Proyek lahan gambut satu juta hektar

Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan saat itu, Siswono Yudohusodo yang ikut berperan dalam Proyek Lahan Gambut Satu Juta Hektar

Proyek lahan gambut satu juta hektar merupakan proyek era Pembangunan Orde Baru yang digagas oleh Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan (PPH) Siswono Yudo Husodo di daerah dominan lahan gambut terutama di Kalimantan Tengah.[1] Proyek tersebut awalnya diluncurkan pada tahun 1995 sebagai bagian dari ambisi pemerintahan Suharto untuk mencapai kembali posisi swasembada beras.[2] Pada 26 Desember 1995, Presiden Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 82 mengenai Proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) Satu Juta Hektar di Kalimantan Tengah. Tujuan proyek tersebut untuk menyediakan lahan pertanian baru dengan mengubah satu juta hektar lahan gambut dan rawa untuk penanaman padi.[3] Proyek tersebut dijalankan dengan cara membuat kanal-kanal yang bertujuan membelah kubah hutan gambut.[1]

Proyek ini berakhir dengan kegagalan total. Penyebab kegagalan ini adalah lahan gambut terbukti tidak cocok untuk penanaman padi. Sekitar separuh dari 15.594 keluarga transmigran yang dahulu ditempatkan pada kawasan tersebut[4] meninggalkan lokasi. Selain itu, penduduk setempat mengalami kerugian akibat kerusakan sumber daya alam di kawasan tersebut serta dampak hidrologi dari proyek tersebut.[3]

Latar belakang

Setelah Indonesia dianggap berhasil mencapai swasembada beras pada 1984, produksi padi dan beras di Indonesia mengalami penurunan.[5] Setelah lebih dari sepuluh tahun swasembada beras, berbagai ancaman maupun tanda-tanda akan rapuhnya ketahanan pangan dan kembalinya Indonesia menjadi pengimpor beras mulai timbul.[5] Tahun-tahun melimpahnya beras ternyata tidak berlangsung seterusnya, bahkan tidak berumur lama.

Kemarau panjang dan susutnya lahan pertanian di pulau Jawa membuat produksi beras nasional merosot tajam. Mula-mula terjadi musim kemarau panjang sekitar tahun 1994 kemudian disusul dengan isu produksi padi, terutama di lahan-lahan subur, yang tidak bisa lagi ditingkatkan dan bahkan luas lahannya yang terus menyusut karena berubah fungsi menjadi areal non-pertanian. Sementara konsumsi produk pertanian semakin bertambah dari tahun ke tahun[5] dan pembukaan lahan di luar Jawa belum mampu mengejar kekurangan hasil produksi pertanian.

Berasal dari kerisauan itulah tidak ada cara lain yaitu ekstensifikasi atau perluasan areal tanaman padi yang harus segera dilaksanakan. Kemudian, dipilih lahan gambut yang cukup luas di Kalimantan Tengah. Namun, salah satu tantangan besar yang sulit dipecahkan dalam pengembangan lahan gambut di Kalimantan Tengah adalah strategi menghadapi kawasan gambut yang landai dengan curah hujan lokal dan pasang besar serta berpotensi selalu tergenang air. Ditambah fakta bahwa kawasan ini juga sangat dipengaruhi oleh kawasan bagian hulu sungai yang luasnya sekitar 4,5 juta hektar.[5]

Strategi berdasarkan konsep dasar pengelolaan air yang masuk ke kawasan gambut dan kemudian dikeluarkan melalui saluran yang dikendalikan atau dibuat dapat dipertimbangkan melalui perhitungan-perhitungan yang sangat cermat dan memerlukan tenaga dan biaya yang tidak sedikit.[5]

Tahap Awal Proyek Lahan Gambut Satu Juta Hektar

Menteri Pertanian saat itu, Sjarifuddin Baharsjah

Pada 5 Juni 1995 Soeharto memanggil tujuh menteri Kabinet Pembangunan VI-lengkap beserta timnya masing-masing-ke Bina Graha. Mereka adalah Syarifuddin Baharsjah (Pertanian), Djamaluddin Surjohadikusumo (Kehutanan), Radinal Muchtar (Pekerjaan Umum), Siswono Yudo Husodo (Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan), Sonny Harsono (Agraria), Ginandjar Kartasasmita (Bappenas), dan Mar'ie Muhammad (Keuangan).[6]

Di hadapan tujuh menteri tersebut, Soeharto membentangkan sebuah peta berukuran besar Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam impian Soeharto, Kalimantan Tengah akan menjadi jalan penyelamatan untuk Indonesia: area sawah baru yang mampu menghasilkan 5,1 juta ton setiap tahunnya. "Ini program saya untuk membuka lahan pertanian di Kalimantan. Saya serahkan untuk ditindaklanjuti," kata Soeharto seperti diucapkan Ir. Suparmono, mantan Direktur Jenderal Pengairan Departemen Pekerjaan Umum, yang hadir pada saat itu.[6]

Itulah awal mula rencana pembukaan lahan pertanian raksasa, seluas 5,8 juta hektare, di Kalimantan Tengah, yang kemudian populer dengan sebutan proyek lahan gambut (PLG). Sebuah tim pelaksana langsung dibentuk dengan Menteri Pekerjaan Umum Radinal Muchtar sebagai ketuanya dan langsung bertindak cepat karena Soeharto menargetkan lahan itu bisa panen pertama dalam tempo dua tahun.[6]

Proyek tersebut pada awalnya bukan rencana asli Soeharto. Proyek tersebut datang dari Tay Juhana alias "Mr. T", pengusaha Indonesia keturunan Tionghoa yang bermarkas di Singapura. Lewat Grup Sambu, sebuah perusahaan induk yang terutama berkecimpung dalam bidang perkebunan, "Mr. T" mengaku pernah sukses membuat perkebunan sawit seluas 60 ribu hektare di atas lahan gambut Sungai Guntung, Riau. Sukses itulah yang dipresentasikan kepada Presiden Soeharto. Dia diperkenalkan oleh Marsekal (Purn.) Kardono (mantan Ketua Umum PSSI) dan Mayjen (Purn.) Winanto (bekas Gubernur Jenderal Akabri) (Keduanya adalah komisaris Grup Sambu) hingga kemudian Soeharto berkunjung ke perkebunan kelapa sawit Sungai Guntung pada 1995, disusul keluarnya konsep pertanian seluas 5,8 juta hektare yang diusulkan "Mr. T" tak lama kemudian. Tetapi pada 1999 Henky Assana, Direktur Grup Sambu, membantah bahwa pihaknya yang menyodorkan usulan proyek itu. "Pak Harto yang meminta. Kami hanya menuliskan rencana-rencana. Selanjutnya terserah beliau,"[6]

Proyek itu mulai dikerjakan pada 23 Januari 1996 dan langsung melanggar aturan pertama pembangunan proyek yaitu dikerjakan tanpa studi kelayakan mendalam dan tanpa adanya analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).[6]

Pada Konferensi Pangan Sedunia dari 13 sampai dengan 17 November 1996 di Roma,Italia, Presiden Soeharto mengatakan proyek lahan gambut (PLG) Sejuta Hektare di Kalimantan merupakan keputusan dan tekad bangsa Indonesia sebagai langkah untuk mempertahankan swasembada pangan dan sekaligus andil dalam memecahkan masalah pangan dunia. "Melalui konferensi ini, kita juga ingin meneguhkan kesadaran dunia mengenai pentingnya ketahanan pangan bagi umat manusia".[7]

Pengembangan proyek

Untuk mewujudkan percepatan Proyek Lahan Gambut Satu Juta Hektar, dua BUMN (Badan Usaha Milik Negara) milik Departemen PU (Pekerjaan Umum) (Nama lama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), PT. Wijaya Karya (Wika) dan PT. Pembangunan Perumahan (PP) ditunjuk untuk mengerjakan berbagai proyek terkait di Kabupaten Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah. Wika, menurut Pimpinan Proyek Lahan Gambut Sejuta Hektar Kalimantan Tengah, Rudjito, mendapat dua jenis pekerjaan untuk mengembangkan lahan senilai Rp 139 miliar. Pertama, membangun saluran irigasi sepanjang 1233,5 km dengan nilai kontrak Rp 115 miliar sedangkan proyek kedua, dengan nilai Rp 14 miliar, yaitu melakukan pencetakan sawah baru sebesar 10 ribu hektar. PP juga mendapat proyek serupa yaitu membangun saluran sepanjang 1479,5 km dan mencetak sawah lahan gambut seluas 10 ribu hektar. Untuk menggarap kedua pekerjaan ini, PP memperoleh dana proyek sebesar Rp 184 miliar.

Pencetakan sawah baru oleh Wika tadi, sebagian telah rampung dikerjakan. Bahkan, tanaman padi di proyek lahan percontohan seluas 10 ribu hektar yang digarap oleh perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi itu, telah berhasil dipanen sebanyak dua kali sejak dikerjakan tahun lalu. Panen pertama memperoleh hasil padi sebanyak 3,5 ton per hektar. Namun hasil ini dinilai belum maksimal sehingga hasil panen itu harus dilipatgandakan lebih banyak lagi. Hasil yang belum maksimal ini disebabkan oleh, tutur Rudjito, lahan yang dibuka masih relatif sedikit sehingga hama seperti tikus sawah dengan mudah menyerang dan merusak tanaman. Tetapi, pada panen kedua yang dilakukan awal tahun 1997, hama tersebut dapat diatasi sehingga produk padi meningkat menjadi 5,5 ton per hektar.

Selain membangun saluran air dan pencetakan sawah, Wika pada tahun anggaran 1997/1998 juga ditugaskan menyiapkan sarana dan prasarana ibu kota kecamatan. Di atas lahan 10 ribu hektar itu akan dibangun, antara lain, kantor kecamatan, puskesmas, sekolah dasar (pada saat itu menggunakan lokasi di balai desa), tempat ibadah, pasar, dan jalan. Pasar ini diharapkan berfungsi sebagai sarana kegiatan ekonomi masyarakat yang bermukim di bekas lahan gambut. Meskipun demikian, nilai proyek pembangunan ibu kota kecamatan itu belum diketahui. Sementara itu, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih, Departemen PU tengah memprogramkan membuat saringan air bersih rumah tangga sebanyak 3.000 unit.[8]

Contoh lahan gambut yang dikonversi menjadi lahan pertanian produktif

Nasib Akhir

Sebelum terhenti, kontraktor berhasil membangun saluran primer induk (SPI) sepanjang 222 kilometer, saluran primer utama sepanjang 620 kilometer, tanggul keliling seluas 82 hektar, lahan usaha seluas 61.000 hektar, pencetakan sawah seluas 144.440 hektar, dan lahan pekarangan seluas 14.375 hektar. Selain itu, pada akhir tahun 1997, sebanyak 15.100 KK transmigran ditempatkan untuk menggarap lahan. Pada kenyataannya megaproyek PLG tersebut tidak sukses karena karena dilakukan terburu-buru.[9]

Penyebab Kegagalan

Saat permukiman transmigran mulai dilaksanakan, sawah belum siap tanam hanya siap olah. Kemudian, dari total lahan sawah yang sudah dibuka tidak semua berhasil dipanen. Lahan Proyek PLG di Kabupaten Kapuas, misalnya, menderita kekeringan. Belum lagi permukaan air yang tersisa pada irigasi jauh di bawah permukaan sawah. Akibatnya, sebagian sawah mengering dan meninggalkan retakan. Dari rencana luas sawah 2.500 hektar, hanya sekitar 200 hektar yang bisa dialiri air (8 persen). Hal ini terjadi karena dua saluran primer induk (SPI) yang dibuat lurus membelah Sungai Kahayan-Kapuas-Barito tidak berfungsi sama sekali sebagai pengumpul air. SPI tersebut memotong kubah gambut sedalam 10 meter serta tidak mengikuti kontur ketiga sungai. Akibatnya, SPI malah mengeringkan kubah gambut. Di beberapa lokasi, air saluran tidak mengalir hingga menurunkan tingkat keasaman. Hal ini dikarenakan sifat lahan gambut yang merupakan lahan basah. Bahkan, ketika musim hujan, gambut akan menyerap air dan akan dikeluarkan pada musim kemarau.[9]

Analisis IPB

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) saat itu, Soleh Solahuddin, mengemukakan bahwa dari total luas lahan 1,46 juta hektar, area yang dapat digunakan untuk lahan pertanian baik pangan dan perkebunan hanya sekitar 586.700 hektar atau 40,18 persen dari lahan total yang berhasil dimanfaatkan. Dengan demikian selisih antara luas area pengembangan proyek dan lahan yang dinilai bisa dimanfaatkan sekitar 870.500 hektar. Selain itu, data hasil Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Regional Pengembangan Lahan Sejuta Hektar di Provinsi Kalimantan Tengah, yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB, menunjukkan bahwa pengembangan lahan gambut di Kalteng secara kuantitatif berdampak negatif penting lebih besar.

Meski demikian, Soleh juga menerangkan masih ada dampak positif dari proyek ini. Di antaranya adalah pembangunan ekonomi wilayah, pemerataan pembangunan wilayah, dan sekaligus mengurangi beban daerah padat penduduk seperti Pulau Jawa dan Bali.[9]

Tindak Lanjut

Setelah dinyatakan gagal pada era awal Reformasi, Menteri Pertanian Kabinet Gotong Royong Bungaran Saragih memutuskan menswastakan pengelolaan lahan gambut seluas 1 juta ha di Kalteng yang menghabiskan dana Rp1,6 triliun dari APBN pada tahun 2001. "Bahkan, pemerintah siap memberikan fasilitas kepada swasta yang ingin mengembangkan lahan gambut tersebut," kata Menteri Pertanian Bungaran Saragih.[10] Menurutnya, lahan gambut 1 juta ha merupakan peninggalan masa lalu yang tidak perlu dipersoalkan kembali, namun harus dicarikan solusi pemecahannya.

Pemerintah, menurutnya, telah memutuskan untuk tidak meneruskan proyek tersebut. "Pemerintah menilai justru swasta yang lebih pantas. Sebab mereka bisa mendatangkan teknologi dan dana yang diperlukan." Meskipun demikian, Bungaran tidak menyebutkan bentuk riil bantuan atau fasilitas yang bakal diberikan pemerintah kepada swasta yang berminat menggarap lahan tersebut.[10]

Referensi

  1. ^ a b "Lahan Gambut Eks PLG Satu Juta Hektar, Bagaimana Kabarnya Saat ini? – Mongabay.co.id". www.mongabay.co.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-10-16. 
  2. ^ "BBCIndonesia.com | Laporan Mendalam | Proyek lahan gambut dihidupkan". www.bbc.co.uk. Diakses tanggal 2017-10-16. 
  3. ^ a b "Kebijakan Dan Tata Kelola Lahan Gambut". HidupMahasiswaIndonesia. 2016-09-19. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-10-08. Diakses tanggal 2017-10-16. 
  4. ^ (apakabar@clark.net), apakabar@clark.net. "[INDONESIA-P] MI - PLG Sejuta Ha Be". www.library.ohio.edu. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-11-07. Diakses tanggal 2017-11-03. 
  5. ^ a b c d e (apakabar@clark.net), apakabar@clark.net. "IN: KMP – Pengembangan Lahan Gambut". www.library.ohio.edu. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-10-16. Diakses tanggal 2017-10-16. 
  6. ^ a b c d e (apakabar@Radix.Net), apakabar@Radix.Net. "[INDONESIA-L] TEMPO – Lahan Gambut". www.library.ohio.edu. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-10-16. Diakses tanggal 2017-10-16. 
  7. ^ (indonesia-p@igc.apc.org), indonesia-p@igc.apc.org. "IN: BP – Proyek Lahan Gambut Atasi". www.library.ohio.edu. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-10-16. Diakses tanggal 2017-10-16. 
  8. ^ (apakabar@clark.net), apakabar@clark.net. "[BORNEO-L] RPK - Diperluas, Lahan S". www.library.ohio.edu. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-11-07. Diakses tanggal 2017-11-03. 
  9. ^ a b c Alexander, Hilda B (ed.). ""Food Estate" dan Kilas Balik Proyek Lahan Gambut Sejuta Hektar". Kompas.com. Diakses tanggal 2020-07-12. 
  10. ^ a b (indonesia-p@indopubs.com), indonesia-p@indopubs.com. "[NEWS] BISNIS - Lahan Gambut 1 Juta Ha Diswastakan". www.library.ohio.edu. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-11-07. Diakses tanggal 2017-11-03. 

Read other articles:

Ministry of Agriculture and FoodMinistério da Agricultura e AlimentaçãoMinistry overviewFormed1918 (1918)JurisdictionGovernment of PortugalMinister responsibleMaria do Céu Antunes, Minister of Agriculture and FoodWebsitewww.min-agricultura.pt The Ministry of Agriculture (Portuguese: Ministério da Agricultura) is a Portuguese government ministry. History The Ministry of Agriculture was first created in 1918. Since then, it has been restructured, extinguished and reestablished several...

 

Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.Cari sumber: Pericles Katoppo – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR Pericles Katoppo (24 Juli 1936 – 1 Desember 2014) adalah tokoh Alkitab Indonesia. Ia lahir dari pasangan Elvianus Kato...

 

مخيف أو يموتScary or Die (بالإنجليزية) غلاف الدي في دي تبع الفيلممعلومات عامةالتصنيف فلم أنثولوجيا الصنف الفني رعبتاريخ الصدور 2012مدة العرض 91 دقيقة اللغة الأصلية الإنجليزيةالبلد الولايات المتحدةموقع الويب scaryordie.com الطاقمالمخرج بوب بادوايمايكل ايمانويلإيغور ميغليكالكاتب بوب ...

Gazza G. minuta. G. achlamys. Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Actinopterygii Ordo: Perciformes Famili: Leiognathidae Genus: GazzaRüppell, 1835[1] Spesies tipe Gazza equulaeformisRüppell, 1835 Gazza adalah sebuah genus peperek yang berasal dari Samudra Hindia dan sebelah barat Samudra Pasifik.[2] Spesies Terdapat lima spesies yang terdapat dalam genus ini:[2] Gazza achlamys D. S. Jordan & Starks, 1917[3] (Smalltoothed ponyfish)...

 

اضغط هنا للاطلاع على كيفية قراءة التصنيف الأبوسومات قصيرة الذيل   المرتبة التصنيفية قبيلة  التصنيف العلمي النطاق: حقيقيات النوى المملكة: حيوانات الشعبة: حبليات الشعيبة: فقاريات غير مصنف: فكيات غير مصنف: رباعيات الأطراف الطائفة: ثدييات (غير مصنف) وحشيات متفرعة (غير مصنف)

 

Ford Endeavour redirects here. Not to be confused with Mitsubishi Endeavor. Mid-size SUV Motor vehicle Ford EverestOverviewManufacturerFordAlso calledFord Endeavour (India, 2003–2021)Production2003–presentBody and chassisClassMid-size SUVBody style5-door SUVLayoutFront-engine, rear-wheel-drive or four-wheel-driveChassisBody-on-frameRelatedFord RangerChronologyPredecessorFord RaiderFord Territory (Australia) The Ford Everest is a mid-size SUV produced by Ford Motor Company since ...

緑が丘駅 緑が丘駅駅舎(2013年5月) みどりがおか Midorigaoka ◄OM08 大岡山 (0.5 km) (1.0 km) 自由が丘 OM10► 所在地 東京都目黒区緑が丘三丁目1番12号北緯35度36分23秒 東経139度40分45.7秒 / 北緯35.60639度 東経139.679361度 / 35.60639; 139.679361座標: 北緯35度36分23秒 東経139度40分45.7秒 / 北緯35.60639度 東経139.679361度 / 35.60639; 139.679361駅番号 OM0...

 

This article needs additional citations for verification. Please help improve this article by adding citations to reliable sources. Unsourced material may be challenged and removed.Find sources: SMK Sultan Badlishah – news · newspapers · books · scholar · JSTOR (February 2018) (Learn how and when to remove this template message) Secondary school, cluster schoolSMK Sultan BadlishahAddressJalan Sultan Badlishah,09000 Kulim,Kedah, MalaysiaInformationForme...

 

Artikel utama: Pemilihan umum Presiden Indonesia 2019 Pemilihan umum Presiden Indonesia di Nusa Tenggara Timur 20192014202417 April 2019 (2019-04-17)Jajak pendapat Terdaftar3.289.174[1]Kandidat   Calon Joko Widodo Prabowo Subianto Partai PDI-P Gerindra Aliansi Koalisi Indonesia Kerja[2] Koalisi Indonesia Adil Makmur[2] Pendamping Ma'ruf Amin Sandiaga Uno Suara popular 2.362.041 305.615 Persentase 88.54% 11.46% Presiden petahanaJoko Widodo PDIP Presi...

А́СЕАН Девіз One Vision, One Identity, One Community[1] Типи членів 10 членів 2 спостерігачі Заснована 8 серпня 1967 року Офіційна/і мова/и Англійська + Бірманська Китайська Англійська Філіппінська Індонезійська Кхмерська Лаоська Малайська Тамільська Тайська В'єтнамська Штаб-квартира Дж...

 

Scott City Ciudad Scott CityUbicación en el condado de Scott en Misuri Ubicación de Misuri en EE. UU.Coordenadas 37°13′07″N 89°31′27″O / 37.2186, -89.5242Entidad Ciudad • País Estados Unidos • Estado  Misuri • Condado ScottSuperficie   • Total 12.36 km² • Tierra 12.15 km² • Agua (1.66%) 0.2 km²Altitud   • Media 117 m s. n. m.Población (2010)   • Total 4565 hab. • ...

 

Acura RSX redirects here. For other uses, see RSX (disambiguation). Motor vehicle Honda IntegraFourth generation (DC5)2002 Honda Integra (Australia)OverviewManufacturerHondaAlso calledAcura RSX (North America)ProductionJuly 2001 – August 2006Model years2002–2006AssemblyJapan: Sayama, Saitama (Sayama Plant)Japan: Suzuka, Mie (Suzuka Plant)DesignerHideaki Uchino, Masashi Shimada (1998)[1]Body and chassisClassSport CompactBody style3-door liftback coupéLayoutFront-eng...

Decorative plate made of Nano concrete with High-Energy Mixing (HEM) Two-layered pavers, pigmented top layer made of HEM nanoconcrete Nanoconcrete (also spelled nano concrete or nano-concrete) is a form of concrete that contains Portland cement particles that are no greater than 100 μm[1] and particles of silica no greater than 500 μm, which fill voids that would otherwise occur in normal concrete, thereby substantially increasing the material's strength.[2] It is also a pro...

 

Species of gastropod Inquisitor sterrha Apertural view of a shell of Inquisitor sterrha Scientific classification Domain: Eukaryota Kingdom: Animalia Phylum: Mollusca Class: Gastropoda Subclass: Caenogastropoda Order: Neogastropoda Superfamily: Conoidea Family: Pseudomelatomidae Genus: Inquisitor Species: I. sterrha Binomial name Inquisitor sterrha(Watson, 1881) Synonyms[1] Drillia sinensis Brazier, 1876 Drillia sterrha (Watson, 1881) Drillia torresiana (Smith, 1884) Inquisitor s...

 

Argentinian footballer Ezra Sued Sued in the cover of a 1946 edition of El GráficoPersonal informationDate of birth (1923-06-07)June 7, 1923Place of birth Once, Buenos Aires, ArgentinaDate of death August 21, 2011(2011-08-21) (aged 88)Place of death ArgentinaPosition(s) ForwardYouth career1940–1943 RacingSenior career*Years Team Apps (Gls)1943–1954 Racing 308 (47)Total 308 (47)International career1945–1947 Argentina 6 (2) *Club domestic league appearances and goals Ezra Sued (7 Ju...

Bài này không có nguồn tham khảo nào. Mời bạn giúp cải thiện bài bằng cách bổ sung các nguồn tham khảo đáng tin cậy. Các nội dung không có nguồn có thể bị nghi ngờ và xóa bỏ. Nếu bài được dịch từ Wikipedia ngôn ngữ khác thì bạn có thể chép nguồn tham khảo bên đó sang đây. Biến đổi của mômen từ tại nhiệt độ Curie sắt từ Trong vật lý và khoa học vật liệu, nhiệt độ Curie hay đi...

 

Indian river worship festival Godavari Pushkaram at Bhadrachalam, 2015 Pushkaram is an Indian festival dedicated to worshiping of rivers. It is also known as Pushkaralu (in Telugu), Pushkara (in Kannada) or Pushkar. It is celebrated at shrines along the banks of 12 major sacred rivers in India, in the form of ancestor worship, spiritual discourses, devotional music and cultural programmes. The celebration happens annually, once in 12 years along each river. Each river is associated with a zod...

 

هذه المقالة تحتاج للمزيد من الوصلات للمقالات الأخرى للمساعدة في ترابط مقالات الموسوعة. فضلًا ساعد في تحسين هذه المقالة بإضافة وصلات إلى المقالات المتعلقة بها الموجودة في النص الحالي. (نوفمبر 2022) شركة الحفر العربيةمعلومات عامةالتأسيس 07-04-1964مموقع الويب www.arabdrill.comالمنظومة ال...

Regional railway signalling centre in York, Northern England The ROC at York with Welcome to Yorkshire sign York Rail Operating Centre (also known as York ROC) is a Rail operating centre (ROC) located at the south western end of York railway station in York, England. The site is one of twelve that will control all signalling across the mainland of the United Kingdom. It was opened in stages from 2014 onwards, with responsibility for signalling becoming active in January 2015. The York ROC acc...

 

Danielle Barton Nazionalità  Stati Uniti Altezza 183 cm Pallavolo Ruolo Schiacciatrice Squadra  NEC Red Rockets Carriera Giovanili 2013-2017 Brighton HS Squadre di club 2017-2021 Utah2021-2022 Chemik Police2022 Athletes Unlimited2022-2023 Cuneo Granda2023- NEC Red Rockets Nazionale 2022- Stati Uniti Statistiche aggiornate al 7 settembre 2023 Modifica dati su Wikidata · Manuale Danielle Barton, coniugata Drews (2 febbraio 1999), è una pallavo...

 

Strategi Solo vs Squad di Free Fire: Cara Menang Mudah!