Per Desember 2019, desa ini memiliki estimasi jumlah penduduk sebesar 2.766 jiwa dan kepadatan penduduk sebesar 4,69 orang per km². Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 589,97 km².
Geografi
Sarufutsu adalah desa paling utara di Jepang dan merupakan desa terbesar di Hokkaido. Terletak di Dataran Tonbetsu, desa ini menghadap ke Laut Okhotsk di bagian timur desa ini, selama musim dingin akan ada Hanyutan es.[1] 80% dari total wilayah desa ini ditutupi oleh hutan.
Sarufutsu terkenal dengan budidaya kerang yang besar dan dianggap istimewa diantara makanan laut lainnya. Selain itu, sebagian besar desa ini juga membudidaya peternakan sapi perah.
Sejarah
Perang
Sarufutsu adalah tempat bagi banyak tahanan perang asal Korea dari Perang Dunia II untuk dikirim sebagai tenaga kerja untuk pembangunan Lapangan Udara di Asajino. Kurang lebih 80 tahanan perang Korea tewas selama pembangunan bandara tersebut karena penganiayaan atau kekurangan gizi. Namun lapangan udara tersebut tidak pernah selesai. Dalam beberapa tahun terakhir, desa ini berupaya untuk membangun sebuah monumen untuk mengenang para tahanan Korea yang meninggal di sana. Namun, konstruksi tersebut terpaksa dibatalkan setelah nasionalis Jepang mulai membanjiri kantor desa dan mengancam dengan panggilan telepon, dan menyebut mereka pengkhianat, mereka mengancam desa tersebut dengan memboikot industri kerangnya.[2]
Pemukiman
Koishi
Pada 1960-an hingga awal 1970-an, Koishi merupakan daerah pemukiman terbesar di Sarufutsu dengan beberapa ribu orang yang bekerja di industri batubara. Pemukiman ini bahkan memiliki rumah sakit sendiri, serta terdapat juga bioskop. Namun dengan menurunya industri batubara di seluruh Jepang, populasi tempat inipun juga turun drastis, bahkan populasinya saat ini kurang dari 50 orang.
Asajino
Seperti disebutkan sebelumnya, Asajino tempat yang akan digunakan untuk lapangan udara selama Perang Dunia II namun tidak pernah terjadi.
Pendidikan
Sekolah dasar
Sekolah Dasar Onishibestu
Sekolah Dasar Hamaonishibestu
Sekolah Dasar Hamasarufutsu (ditutup pada musim semi 2015)
Sekolah Dasar Asajino
Sekolah Dasar Ashino (ditutup pada musim semi 2017)
Sekolah Menengah Pertama
SMP Takushin
Rekreasi
Pusat Olahraga Onishibetsu memiliki kegiatan olahraga mingguan untuk masyarakat setempat dan para pelancong.
Musim panas
Kolam renang Onishibetsu buka selama musim panas hingga awal musim gugur.
Musim dingin
Onishibetsu memiliki bukit ski kecil dengan lift tunggal.
Dahulu, terdapat jalur Jalur Tempoku namun kemudian ditutup pada 1 Mei 1989. Dahulu terdapat beberapa stasiun berikut di desa ini. Stasiun Yabetsu, Stasiun Hikōjō-mae, Stasiun Asajino, Stasiun Sarufutsu, Stasiun Ashino, Stasiun Onishibetsu, dan Stasiun Koishi.