Geni Rina Sunaryo
| Geni Rina Sunaryo | |
|---|---|
| Lahir | 9 September 1962 Jakarta, Indonesia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Almamater | Universitas Tokyo |
| Karier ilmiah | |
| Institusi | Badan Riset dan Inovasi Nasional |
Dr. Geni Rina Sunaryo (lahir 9 September 1962) adalah perempuan yang berkarir sebagai peneliti, penulis, serta pakar di bidang nuklir yang berasal dari Indonesia. Geni memiliki peran besar dalam pembangunan reaktor daya eksperimental (RDE) 10 Megawatt yang menggunakan reaktor pendingin gas suhu tinggi (HTGR). Pembangunan RDE menjadi cikal bakal pembangunan reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.[1]
Geni menempuh pendidikan ilmu nuklir di Universitas Tokyo pada tahun 1988 sampai 1994. Sejak tahun 1999, karier Geni di bidang nuklir terus berkembang dengan menjabat sebagai Kepala Sub Bidang Ilmiah dan Dokumentasi di Pusat Teknologi Keselamatan dan Reaktor Nuklir (PTKRN). Geni mendapatkan promosi dan menjabat sebagai Kepala Bidang Teknologi dan Keselamatan Reaktor di Pusat Keselamatan Reaktor Nuklir tahun 2013-2014.[2]
Tahun 2014, Geni menjabat sebagai pemimpin tim dalam Penelitian Keamanan Reaktor Nuklir. Geni juga menjabat sebagai Kepala Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) pada periode 2014-2019. Pada masa ini, Geni memiliki peran penting dalam pembangunan reaktor daya eksperimental (RDE).[3]
Sejak tahun 2019, Geni berperan sebagai ketua Nuclear Woman Development di Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI). Geni seringkali diundang sebagai pemateri mengenai kondisi dan perkembangan teknologi nuklir di Indonesia. Tahun 2021, Geni tercatat sebagai peneliti profesional di lembaga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Karya tulisnya mengenai nuklir, banyak dimuat di jurnal nasional maupun internasional.
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.