Share to: share facebook share twitter share wa share telegram print page

Puasa adalah kegiatan menahan makan dan minum selama 10-13 jam. Anda bisa berpuasa sebagai bagian dari ibadah atau sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Selama berpuasa, penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar bisa menjalankan aktivitas dan beribadah dengan lancar. Lantas, bagaimana cara meningkatkan imunitas tubuh saat berpuasa?

Cara Meningkatkan Imun Tubuh Saat Puasa

Bagi umat Islam, puasa di bulan Ramadhan merupakan momen dimana umat Islam yang mampu diwajibkan untuk berpuasa. Puasa dilakukan dengan menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa dari sebelum fajar sampai matahari terbit.

Membatasi asupan makanan dan minuman dalam jangka panjang tentu dapat mempengaruhi kondisi kesehatan Anda. Beberapa efek samping puasa antara lain merasa lemas dan sakit kepala. Agar tubuh tetap fit dan terhindar dari penyakit selama puasa, sebaiknya persiapkan puasa dengan baik.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh saat berpuasa, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:

1.Sahur dengan makan makanan sehat

Sahur adalah makan sebelum matahari terbit sebagai persiapan puasa. Saat sahur, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sehat untuk sumber energi Anda sepanjang hari. Untuk menjaga kesehatan tubuh, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya serat dan nutrisi seperti gandum utuh, oatmeal, dan beras merah. Kandungan seratnya yang tinggi membantu Anda merasa kenyang lebih lama.

Selain makanan berserat, Anda juga disarankan untuk mengonsumsi protein tinggi seperti susu, telur, ikan, ayam, dan daging sapi. Makanan yang mengandung protein tinggi dapat berfungsi sebagai sumber energi dan memperbaiki jaringan dalam tubuh.

2.Hindari makan berlebihan saat berbuka puasa

Saat berbuka puasa, banyak orang yang makan berlebihan hanya karena lapar. Makan berlebihan saat berbuka puasa dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan penambahan berat badan. Untuk meningkatkan imunitas tubuh saat berpuasa, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat saat berbuka puasa.

Pilih makanan yang mengandung serat, protein, dan lemak sehat. Hindari berbuka puasa dengan gorengan karena bisa menyebabkan naiknya asam lambung atau gangguan pencernaan lainnya. Awali buka puasa Anda dengan minum air putih atau sedikit makanan manis untuk memulihkan energi. Makan secara bertahap dan kunyah makanan secara perlahan untuk mencegah gangguan pencernaan.

3.Penuhi kebutuhan cairan Anda

Selama berpuasa, tubuh akan kehilangan asupan cairan selama belasan jam. Kondisi ini bisa memicu dehidrasi yang membuat Anda haus, lemas, dan sulit berkonsentrasi. Untuk mencegahnya, Anda dapat memenuhi kebutuhan cairan dengan meminum air putih sebanyak 8 gelas per hari. Anda dapat membaginya dengan jadwal minum air putih sebagai berikut:

        2 gelas saat berbuka

        4 gelas setelah makan malam sampai sebelum tidur

        2 gelas sebelum fajar

Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, jenis aktivitas dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Selain air minum, cairan tubuh juga bisa Anda dapatkan dari sayur dan buah yang kaya akan kandungan air atau makanan yang berkuah seperti sup dan kaldu.

4.Tetap berolahraga atau melakukan aktivitas fisik

Puasa seringkali menjadi alasan untuk berhenti berolahraga. Padahal, salah satu cara meningkatkan imunitas tubuh saat berpuasa adalah dengan rutin berolahraga. Saat berpuasa, Anda bisa berolahraga sebelum berbuka puasa, di malam hari, atau di pagi hari menjelang subuh.

Jika Anda terbiasa melakukan olahraga dengan intensitas berat, selama puasa Ramadhan Anda bisa mengurangi intensitas olahraga sesuai dengan kemampuan Anda. Untuk durasi olahraga, sebaiknya lakukan minimal 30 menit per hari, 5 kali seminggu atau 150 menit per minggu.

5.Istirahat yang cukup

Selama puasa, jadwal tidur Anda mungkin berubah karena aktivitas sahur dan sholat malam. Agar tubuh tetap mendapatkan istirahat yang dibutuhkan, sebaiknya hindari begadang dan atur ulang jadwal tidur Anda. Rata-rata orang dewasa membutuhkan jadwal tidur 6-8 jam per hari. Jika Anda kesulitan memenuhi jadwal tidur di malam hari, Anda bisa mengisinya dengan tidur siang atau power nap.

6.Kelola stres dengan baik

Saat stes, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol yang dapat menurunkan efektivitas sistem imun Anda. Stres yang berlebihan atau berkepanjangan akan membuat tubuh cepat lelah dan menurunkan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, diperlukan manajemen stres yang baik selama berpuasa.

Untuk menghilangkan stres, Anda bisa mulai dengan latihan relaksasi, meditasi, olahraga, dan aktivitas menyenangkan lainnya. Jika cara mengatasi stres ini tidak berhasil, sebaiknya konsultasikan ke psikolog atau psikiater. referensi: lifepack.id

------------------------

Fasting is the activity of holding back eating and drinking for 10-13 hours. You can fast as part of worship or as part of a healthy lifestyle. During fasting, it is important to maintain endurance so that you can carry out activities and worship smoothly. So, how do you increase your body's immunity while fasting?

How to Increase the Body's Immune During Fasting


For Muslims, fasting in the month of Ramadan is a moment when Muslims who can afford it are required to fast. Fasting is done by refraining from eating and drinking as well as things that break the fast from before dawn until sunrise.


Limiting food and drink intake in the long term can certainly affect your health condition. Some of the side effects of fasting include feeling weak and headaches. In order for the body to stay fit and avoid illness during fasting, you should prepare for fasting properly.

To increase endurance while fasting, there are several things you can do, namely:

Sahur by eating healthy food

Sahur is eating before sunrise as a preparation for fasting. At dawn, it is recommended to eat healthy food for your energy source throughout the day. To maintain a healthy body, it is recommended to eat foods rich in fiber and nutrients such as whole wheat, oatmeal and brown rice. Its high fiber content helps you feel full longer.


In addition to fibrous foods, you are also advised to consume high protein such as milk, eggs, fish, chicken and beef. Foods that contain high protein can function as a source of energy and repair tissues in the body.

Meet your fluid needs

During fasting, the body will lose fluid intake for dozens of hours. This condition can trigger dehydration which makes you thirsty, weak, and difficult to concentrate. To prevent this, you can meet your fluid needs by drinking 8 glasses of water per day. You can divide it by drinking water schedule as follows:

         2 glasses when breaking

         4 glasses after dinner until before bed

         2 glasses before dawn

Everyone's fluid needs are different, depending on age, type of activity and your overall health condition. Apart from drinking water, you can also get body fluids from vegetables and fruits that are rich in water content or foods that are gravy such as soups and broths.

Avoid overeating when breaking your fast

When breaking the fast, many people overeat simply because they are hungry. Overeating during iftar can lead to indigestion and weight gain. To increase your body's immunity while fasting, you are advised to eat healthy food when breaking your fast.

Choose foods that contain fiber, protein and healthy fats. Avoid breaking your fast with fried foods because they can cause acid reflux or other digestive disorders. Start your iftar by drinking water or a little sweet food to restore energy. Eat gradually and chew food slowly to prevent indigestion.

Keep exercising or doing physical activity

Fasting is often a reason to stop exercising. In fact, one way to increase body immunity while fasting is to exercise regularly. When fasting, you can exercise before breaking your fast, at night, or in the morning before dawn.

If you are used to doing sports with heavy intensity, during Ramadan fasting you can reduce the intensity of exercise according to your ability. For the duration of exercise, you should do at least 30 minutes per day, 5 times a week or 150 minutes per week.

Manage stress well

When stressed, the body will release the hormone cortisol which can reduce the effectiveness of your immune system. Excessive or prolonged stress will make the body tired quickly and reduce endurance. Therefore, good stress management is needed during fasting.

To get rid of stress, you can start with relaxation exercises, meditation, sports and other fun activities. If this way of dealing with stress doesn't work, you should consult a psychologist or psychiatrist.

Enough rest

During fasting, your sleep schedule may change due to suhoor activities and night prayers. In order for the body to continue to get the rest it needs, you should avoid staying up late and rearrange your sleep schedule. The average adult needs a sleep schedule of 6-8 hours per day. If you have trouble meeting your sleep schedule at night, you can fill it with naps or power naps.


Information related to 6 Cara Meningkatkan Imun Tubuh Saat berpuasa:

Doris Marie Sigar: Ibu Prabowo Subianto Blasteran Minahasa Jerman

Daftar IsiPendahuluan: Mengetahui Doris Marie Sigar, Ibu Prabowo Subianto2. Asal Usul Doris Marie Sigar: Minahasa Jerman…

Candi Asu Sengi Cagar Budaya yang Dilindungi Pemerintah Jawa Tengah

Daftar IsiPendahuluan: Mitos Candi Asu Sengi - Magelang Jawa Tengah2.1 Origine Aliran Kebudayaan Hindustani di Java2.2 S…

Julian Assange, Pendiri Situs Web WikiLeaks dan Ahli Programmer Komputer yang Dicari Amerika Serikat

Daftar Isi:PendahuluanJulian Assange, Seorang Ahli Programmer Komputer Sejak MudaPendiri Situs Web WikiLeaksWikiLeaks da…

Amerika Serikat: Pusat Pembuatan SUV Ladder Frame yang Kokoh dan Keselamatan

Daftar IsiPendahuluan: SUV Ladder Frame, Pengertian dan ManfaatAsal Usul SUV Ladder Frame: Amerika SerikatTeknologi Ladd…

Prabowo Subianto, Menang Dalam Hitungan Quik Count Capres 2024

Daftar IsiPendahuluan: Prabowo Subianto, Seorang Pemimpin Militer yang Menjadi Peminatan Pemilu 2024Sejarah dan Profil P…

Sultan HB X, Gubernur Yogyakarta Tanpa Pilkada

Daftar IsiPendahuluanLatar Belakang Sultan HB XProses Penunjukan Sultan HB X sebagai Gubernur YogyakartaTanggapan Masyar…

Sultan Ibrahim Ismail: Kepemimpinan dan Kontribusi Raja Malaysia yang Cukup Terpandang dan Dihormati

Daftar IsiPendahuluanLatar Belakang Sultan IbrahimKepemimpinan dan KontribusiPenghargaan dan PengakuanKesimpulanPendahul…

Tanjakan Krumput: Sejarah, Mitos Angker, dan Realitas yang Membangkitkan Keingintahuan

Daftar IsiPendahuluanSejarah Tanjakan KrumputAsal Usul Nama Tanjakan KrumputFakta dan Realita Tanjakan KrumputKeindahan …

Mengenal Sosok dan Pemikiran Haedar Nashir, Tokoh Agama Islam dari Muhammadiyah untuk Menciptakan Kerukunan di Indonesia.

Daftar IsiPendahuluanLatar Belakang Haedar NashirPemikiran Haedar Nashir dalam Menciptakan Kerukunan di IndonesiaKonsep …

Idrus Marham: Perjalanan Karier Politik, Kontribusi, dan Kontroversi Seorang Politisi Golkar

Daftar IsiPendahuluanLatar Belakang Idrus MarhamPerjalanan Karier PolitikKontribusi dalam Partai GolkarKontroversi yang …

Kembali kehalaman sebelumnya