan, pada saat itu, merupakan penghargaan berdasarkan keputusan juri langsung tanpa adanya nominasi tertulis. Meski begitu, Smith menganggap pekerjaannya di acara ini sebagai sebuah keberhasilan. "Jika saya harus dikaitkan dengan satu karakter fiksi saja," katanya, "saya akan selalu merasa sangat senang bahwa karakter itu adalah Lisa Simpson." Matt Groening menggambarkan Smith sangat mirip dengan Lisa: "Yeardley memiliki pandangan moral yang kuat tentang karakternya. Beberapa dialog ditulis untuk Lisa yang dibaca oleh Yeardley lalu ia berkata, 'Tidak, saya tidak akan mengatakan itu.'"[63] Mantan penulis Simpsons, Jay Kogen, memuji penampilannya di acara tersebut, khususnya dalam episode "Lisa's Substitute", karena mampu "melangkah melampaui komedi menuju sesuatu yang sangat kuat, serius, dan dramatis."
Hingga tahun 1998, Smith dibayar sebesar $30.000 per episode. Perselisihan gaji meletus pada tahun 1998, di mana pihak Fox mengancam akan mengganti enam pengisi suara utama dengan aktor-aktor baru, bahkan hingga bersiap melakukan audisi untuk suara baru. Perselisihan tersebut segera diselesaikan, dan Smith menerima $125.000 per episode hingga tahun 2004 ketika para pengisi suara menuntut kenaikan gaji menjadi $360.000 per episode.[66] Masalah ini selesai sebulan kemudian,[67] dan Smith mendapatkan $250.000 per episode. Negosiasi gaji baru kembali terjadi pada tahun 2008, dan para pengisi suara saat ini menerima sekitar $400,000 per episode.[68] Tiga tahun kemudian, ketika Fox mengancam akan membatalkan serial tersebut kecuali biaya produksi dipotong, Smith dan anggota pemeran lainnya menerima pemotongan gaji sebesar 30 persen, menjadi sedikit di atas $300.000 per episode.[69]

Dalam cuplikan-cuplikan acara The Tracey Ullman Show, Lisa digambarkan mirip seperti "Bart versi perempuan": sama-sama jail tetapi kekurangan sifat yang unik.[70] Seiring berjalannya serial ini, Lisa mulai berkembang menjadi karakter yang lebih cerdas dan lebih emosional. Ia menunjukkan kecerdasannya dalam episode tahun 1990 berjudul "Krusty Gets Busted" (musim satu), dengan membantu Bart mengungkap rencana jahat Sideshow Bob yang menjebak Krusty the Clown atas tuduhan perampokan bersenjata.[71] Banyak episode yang berfokus pada Lisa memiliki sifat emosional, seperti "Moaning Lisa" (musim satu, 1990). Ide untuk episode ini diajukan oleh James L. Brooks, yang ingin membuat episode emosional yang melibatkan kesedihan Lisa, guna melengkapi banyak "episode penuh lelucon" pada musim pertama.[72]
Dalam episode musim ketujuh berjudul "Lisa the Vegetarian" (1995), Lisa secara permanen menjadi seorang vegetarian, menjadikannya sebagai salah satu karakter televisi jam tayang utama pertama yang mengambil pilihan hidup seperti itu. Episode tersebut ditulis oleh David S. Cohen (dalam kredit penulisan tunggal pertamanya), yang mencatat ide itu suatu hari saat sedang makan siang. Produser eksekutif saat itu, David Mirkin, yang baru saja menjadi vegetarian sendiri, segera menyetujui ide tersebut. Beberapa pengalaman Lisa dalam episode ini didasarkan pada pengalaman pribadi Mirkin sendiri. Episode ini menghadirkan musisi bintang tamu Paul McCartney, seorang vegetarian dan aktivis hak-hak binatang yang gigih. Syarat dari McCartney untuk bersedia tampil adalah bahwa Lisa harus tetap menjadi vegetarian dan tidak kembali lagi ke kebiasaan lama pada minggu berikutnya (sebagaimana yang biasa terjadi pada komedi situasi umum). Sifat tersebut tetap bertahan dan merupakan salah satu dari sedikit perubahan karakter permanen yang dilakukan di acara ini.[73][74][75] Dalam episode musim 13 berjudul "She of Little Faith" (2001), Lisa mengalami perubahan karakter permanen lainnya ketika ia berpindah keyakinan menjadi seorang Buddhis.[76]
Lisa memainkan alat musik saksofon bariton, dan beberapa episode menggunakan hal tersebut sebagai penggerak alur cerita. Menurut Matt Groening, saksofon bariton dipilih karena menurutnya gagasan tentang seorang anak perempuan berusia delapan tahun yang memainkannya adalah hal yang lucu. Ia menambahkan, "Tetapi ia tidak selalu memainkan saksofon bariton karena para animator tidak tahu seperti apa bentuk aslinya, jadi bentuk dan warnanya berubah-ubah dari episode ke episode." Salah satu ciri khas dari sekuens pembuka acara ini adalah bagian solo singkat yang dimainkan Lisa pada saksofonnya setelah dikeluarkan dari kelas musik. Komposer The Simpsons, Alf Clausen, mengatakan bahwa musisi studio yang membawakan bagian solonya tidak mencoba bermain di tingkat kemampuan anak kelas dua sekolah dasar dan sebaliknya "menganggap Lisa sebagai pemain yang sangat hebat."[77] Lisa juga merupakan seorang multi-instrumentalis yang terampil. Selain saksofon, ia juga bisa bermain gitar (seperti yang ditunjukkan dalam "Last Exit to Springfield"), gitar bas (seperti yang ditunjukkan dalam "Whacking Day"), dan piano (seperti yang ditunjukkan dalam "Miracle on Evergreen Terrace").
[Lisa adalah] jiwa yang baik. Saya senang ia sangat penuh kasih asih. Ia bijaksana melampaui usianya. Ia memiliki optimisme yang luar biasa, terlepas dari kenyataan bahwa ia begitu sering merasa kecewa.
Lisa, terlepas dari statusnya sebagai anak ajaib, sering kali memandang dirinya sendiri sebagai orang yang tidak cocok berada di dalam keluarga Simpson dan di antara anak-anak lain karena memiliki tingkat kecerdasan yang luar biasa tinggi. Ia menunjukkan karakteristik yang jarang terlihat di Springfield, termasuk spiritualitas dan komitmen pada jalan damai,[24] serta tampak jauh lebih peduli dengan urusan dunia daripada kehidupannya sendiri di Springfield,[79] dengan pemberontakannya terhadap norma sosial digambarkan sebagai hal yang konstruktif dan heroik, meskipun ia bisa menjadi merasa paling benar pada waktu-waktu tertentu.[80] Dalam "Lisa the Vegetarian", rasa kebenaran moral yang meningkat menyebabkannya mengacaukan acara pesta barbekyu babi panggang ayahnya, sebuah tindakan yang kemudian ia sesali dan mintai maaf. Seperti kebanyakan anak seusianya, ia berpikir dalam bentuk gambar daripada kata-kata.[81] Dalam "Bart Star" (musim sembilan, 1997), Lisa, yang menyimpang dari sifatnya yang biasanya lebih tulus dan tampaknya sedang mencari gerakan baru untuk dikampanyekan,[29] dengan berani menyatakan bahwa ia, sebagai seorang anak perempuan, ingin bergabung dengan tim sepak bola Amerika (football). Pada tahun 1990-an, mengizinkan seorang anak perempuan bermain sepak bola Amerika dianggap sebagai hal yang aneh. Namun, ketika pelatih Ned Flanders mengungkapkan bahwa beberapa anak perempuan sudah bermain untuk tim tersebut, ia ragu-ragu dan mengklaim bahwa sepak bola Amerika "bukanlah dunianya". Ia kemudian menyatakan ketidaksukaannya pada bola yang terbuat dari kulit babi, tetapi salah satu anak perempuan memberi tahunya bahwa bola mereka bersifat sintetis dan keuntungannya disumbangkan ke Amnesty International. Kecewa karena tidak dapat memperoleh keunggulan moral, Lisa pun berlari pergi.[82]
Lisa dikatakan memiliki IQ sebesar 159,[83] and in "They Saved Lisa's Brain" (musim sepuluh, 1999) ia menjadi anggota dari cabang Springfield untuk Mensa.[84] Bahkan sebelum menjadi seorang Buddhis, Lisa terkadang terlihat sedang bermeditasi.[85] Ketika tidak dapat bersekolah karena adanya aksi mogok kerja guru dalam "The PTA Disbands" (musim enam, 1995), ia mengalami gejala sakau karena hilangnya pujian secara tiba-tiba.[86] Dalam buku Planet Simpson, Chris Turner menulis bahwa sifat-sifat ini membuat Lisa menjadi lebih realistis karena "Tidak ada karakter yang dapat mendekati realisme tanpa memiliki beberapa kelemahan yang sangat manusiawi."[34]
Meskipun ia bijaksana melampaui usianya, Lisa memiliki masalah khas anak-anak, yang terkadang memerlukan campur tangan orang dewasa. Salah satu episode yang menunjukkan hal ini adalah "See Homer Run" (musim tujuh belas, 2005) di mana ia mengalami kondisi perkembangan yang menyebabkannya mendapat masalah di sekolah.[36] Dalam "Lost Our Lisa" (musim sembilan, 1998), ia menipu Homer agar mengizinkannya naik bus sendiri, hanya untuk kemudian tersesat tanpa harapan dan membutuhkan bantuan dari ayahnya.[87] Chris Turner menulis dalam Planet Simpson bahwa insiden seperti ini menggambarkan bahwa "Bahkan ketika Lisa sedang menceramahi seperti seorang profesor perguruan tinggi atau mengadakan aksi protes lainnya, ia tidak pernah menjadi orang dewasa penuh yang terjebak di dalam tubuh seorang anak-anak."[36] Dalam buku The Simpsons and Philosophy: The D'oh! of Homer, Aeon J. Skoble menyatakan bahwa meskipun Lisa adalah seorang intelektual, ia tetap digambarkan sebagai karakter yang menikmati aktivitas masa kecil dan anak perempuan yang normal, bermain dengan boneka Malibu Stacy, menyukai kuda poni, terobsesi dengan idola remaja seperti Corey, dan menonton The Itchy & Scratchy Show bersama Bart. Ia menulis, "Seseorang mungkin berargumen bahwa ini adalah perilaku masa kecil yang khas, tetapi karena dalam banyak kasus Lisa disajikan bukan sekadar sebagai anak ajaib melainkan sebagai sosok yang bijaksana sebelum waktunya, kegemarannya pada Itchy & Scratchy dan Corey tampaknya disorot, mengambil signifikansi yang lebih besar. Lisa digambarkan sebagai perwujudan logika dan kebijaksanaan, tetapi kemudian ia juga memuja Corey sehingga ia 'tidak lebih baik [dari kita semua]'."[88] Lisa terkadang khawatir bahwa kebiasaan membosankan keluarganya akan menular padanya, seperti dalam episode "Lisa the Simpson" (musim sembilan, 1998) di mana ia khawatir bahwa "gen Simpson" akan membuatnya menjadi orang bodoh, sebelum akhirnya mengetahui bahwa gen tersebut hanya diturunkan melalui garis keturunan laki-laki.[89][90]
Ia juga khawatir bahwa Maggie akan tumbuh menjadi seperti anggota keluarga lainnya dan mencoba mengajarinya ide-ide yang kompleks. Chris Turner menulis dalam Planet Simpson bahwa "Lisa memulai perjalanan untuk menemukan pelipur lara bagi jiwanya yang merindu ... tetapi sumber kebenaran paling andal yang ia temukan adalah sumber yang selalu ia percayai: keluarganya. Dari keluarga Simpson yang lain pulalah Lisa menarik stabilitas, makna, dan kepuasan."[41] Kesetiaannya pada keluarganya paling jelas terlihat dalam kilas masa depan "Lisa's Wedding" (musim enam, 1995), di mana ia harus menyelaraskan cintanya kepada mereka dengan rasa tidak suka dari tunangannya yang terpelajar.[91] Dalam episode "Mother Simpson" (musim tujuh, 1995), ia bertemu dengan nenek dari pihak ayahnya, Mona Simpson, untuk pertama kalinya.[92] Mona juga merupakan sosok yang banyak membaca dan pandai berbicara, dan para penulis menggunakan karakter ini sebagai cara untuk menjelaskan asal-usul kecerdasan Lisa.[93]
Seksualitas Lisa telah menjadi subjek spekulasi di kalangan penonton acara ini. Lisa diperlihatkan memiliki ketertarikan heteroseksual (taksir) pada Nelson Muntz dan Langdon Alger masing-masing dalam episode "Lisa's Date with Density" dan "Bart on the Road". Dalam beberapa episode Lisa diperlihatkan memiliki seorang pacar, seperti Edmund Dracula dalam "Treehouse of Horror XXI" atau Colin dalam The Simpsons Movie.[94] Lisa bertunangan dengan, dan kemudian hampir menikah dengan, Hugh Parkfield dalam "Lisa's Wedding" dan episode "Holidays of Future Passed" menunjukkan bahwa Lisa nantinya akan menikah dengan Milhouse Van Houten. Namun, "Holidays of Future Passed" juga memperlihatkan Lisa berada dalam hubungan lesbian, baik yang bersifat monogami maupun kemudian poliamori.[95]
Meskipun seksualitas Lisa tidak pernah dikonfirmasi secara resmi di layar televisi, penanggung jawab produksi (showrunner) Al Jean mengatakan dalam sebuah wawancara tahun 2019 dengan The Metro bahwa ia selalu membayangkan Lisa tumbuh besar menjadi seorang presiden yang poliamori.[96][97] Dalam wawancara tahun 2020 di acara Stryker & Klein show di Radio KROQ, Yeardley Smith mengatakan bahwa ia meyakini Lisa "masih menjelajahi seksualitasnya". Smith juga meminta para penggemar untuk berhenti berspekulasi tentang seksualitas Lisa, karena ia "pada dasarnya hanyalah seorang anak perempuan berusia delapan tahun".[98]

Lisa telah menjadi karakter yang populer sejak awal kemunculan acara ini. Ia terdaftar di nomor 11 (bersama Bart) dalam daftar "Top 50 Greatest Cartoon Characters of All Time" versi TV Guide.[99] Ia muncul dalam daftar TV's Most Intriguing Characters (Karakter TV Paling Menarik) versi Comcast[100] dan juga dimasukkan ke dalam daftar Top 50 Favorite Female TV Characters versi AfterEllen.com.[101] Di sisi yang kurang positif, ia menempati peringkat ketiga dalam daftar 10 karakter kartun tahun 90-an paling menjengkelkan versi AskMen.[102] Yeardley Smith telah memenangkan beberapa penghargaan karena menyuarakan Lisa, termasuk sebuah Primetime Emmy Award untuk "Penampilan Pengisian Suara Terbaik" pada tahun 1992 untuk episode "Lisa the Greek".[103] Berbagai episode yang dibintangi Lisa telah memenangkan Penghargaan Emmy untuk Program Animasi Terbaik, termasuk "Homer vs. Lisa and the 8th Commandment" pada tahun 1991, "Lisa's Wedding" pada tahun 1995, dan "HOMR" pada tahun 2001. Pada tahun 2000, Lisa dan seluruh keluarga Simpson dianugerahi sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame di 7021 Hollywood Boulevard.[104]
Kepedulian lingkungan Lisa telah diterima dengan sangat baik. Pada tahun 2001, Lisa menerima penghargaan khusus "board of directors Ongoing Commitment Award" di Environmental Media Awards.[105] Episode "Lisa the Vegetarian" memenangkan Environmental Media Award untuk kategori "Best Television Episodic Comedy"[106] dan Genesis Award untuk kategori "Best Television Comedy Series, Ongoing Commitment".[107] Beberapa episode lain yang menampilkan Lisa menyuarakan hak-hak binatang telah memenangkan Penghargaan Genesis, termasuk "Whacking Day" pada tahun 1994,[108][109] "Bart Gets an Elephant" pada tahun 1995,[110][111][112] "Million Dollar Abie" pada tahun 2007[113] dan "Apocalypse Cow" pada tahun 2009.[114]
Jonathan Gray, penulis buku Watching The Simpsons, merasa bahwa Lisa "mungkin adalah karakter feminis terbaik dan pastinya yang paling lama bertahan yang pernah dimiliki televisi. Ia adalah jantung dari acara ini dan ia sangat sering mempertanyakan politik gender."[115] Christopher Borrelli dari The Toledo Blade menulis, "Pernahkah ada karakter TV wanita yang begitu kompleks, cerdas, dan, ehem, digambarkan dengan sangat baik secara emosional seperti Lisa Simpson? Temui dia sekali dan dia akan terkesan kaku dan monoton – seorang yang sok tahu. Kenali dia lebih jauh dan Lisa sama bulatnya dengan siapa pun yang mungkin pernah Anda temui di dunia nyata."[116]
Menurut PETA, Lisa adalah salah satu karakter vegetarian pertama di televisi jam tayang utama. Pada tahun 2004 organisasi tersebut memasukkan Lisa ke dalam daftarnya sebagai "Most Animal-Friendly TV Characters of All Time".[117] Pada tahun 2008, situs web lingkungan The Daily Green menghormati peran Lisa dalam The Simpsons Movie dengan salah satu penghargaan perdana "Heart of Green" mereka, yang "mengakui mereka yang telah membantu gerakan hijau menjadi arus utama." Mereka menulis "Lisa Simpson muda telah menginspirasi sebuah generasi untuk menunjukkan perasaan mereka secara terbuka serta teredukasi, dan terlibat, tentang isu-isu global, dari keadilan hingga feminisme dan lingkungan."[118] Lembaga penyiaran Jepang membalikkan ketidaksukaan pemirsa terhadap serial ini dengan memfokuskan pemasaran acara tersebut pada sosok Lisa. Perjuangan Lisa yang berniat baik tetapi bernasib buruk untuk menjadi suara nalar dan kekuatan kebaikan dalam keluarga serta komunitasnya sangat menyentuh hati para penonton Jepang.[119] Mario D'Amato, seorang spesialis dalam studi Buddhis di Rollins College di Florida, menggambarkan Lisa sebagai sosok yang "berpikiran terbuka, reflektif, etis, dan tertarik untuk meningkatkan kualitas dirinya dengan berbagai cara, sembari tetap menjaga rasa kepolosan seperti anak-anak. Ini semua adalah kualitas luar biasa, kualitas yang dianut oleh banyak tradisi Buddha."[120]
Lisa dan anggota keluarga The Simpsons lainnya telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap idiom bahasa Inggris. Kata bernada meremehkan seperti "meh"—yang digunakan oleh Lisa dan dipopulerkan oleh acara ini—[121] entered the Collins English Dictionary pada tahun 2008.[122] Pada tahun 1996, The New York Times menerbitkan sebuah artikel yang menyebutkan bahwa Lisa berhasil menginspirasi anak-anak, khususnya anak perempuan, untuk belajar memainkan alat musik saksofon.[123]
Nama Lisa Simpson sempat disebut dalam acara Konferensi Tindakan Politik Konservatif (Conservative Political Action Conference) tahun 2018 ketika Senator Ted Cruz menyebut Partai Demokrat sebagai "Partainya Lisa Simpson", yang dikontraskan dengan Partai Republik yang digambarkan sebagai partainya beberapa anggota keluarga The Simpsons yang lain.[124]
Lisa telah disertakan dalam berbagai publikasi, mainan, dan produk komersial (merchandise) The Simpsons lainnya. Buku berjudul The Lisa Book, yang menggambarkan kepribadian dan karakteristik Lisa, dirilis pada tahun 2006.[125] Produk merchandise lainnya meliputi boneka, poster, patung kecil, boneka kepala goyang, cangkir, serta pakaian seperti sandang rumah, kaus, topi bisbol, dan celana pendek bokser.[126] Lisa juga tampil dalam berbagai iklan komersial untuk Burger King,[127] C.C. Lemon, Church's Chicken, Domino's Pizza, Kentucky Fried Chicken, Ramada Inn, Ritz Crackers, Subway, dan Butterfinger.[128]
Pada tanggal 9 April 2009, Layanan Pos Amerika Serikat (United States Postal Service) meluncurkan seri perangko 44 sen yang menampilkan Lisa beserta empat anggota keluarga inti Simpson lainnya. Mereka menjadi karakter pertama dari sebuah serial televisi yang menerima bentuk penghargaan ini saat produksinya masih berjalan aktif.[129] Perangko-perangko tersebut, yang didesain langsung oleh Matt Groening, mulai dijual secara umum pada bulan Mei 2009.[130][131]
Selain itu, Lisa juga muncul di berbagai media lain yang berkaitan dengan waralaba The Simpsons. Ia hadir di setiap seri permainan video Simpsons, termasuk di antaranya The Simpsons Game yang dirilis pada tahun 2007.[132] Di samping serial televisinya, Lisa secara rutin muncul dalam edisi cetak komik Simpsons Comics yang diterbitkan dari tahun 1993 hingga 2018. Cerita di dalam komik ini lebih berfokus pada inkarnasi karakter Lisa yang lebih manis dan naif seperti yang terlihat pada musim-musim awal penayangannya.[133][134] Lisa juga mengambil peran penting dalam wahana simulasi The Simpsons Ride yang dibuka sejak tahun 2008 di Universal Studios Florida dan Hollywood.[135]
Sumber
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.