Ne Win
Ne Win | |||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
နေဝင်း | |||||||||||||||||||||||||||||||||
Ne Win pada tahun 1959 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Ketua Partai Program Sosialis Burma Ke-1 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa jabatan 4 Juli 1962 – 23 Juli 1988 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Presiden Republik Sosialis Uni Burma ke-4 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa jabatan 2 Maret 1974 – 9 November 1981 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Perdana Menteri | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Ketua Dewan Revolusioner Uni Burma | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa jabatan 2 Maret 1962 – 2 Maret 1974 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Wakil | Aung Gyi | ||||||||||||||||||||||||||||||||
Pendahulu Jabatan baru; Win Maung (sebagai Presiden) Pengganti Jabatan dihapuskan; Dirinya sendiri (sebagai Presiden) | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Panglima Angkatan Pertahanan | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa jabatan 1 Februari 1949 – 20 April 1972 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Wakil |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||
| Informasi pribadi | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Lahir | Shu Maung 24 Mei 1911 Paungdale, Provinsi Pegu, Burma Bawah, India Britania (sekarang Myanmar) | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| Meninggal | 5 Desember 2002 (umur 92) Yangon, Myanmar | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| Partai politik | BSPP | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| Suami/istri | 5, termasuk June Rose Bellamy | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| Anak | 6, termasuk Sandar Win | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| Almamater | Universitas Rangoon | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pekerjaan |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||
| Penghargaan sipil |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tanda tangan | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Karier militer | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pihak | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Dinas/cabang | Angkatan Darat Burma | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa dinas | 1931–1974 | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pangkat | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pertempuran/perang | Perang Dunia II | ||||||||||||||||||||||||||||||||
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
Ne Win[a] (lahir Shu Maung;[b] 24 Mei 1911 – 5 Desember 2002) adalah seorang jenderal dan politikus Burma yang menjabat sebagai kepala pemerintahan Burma[c] dari tahun 1958 hingga 1960 dan kembali dari 1962 hingga 1974; serta sebagai kepala negara[d] dari 1962 hingga 1981. Ne Win adalah diktator militer Burma selama periode Republik Sosialis Uni Burma dari tahun 1962 hingga 1988.
Ne Win mendirikan Partai Program Sosialis Burma (BSPP) dan menggulingkan Parlemen Uni yang demokratis di bawah U Nu dalam Kudeta Burma 1962, menjadikan Burma sebagai negara sosialis satu partai di bawah ideologi Jalan Burma Menuju Sosialisme. Ia adalah pemimpin de facto Burma sebagai ketua BSPP dan dikenal oleh para pendukungnya sebagai U Ne Win. Pemerintahannya dicirikan oleh kebijakan luar negeri yang non-blok, isolasionisme, stagnasi ekonomi, dan takhayul. Ne Win mengundurkan diri pada Juli 1988 menyusul Pemberontakan 8888 dan digantikan oleh junta militer SLORC. Ia meninggal dalam tahanan rumah pada tahun 2002 tanpa pemakaman kenegaraan atau monumen peringatan.
Dalam urusan luar negeri, Ne Win menerapkan kebijakan netralitas yang ketat selama Perang Dingin. Meskipun awalnya memiliki hubungan baik dengan Mao Zedong, hubungan tersebut sempat pecah antara 1967 dan 1971 karena dukungan Tiongkok terhadap pemberontakan komunis di dalam Burma dan pecahnya Kerusuhan anti-Tionghoa di Burma 1967.
Tanggal lahir Ne Win menjadi bahan perdebatan di berbagai sumber. Publikasi Who's Who in Burma (1961) mencantumkan 14 Mei 1911. Namun, buku The Thirty Comrades karya Kyaw Nyein menyebutkan 10 Juli 1910. Meskipun 24 Mei 1911 adalah tanggal yang paling banyak dikutip dalam karya ilmiah, ketidaksesuaian ini kemungkinan besar berasal dari perbedaan dokumentasi historis atau interpretasi budaya, termasuk sistem Perhitungan umur Asia Timur.

Ne Win lahir dengan nama Shu Maung dalam keluarga etnis Burman di sebuah desa dekat Paungdale. Penelitian Robert Taylor menunjukkan bahwa rumor asal-usul Tionghoa tidak terbukti. Ia sempat belajar biologi di Universitas Rangoon namun dikeluarkan pada 1931. Ia kemudian bergabung dengan organisasi nasionalis Dobama Asiayone. Pada 1941, ia termasuk dalam kelompok "Tiga Puluh Kawan" yang dilatih militer oleh Jepang di bawah Kolonel Suzuki Keiji. Di masa inilah ia memilih nama samaran Bo Ne Win (Komandan Matahari yang Bersinar).
Setelah kemerdekaan pada 4 Januari 1948, Burma dilanda pemberontakan etnis dan komunis. Ne Win diangkat menjadi Panglima Angkatan Bersenjata (Tatmadaw) pada 31 Januari 1949, menggantikan Jenderal Smith Dun. Ia menyusun kembali militer berdasarkan garis politik Partai Sosialis Burma.
Atas permintaan U Nu, Ne Win menjabat sebagai Perdana Menteri interim (pemerintahan pengurus) dari 1958 hingga 1960 untuk memulihkan ketertiban setelah perpecahan dalam koalisi AFPFL. Ia menyerahkan kembali kekuasaan setelah pemilu 1960.
Pada tanggal 2 Maret 1962, Ne Win melakukan kudeta. Ia menjadi kepala negara sebagai Ketua Persatuan Dewan Revolusioner dan juga Perdana Menteri. Kudeta itu dipandang "tidak berdarah" oleh media asing. Menyatakan bahwa "demokrasi parlementer tidak cocok untuk Birma," rezim baru ini membekukan konstitusi dan membubarkan lembaga legislatif.
Setelah kerusuhan di Universitas Rangoon di Juli 1962, pasukan dikirim untuk memulihkan ketertiban. Mereka menembaki demonstran dan menghancurkan gedung organisasi mahasiswa.[3]
Tak lama kemudian, sekitar pukul 8 malam waktu setempat, Ne Win menyampaikan pidato melalui radio yang diakhiri dengan pernyataan: "jika demonstrasi ini dibuat untuk menantang kami, saya harus menyatakan bahwa kita akan bertarung pedang dengan pedang dan tombak dengan tombak".[4] Pada tanggal 13 Juli 1962, kurang dari seminggu setelah pidato, Ne Win pergi ke Austria, Swiss, dan Britania Raya "untuk pemeriksaan medis".[5] Semua perguruan tinggi ditutup selama lebih dari dua tahun sampai September 1964.
Pada tahun 1988, 26 tahun kemudian, Ne Win membantah terlibat dalam penghancuran gedung organisasi mahasiswa, yang menyatakan bahwa wakilnya Brigadir Aung Gyi yang memberikan perintah dan bahwa ia harus mengambil tanggung jawab sebagai "pemimpin revolusi" dengan memberikan pidato pedang dengan pedang dan tombak dengan tombak.

Ne Win melakukan sejumlah reformasi setelah merebut kekuasaan. Pemerintah menerapkan sebuah sistem yang melibatkan unsur-unsur nasionalisme ekstrem, Marxisme, dan Buddhisme,[6] meskipun Ne Win tidak memiliki ketertarikan baik ideologi atau agama – dan menyatakan ini adalah Jalan Burma Menuju Sosialisme. Ia mendirikan Partai Program Sosialis Burma (BSPP), yang pada tahun 1964, secara resmi menjadi partai satu-satunya di Myanmar.
Sistem kesehatan mulai dibuat di Myanmar; pelayanan medis gratis. Rumah sakit swasta dijadikan milik pemerintah. Sistem pendidikan publik baru diperkenalkan. Kebijakan untuk menghilangkan buta aksara dilakukan mulai tahun 1965. Antara tahun 1962 dan 1965 hukum untuk melawan tuan tanah dan riba diberlakukan. Mereka bertujuan untuk melindungi hak petani atas tanah mereka.
Pada tanggal 2 Maret 1974, ia membubarkan Dewan Revolusi dan memproklamirkan Republik Sosialis Uni Burma. Ia terpilih sebagai Presiden dan tak lama kemudian menunjuk Brigadir Jenderal Sein Win sebagai Perdana Menteri. Pada 9 November 1981, Ne Win mengundurkan diri sebagai Presiden dan digantikan oleh Jenderal San Yu. Namun, Ne Win tetap menjadi pemimpin partai dan dengan demikian tetap kekuasaan tertinggi berada ditangannya sampai pengunduran dirinya pada tahun 1988.

Pemerintah menasionalisasi perusahaan dan menerapkan kebijakan autarki, yang membuat Myanmar terisolasi dari dunia. Pasar gelap dan penyelundupan semakin marak, sementara pemerintah pusat membuat Myanmar mendekati kebangkrutan. Kebijakan autarki juga membuat orang asing di Myanmar diusir dan membatasi kunjungan wisatawan asing hanya selama tiga hari, dan setelah tahun 1972, satu minggu. Bahkan bantuan organisasi asing dilarang; satu-satunya bantuan kemanusiaan yang diperbolehkan hanya berdasarkan kerjasama antarpemerintah. Selain itu, karena tekanan politik, banyak tenaga kerja terdidik pindah ke negara lain.
Dia juga mengambil langkah untuk mata uang: Pada tahun 1963, ia mengeluarkan dekret yang menyatakan bahwa uang 50 dan 100 kyat tidak lagi menjadi alat pembayaran yang sah, dengan alasan uang tersebut ditimbun oleh pelaku pasar gelap dan juga digunakan untuk membiayai berbagai pemberontakan. Meskipun kompensasi diberikan, kebijakan ini menghilangkan tabungan yang dimiliki rakyat dalam waktu sekejap.
Pada tahun 1987, atas rekomendasi dari seorang peramal yang mengatakan nomor sembilan pembawa keberuntungan[7]—Ne Win memerintahkan penarikan dari beberapa uang dengan denominasi besar dan digantikan dengan denominasi 45 dan 90 kyat. Kedua angka tersebut habis dibagi sembilan. Banyak rakyat Myanmar yang menabung uang lama dalam jumlah besar kehilangan seluruh tabungannya.[7] Hal ini membuat ekonomi Myanmar makin terpuruk.[8] Ne Win terkenal karena kepercayaannya akan numerologi dan yadaya (ritual dan mantra yang dilakukan untuk menangkal kesialan).[9] Ketika peramal memperingatkan bahwa mungkin akan ada pertumpahan darah, ia langsung berdiri di depan cermin dan menginjak-injak daging untuk menyimulasikan darah kemudian menembak dirinya sendiri di cermin untuk mencegah kemungkinan dari upaya pembunuhan.[10]
Ne Win mengundurkan diri sebagai ketua Partai Program Sosialis Birma pada 23 Juli 1988 saat puncak pemberontakan melawan rezim, dan kira-kira satu tahun setelah PBB menyatakan Burma "Negara Tidak Berkembang".
Meskipun dia keturunan Tionghoa, Ne Win menekan etnis Tionghoa di Myanmar. Pada Februari 1963, Undang-undang Nasionalisasi Perusahaan disahkan, sehingga terjadi nasionalisasi besar-besaran untuk semua industri besar dan melarang pembentukan pabrik-pabrik baru. Undang-undang ini memengaruhi banyak industrialis dan pengusaha, terutama warga tanpa kewarganegaraan penuh.[11] Program nasionalisasi ini lebih jauh melarang warga asing untuk memiliki tanah, mengirimkan remitansi, mendapatkan izin usaha, dan praktik kedokteran.[12] Kebijakan tersebut menyebabkan eksodus etnis Tionghoa ke negara lain.[13]
Meskipun selalu ditumpas, protes sporadis terhadap pemerintah terus berlanjut. Mahasiswa memimpin unjuk rasa pada tahun 1965, Desember 1969, dan Desember 1970. Demonstrasi ini berlangsung terutama di kampus-kampus yang terletak di kota Yangon, Mandalay dan Moulmein dan sering berakhir dengan penutupan universitas dan perguruan tinggi. Pada bulan Juni 1974, buruh dari lebih dari 100 pabrik di seluruh Myanmar ikut serta dalam mogok kerja. Reaksi pemerintah akan hal itu dengan menembak sekitar 100 buruh dan mahasiswa pada tanggal 6 Juni 1974 di Pabrik Tekstil Thamaing dan Dermaga Sinmalaik di Yangon. Karena Ne Win saat itu berada di Australia untuk kunjungan kenegaraan, tidak jelas penembakan tersebut atas perintah dari siapa. Pada 5 Desember 1974, pemakaman mantan Sekretaris Jenderal PBB U Thant berubah menjadi demonstrasi, karena pemerintah tidak memberikan pemakaman kenegaraan bagi U Thant.[14] Mahasiswa di seluruh Yangon berunjuk rasa kembali pada Juni 1975 dalam rangka memperingati satu tahun Mogok Kerja sebelumnya. Unjuk rasa juga terjadi pada bulan Maret 1976, September 1987, Maret dan Juni 1988. Pada bulan Agustus dan September 1988, demonstrasi ini berubah menjadi pemberontakan nasional terhadap BSPP yang sekarang dikenal sebagai 'Pemberontakan 8888'.
Di puncak Pemberontakan 8888 melawan BSPP, Ne Win mengundurkan diri sebagai ketua partai pada 23 Juli 1988. Dalam pidato perpisahan pada Kongres Partai BSPP, ia memperingatkan bahwa jika "gangguan" berlanjut "tentara akan dikerahkan dan saya ingin menyatakan dari sini bahwa jika tentara tidak memiliki kebiasaan menembak ke udara. Mereka akan menembak langsung (ke demonstran)."[15] Pasukan Tatmadaw menembak tewas ratusan bahkan hingga 3.000 lebih demonstran di berbagai tempat di seluruh Myanmar dari periode 8 hingga 12 Agustus 1988 dan lagi pada tanggal 18 September 1988, bukti bahwa perkataan Ne Win bukan ancaman kosong.
Pada tanggal 18 September 1988, militer yang dipimpin oleh Jenderal Saw Maung memupus harapan untuk demokrasi dengan menumpas pemberontakan secara brutal. Hal ini diyakini bahwa Ne Win, meskipun telah pensiun, telah mengatur kudeta dari balik layar.[16]
Selama sekitar sepuluh tahun, Ne Win tetap menghindari perhatian publik tetapi berpengaruh di junta militer.[17] Setelah tahun 1998, pengaruh Ne Win di junta mulai berkurang.
Pada tanggal 4 Maret 2002, dugaan persekongkolan untuk menggulingkan junta oleh menantu Ne Win Aye Zaw Win, suami dari putri kesayangan Sandar Win terungkap. Ne Win dan putrinya dijadikan tahanan rumah dan pada bulan September Aye Zaw Win dan ketiga anaknya (Aye Ne Win, Kyaw Ne Win dan Zwe Ne Win) dinyatakan bersalah melakukan pengkhianatan dan dihukum mati. Sandar Win dibebaskan dari tahanan rumah pada tahun 2008, Zwe Ne Win dan Aye Zaw Win dibebaskan pada tahun 2011[18] dan Aye Ne Win dan Kyaw Ne Win dibebaskan pada tahun 2013.[19]
Ne Win menikah enam kali:
Ketika masih menjadi tahanan rumah, Ne Win meninggal dunia pada 5 Desember 2002 di Yangon.[20] Kematian tetap tidak diberitakan oleh media Myanmar atau Junta. Satu-satunya pemberitahuan Ne Win meninggal hanya obituari yang muncul di beberapa koran berbahasa Myanmar yang dikendalikan pemerintah. Ne Win tidak diberi pemakaman kenegaraan, dan kawan-kawannya sangat tidak dianjurkan untuk menghadiri pemakaman, sehingga hanya dihadiri tiga puluh orang.
Putri Ne Win Sandar Win dibebaskan sementara dari tahanan rumah untuk menghadiri pemakaman dan kremasi. Dia kemudian melarung abu ayahnya abu ke Sungai Hlaing.
<ref> tidak sah;
tidak ditemukan teks untuk ref bernama "myodr"
<ref> tidak sah;
tidak ditemukan teks untuk ref bernama "irwdy"
{{cite web}}:
{{cite web}}:
{{cite web}}:
{{cite web}}:
{{cite news}}:
Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tanda <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.