Winning Ticket (Jepang: ウイニングチケットcode: ja is deprecated , Hepburn: Uiningu Chiketto, 21 Maret 1990 – 18 Februari 2023) merupakan kuda pacu d
| Winning Ticket ウイニングチケット | |
|---|---|
Winning Ticket pada parade di Gelanggang Pacuan Kuda Tokyo tahun 2007 | |
| Pejantan | Tony Bin |
| Bapak dari pejantan | Kampala |
| Indukan | Powerful Lady |
| Bapak dari indukan | Maruzensky |
| Jenis kelamin | Stallion |
| Lahir | 21 Maret 1990 |
| Meninggal | 18 Februari 2023 (umur 32) |
| Negara | Jepang |
| Warna | Jragem Gelap |
| Pembiak | Fujiwara Breeding Stud |
| Pemilik | Yoshimi Ota |
| Pelatih | Yuji Ito |
| Joki | Masato Shibata |
| Catatan pacu | 14: 6-1-2[1] |
| Pendapatan | ¥424.125.000 JPY |
| Kemenangan besar | |
| Yayoi Sho (1993) Tōkyō Yūshun (1993) Kyoto Shimbun Hai (1993) | |
| Terakhir diperbarui pada 30 Maret 2026 | |
Winning Ticket (Jepang: ウイニングチケット, Hepburn: Uiningu Chiketto, 21 Maret 1990 – 18 Februari 2023) merupakan kuda pacu dan pejantan kuda pacu ras unggul asal Jepang. Selama karier pacunya, Winning Ticket berkompetisi pada 14 perlombaan dan memenangkan enam di antaranya, dengan kemenangan paling bergengsinya yaitu Tokyo Yushun tahun 1993.[2][3] Winning Ticket merupakan bagian dari "BNW" bersama dengan Biwa Hayahide dan Narita Taishin, rivalitas yang memperebutkan Japanese Triple Crown tahun 1993.[4][5]
Winning Ticket merupakan kuda jragem gelap yang dibiakkan di Fujiwara Farm, Shizunai, Hokkaido. Tiga hari setelah ia dilahirkan, pelatih veteran Fuji Ito mengunjungi Fujiwara Farm. Ia melihat Winning Ticket, dan kemudian memutuskan untuk membawanya ke Ritto Training Center di Ritto, Shiga dan meyakinkan teman lamanya, Yoshimi Ota, untuk membeli Winning Ticket.[6] Pada musim semi tahun 1992, Fuji Ito meminta Masato Shibata untuk menunggangi Winning Ticket, dengan menyatakan bahwa ia merupakan kuda yang berpotensi memenangkan Tokyo Yushun, walaupun Masato Shibata belum pernah memenangkannya sejak ia menjadi joki dari tahun 1967.[7] Akhirnya, Masato Shibata menjadi joki utama Winning Ticket dengan menungganginya pada sembilan perlombaan.[3]
Winning Ticket merupakan anak dari Tony Bin dan Powerful Lady. Pejantannya, Tony Bin, merupakan kuda pacu kelahiran Irlandia yang memenangkan Prix de l'Arc de Triomphe tahun 1988. Ia kemudian diekspor ke Jepang dan menjadi pehantan yang sukses. Keturunan Tony Bin di antaranya Jungle Pocket, Air Groove, dan North Flight.[8][9] Indukannya, Powerful Lady, merupakan anak dari Maruzensky,[10] kuda pacu yang dimasukkan ke Japan Racing Association Hall of Fame pada tahun 1990.[11] Pembiaknya mengatakan bahwa Winning Ticket memilki badan yang mirip dengan pejantannya, Tony Bin, sedangkan mukanya mirip dengan salah satu buyutnya, Tesco Boy.[12]
Nama "Winnng Ticket" didaptkan dari sebuah percakapan antara pemiliknya, Yoshimi Ota, dengan seorang jurnali pacuan kuda Kiyoshi Sugimoto. "Winning Ticket" sendiri berasal dari Bahasa Inggris yang berarti 'tiket menuju kemenangan".[13][14]
Pada musim gugur dalam musim balap pertamanya, Winning Ticket menderita sesamoiditis yang membuatnya hingga tidak bisa meninggalkan kandang selama sebulan.[15] Ia kemudian sembuh dan kemudian bertumbuh dengan sehat kembali.
Winning Ticket mengikuti 14 balapan, di mana ia memenangkan 6 balapan, finis sebagai runner-up di 1 balapan, dan juara ketiga di 2 balapan. Data ini tersedia di JBIS dan netkeiba.[16][3]
| Tanggal | Trek | Balapan | Kelas | Jarak (Kondisi) | Entri | No. | Peluang (Favorit) | Finis | Waktu | Selisih (detik) | Joki | Pemenang (Posisi-kedua) | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1992 – Musim balap dua tahun | |||||||||||||||||
| 6 Sep | Hakodate | Debut Dua Tahun | 1.200 m (Berat) | 14 | 7 | 13.8 (7) | Juara 5 | 1:16.4 | 0.5 | Masato Shibata | Multi | ||||||
| 13 Sep | Hakodate | Dua Tahun | 1.700 m (Lembut) | 12 | 7 | 4.0 (1) | Juara 1 | 1:48.8 | –0.2 | Norihiro Yokoyama | (Hinode Cross O) | ||||||
| 6 Des | Nakayama | Habotan Sho | OP | 2.000 m (Kering) | 9 | 9 | 4.0 (2) | Juara 1 | 2:02.1 | –0.8 | Katsuharu Tanaka | (Major Winner) | |||||
| 27 Des | Nakayama | Hopeful Stakes | OP | 2.000 m (Kering) | 7 | 4 | 1.3 (1) | Juara 1 | 2:02.3 | –0.5 | Masato Shibata | (Maillot Jaune) | |||||
| 1993 – Musim balap tiga tahun | |||||||||||||||||
| 7 Mar | Nakayama | Yayoi Sho | G2 | 2.000 m (Kering) | 11 | 10 | 3.3 (1) | Juara 1 | 2:00.1 | –0.3 | Masato Shibata | (Narita Taishin) | |||||
| 18 Apr | Nakayama | Satsuki Shō | G1 | 2.000 m (Kering) | 18 | 4 | 2.0 (1) | Juara 4 | 2:00.6 | 0.4 | Masato Shibata | Narita Taishin | |||||
| 30 Mei | Tokyo | Tōkyō Yūshun | G1 | 2.400 m (Kering) | 18 | 10 | 3.6 (1) | Juara 1 | 2:25.5 | –0.1 | Masato Shibata | (Biwa Hayahide) | |||||
| 17 Okt | Kyoto | Kyoto Shimbun Hai | G2 | 2.200 m (Kering) | 10 | 4 | 1.2 (1) | Juara 1 | 2:13.3 | 0.0 | Masato Shibata | (Maillot Jaune) | |||||
| 7 Nov | Kyoto | Kikuka-shō | G1 | 3.000 m (Kering) | 18 | 9 | 2.8 (2) | Juara 3 | 3:05.7 | 1.0 | Masato Shibata | Biwa Hayahide | |||||
| 28 Nov | Tokyo | Japan Cup | G1 | 2.400 m (Kering) | 16 | 2 | 9.1 (3) | Juara 3 | 2:24.6 | 0.2 | Masato Shibata | Legacy World | |||||
| 26 Des | Nakayama | Arima Kinen | G1 | 2.500 m (Kering) | 14 | 11 | 5.4 (3) | Juara 11 | 2:32.6 | 1.7 | Masato Shibata | Tokai Teio | |||||
| 1994 – Musim balap empat tahun | |||||||||||||||||
| 10 Jul | Chukyo | Takamatsunomiya Kinen | G2 | 2.000 m (Kering) | 13 | 5 | 2.1 (1) | Juara 5 | 2:01.7 | 1.0 | Yoshitomi Shibata | Nice Nature | |||||
| 18 Sep | Nakayama | Sankei Sho All Comers | G3 | 2.200 m (Lembut) | 8 | 3 | 2.8 (2) | Juara 2 | 2:14.8 | 0.3 | Yutaka Take | Biwa Hayahide | |||||
| 30 Okt | Tokyo | Tenno Sho (Musim Gugur) | G1 | 2.000 m (Kering) | 13 | 9 | 5.0 (2) | Juara 8 | 1:59.2 | 0.6 | Yutaka Take | Nehai Caesar | |||||
Legenda:
Setelah pensiun dari karier pacunya, Winning Ticket beralih menjadi pejantan di Shizunai Stallion Station, Shizunai, Hokkaido pada tahun 1995. Ia kemudian dipindahkan ke Arrow Stud, Shizunai, Hokkaido pada tahun 2004.[17]
Ia hanya memiliki satu anakan yang memenangkan pacuan grup, dengan Berg Ticket yang memenangkan Fairy Stakes tahun 1999.[18] Akan tetapi, ia memiliki keturunan selanjutnya yang memenangkan kejuaraan Grup 1, dengan Lei Papale sebagai pemenang Osaka Hai tahun 2021.[19] Winning Ticket pensiun sebagai pejantan pada tahun 2005, di mana ia dipindahkan ke Urakawa Yushun Village AERU, Urakawa, Hokkaido.[20][21]
Pada masa pensiunnya di Urakawa Yushun Village AERU, ia banyak menghabiskan waktunya bersama Dai Yusaku dan Hishi Masaru.[22] Ketika Legacy World mati pada tahun 2021, Winning Ticket menjadi pemenang pacuan Grup 1 tertua yang masih hidup.[23]
Pada tanggal 18 Februari 2023, Winning Ticket mati di Urakawa Yushun Village AERU akibat kolik.[24][25][26]
| Pejantan Tony Bin (IRE) 1983 |
Kampala (GB) 1976 |
Kalamoun (GB) | Zeddaan (GB) |
|---|---|---|---|
| Khairunissa (GB) | |||
| State Pension (GB) | Only For Life (GB) | ||
| Lorelei (GB) | |||
| Severn Bridge (GB) 1965 |
Hornbeam (GB) | Hyperion (GB) | |
| Thicket (GB) | |||
| Priddy Fair (GB) | Preciptic (GB) | ||
| Campanette (GB) | |||
| Indukan Powerful Lady (JPN) 1981 |
Maruzensky (JPN) 1974 |
Nijinsky (CAN) | Northern Dancer (CAN) |
| Flaming Page (CAN) | |||
| Shill (USA) | Buckpasser (USA) | ||
| Quill (USA) | |||
| Roch Tesco (JPN) 1975 |
Tesco Boy (GB) | Princely Gift (GB) | |
| Suncourt (GB) | |||
| Star Roch (JPN) | Harroway (GB) | ||
| Corona (JPN) (Family:11-c)[28] |
Versi antropomorfis dari Winning Ticket muncul dalam franchise Umamusume: Pretty Derby yang disuarakan oleh Yui Watanabe. Ia digambarkan sebagai wanita berambut pendek berwarna hitam serta memiliki telinga panjangnya berwarna hijau limau di bagian dalamnnya. Ia digambarkan sebagai wanita yang ceria dan hobi berolahraga.[29]
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.