Axelsen lahir di Odense, Denmark, dan di usia 9 tahun, ayahnya mengenalkan ia dengan bulu tangkis, bermain di klub bulu tangkis Odense.[5][6] Ia tinggal bersama ayahnya setelah kedua orang tuanya berpisah, kemudian hidup sendiri di Kopenhagen saat usianya menginjak 17 tahun serta bergabung dengan tim nasional.[7] Ayahnya Henrik Axelsen menjalankan bisnis agensi periklanan selama beberapa tahun, akan tetapi sekarang bekerja penuh sebagai manajer anaknya. Ibunya Gitte Lundager memiliki toko di pusat Odense dengan salon tata rambut, kosmetik dan pakaian mode. Axelsen dilabeli sebagai Pemain Terbaik Tahun 2004 oleh klub bulu tangkis Odense.[8]
Karier
2006–2011: Awal karier dan gelar Juara Dunia Junior
Pencapaian Axelsen dimulai ketia ia memenangkan kejuaraan nasional junior di ganda dan tunggal putra di kelompok usianya pada tahun 2006 dan 2008.[8] Ia kemudian berhasil memenangkan Jerman Junior 2009 dan juga Kejuaraan Eropa U17 2009.[9]
Pada Januari 2010, Axelsen yang bermain dari babak kualifikasi berhasil mencapai final di kompetisi Internasional Swedia, dan berakhir sebagai runner-up setelah kalah dari Indra Bagus Ade Chandra secara straight games 15–21, 12–21.[10] Ia bertanding pada Kejuaraan Dunia Junior BWF di Guadalajara, Meksiko, meraih gelar tunggal putra dengan mengalahkan pemain Tiongkok Huang Yuxiang di perempatfinal, India B. Sai Praneeth di semi, dan Kang Ji-wook asal Korea Selatan di final.[9] Pada bulan Oktober, ia meraih gelar internasional senior pertama di usia 16 tahun, dengan memenangkan Cyprus International.[11] Beberapa minggu kemudian ia mengikuti kompetisi Super Series pertamanya di tunggal putra, pada Denmark Terbuka 2010; berhasil melewati tahap kualifikasi sebelum akhirnya kalah dari rekan senegaranya yang menjadi pemenang Jan Ø. Jørgensen di babak kedua.[12]
2012–2014: Gelar Grand Prix pertama, medali perunggu Eropa dan dunia
Pada awal tahun 2012, Axelsen pindah ke Valby, di Kopenhagen, dan mulai berlatih di Brøndby elite center.[6] Axelsen menjadi runner-up pada Prancis Terbuka di Paris, kalah di final ketika berhadapan dengan Daren Liew 18–21, 17–21.[15] Ia juga memenangkan medali perunggu di Kejuaraan Eropa 2012 kalah di semi-final dengan 3 set atas pemain asal Swedia Henri Hurskainen 21–18, 18–21, 17–21.[16]
Pada tahun 2016, Axelsen mendapat pengahargaan eropa pertamanya pada bulan Mei 2016, mengalahkan legenda dan juara bertahan Jan Ø. Jørgensen dengan skor 21–11, 21–16 di final Kejuaraan Eropa edisi ke-25. Ia juga tergabung dalam tim bersejarah Denmark yang memenangkan gelar Piala Thomas pertama sepanjang sejarah pada tahun 2016. Axelsen memenangkan lima dari enam pertandingan tunggal putra dalam kejuaraan tim, dan juga bertanding melawan pemain berpengalaman asal Indonesia Tommy Sugiarto di final (21–17, 21–18) menyiapkan kemenangan 3–2 yang dramatis dan bersejarah bagi Denmark atas Indonesia. Pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, ia memenangkan medali perunggu dengan mengalahkan Lin Dan asal Tiongkok 21–15, 12–21, 21–17.
2017: Juara dunia, gelar Final Superseries kedua, peringkat 1 dunia
Pada tahun 2017, Axelsen memenangkan Kejuaraan Dunia di Glasgow dengan dua set atas Lin Dan (22–20, 21–16) dan menjadi pemain asal Denmark ketiga yang menjadi Juara Dunia (Peter Rasmussen 1997 di Glasgow & Flemming Delfs 1977 di Swedia).[18] Axelsen, dengan catatan 4–3, menjadi pemain satu-satunya di peringkat dua puluh teratas yang memenangkan catatan head-to-head atas Lin Dan.[23]
Axelsen melanjutkan catatan kemenangannya di Glasgow dengan memenangkan final Jepang Terbuka di Tokyo atas Lee Chong Wei asal Malaysia dengan tiga set pada 23 September, mendorongnya ke puncak Peringkat Dunia BWF.[24]
2018–2019: Gelar kejuaraan eropa kedua
Pada tahun 2018, Axelsen tergabung dalam Kejuaraan Beregu Putra Eropa dan meraih emas setelah sempat mengalami cedera kaki. Ia mewakili Denmark pada Piala Thomas dan Uber 2018. Di babak grup, ia mengalahkan Vladimir Malkov asal Rusia dan asal Algeria. Pada pertandingan babak grup melawan Lee Chong Wei, ia kalah dua set 9–21, 19–21. Pada pertandingan perempat final melawan Korea Selatan, ia mengalahkan Son Wan-ho, akan tetapi kalah atas pemain idola dan mantan peringkat dua dunia, Kento Momota di semi final. Denmark kemudian tersingkir di babak semi final. Pada bulan Agustus, Axelsen gagal mempertahankan gelar dunianya di mana ia dikalahkan oleh Juara Dunia dua kali dan Juara Olimpiade Chen Long di perempat final.[25]
2020: Gelar All England Terbuka
Axelsen memulai musim dengan bertanding di Indonesia Masters. Ia keluar sebagai semi-finalist setelah kalah dari pemain tuan rumah unggulan ketujuh Anthony Ginting dengan dua set.[26] Pada bulan Februari, ia berhasil memepertahankan gelarnya di Spanyol Masters Barcelona setelah mengalahkan pemain muda Thailand Kunlavut Vitidsarn dengan dua set 21–16, 21–13.[27] Pada bulan Maret, ia memenangkan turnamen bergengsi All England, menciptakan sejarah sebagai orang Eropa dan Denmark pertama yang mengangkat trofi tunggal putra sejak tahun 1999.[28]
2021: Medali Perak Kejuaraan Eropa dan Emas Olimpiade
Axelsen turut berpartisipasi di Kejuaraan Beregu Campuran Eropa di Finlandia,dan membantu timnya memenangkan medali emas.[29] Pada bulan Maret, Axelsen mengikuti All England 2021 sebagai juara bertahan. Ia berhasil mencapai final, akan tetapi kalah atas pemain unggulan ke-6 Malaysia Lee Zii Jia dalam pertandingan tiga set yang melelahkan.[30] Ia juga mengambil bagian pada Kejuaraan Eropa Kyiv, melaju ke final, tetapi penyelenggara memutuskan untuk membatalkan final, karena Axelsen dinyatakan positif COVID-19. Akibatnya, ia dilarang memainkan pertandingan final melawan rekan senegaranya Anders Antonsen dan dianugerahi medali perak.[31] Pada Olimpiade Tokyo 2020, Axelsen berhasil meraih medali emas dengan mengalahkan juara sebelumnya Chen Long dalam dua set di final.
Tur Dunia BWF yang diumumkan pada tanggal 19 Maret 2017,[32] dan mulai dilaksanakan pada tahun 2018 adalah serangkaian turnamen bulu tangkis elit, yang disetujui oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Tur Dunia BWF dibagi menjadi enam tingkatan, yaitu Final Tur Dunia, Super 1000, Super 750, Super 500, Super 300 (bagian dari HSBC World Tour), dan BWF Tour Super 100.[33]
BWF Superseries, diluncurkan pertama pada 14 Desember 2006 dan diimplementasikan pada tahun 2007 merupakan serangkaian turnamen bulu tangkis level atas yang diadakan oleh Badminton World Federation (BWF). Satu musim Superseries terdiri dari 12 turnamen di seluruh dunia, termasuk lima Superseries Premier yang diperkenalkan sejak 2011, di mana para pemenang akan diundang untuk bermain di Final Superseries pada akhir tahun.[34]
Selain bahasa Denmark, Axelsen juga menguasai bahasa Inggris dan Mandarin. Viktor memiliki nama Mandarin yang diberikan oleh gurunya saat belajar di Beijing, yaitu "安賽龍" (Kedamaian Bersaing Naga). Axelsen juga memiliki toko daring bernama Viktor Axelsen Collection.[36]
Pasangan Axelsen yang juga seorang atlet bulu tangkis, Natalia Koch Rohde, melahirkan bayi perempuan yang mereka beri nama Vega Rohde Axelsen pada 15 Oktober 2020.[37][38]
Tinjauan karier
Tunggal
Pertandingan
Menang
Kalah
Balance
Total
528
389
135
+254
Tahun ini (2021)
33
31
2
+29
Ganda
Pertandingan
Menang
Kalah
Balance
Total
1
0
1
–1
Tahun ini (2021)
0
0
0
0
Catatan melawan lawan terpilih
Catatan melawan finalis Final akhir tahun, semi finalis Kejuaraan Dunia, dan perempat finalis Olimpiade. Akurat hingga 2 Agustus 2021.[39]