The Get Out adalah film triler laga Amerika Serikat tahun 2026 yang disutradarai oleh Derrick Borte, berdasarkan skenario yang ditulisnya bersama Daniel Forte.
| The Get Out | |
|---|---|
Poster rilis di bioskop | |
| Sutradara | Derrick Borte |
| Produser |
|
| Skenario |
|
Berdasarkan | Strip oleh Thomas Perry |
| Pemeran | |
| Penata musik | Bryan Senti |
| Sinematografer | Brendan Galvin |
| Editor | Mark Warner |
Perusahaan produksi |
|
| Distributor | Vertical |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 101 menit[1] |
| Negara | Amerika Serikat |
| Bahasa | Inggris |
The Get Out adalah film triler laga Amerika Serikat tahun 2026 yang disutradarai oleh Derrick Borte, berdasarkan skenario yang ditulisnya bersama Daniel Forte. Film ini dibuat berdasarkan novel tahun 2010 berjudul Strip karya Thomas Perry. Ceritanya mengenai seorang pemilik klub malam yang berencana untuk keluar dari kehidupan malamnya selama ini. Film ini dibintangi oleh Russell Crowe, Luke Evans, Teresa Palmer, Danny Zovatto, Josh McConville, Nina Dobrev, dan Aaron Paul.
Film ini dirilis secara terbatas di bioskop Amerika Serikat pada 26 Juni 2026.
Manco Kapak adalah seorang bos klub malam asal Albania yang berhasil meraih kesuksesan di Amerika Serikat. Dia hidup bersama dengan Sunny, kekasihnya yang sekaligus juga manajer dari klub malamnya. Suatu hari, saat sedang berhubungan intim dengan Sunny, Kapak terkena serangan jantung. Peristiwa tersebut membuat Sunny menyarankan agar Kapak pensiun dan meninggalkan kehidupan malamnya dengan pindah ke Thailand. Setelah pulih dan kembali bekerja, saat hendak menyetor dana hasil transaksinya dengan bos mafia bernama Rodriguez, seorang pria merampoknya dengan todongan senjata dan membawa kabur uang sebesar 75.000 dolar.
Detektif Slosser datang ke rumah Kapak untuk menangani kasus tersebut. Namun, di balik layar, ternyata ia adalah orang yang menyuruh Jeff, si pelaku perampokan karena ingin membiayai anaknya masuk perguruan tinggi. Jeff diam-diam mengambil sebagian uang rampokan dan menyetor 9.999 dolar ke bank. Carrie, teller bank yang melayaninya, curiga dengan setoran tersebut dan memaksa Jeff melibatkannya dalam perampokan berikutnya jika tidak ingin dilaporkan. Slosser kemudian menekan Jeff untuk kembali merampok Kapak. Sementara itu, seorang agen FBI bernama Joe berkeinginan untuk membeli klub malam milik Kapak, tetapi Kapak menolak penawaran Joe karena dirasa terlalu rendah.
Di hari Kapak menyetor uang transaksinya dengan Rodriguez, Jeff yang kali ini beraksi bersama Carrie kembali merampoknya. Kapak sempat melepaskan tembakan ke arah mereka, tetapi keduanya berhasil melarikan diri dengan membawa uang tersebut. Jeff dan Carrie menginap di sebuah hotel dan menghabiskan malam bersama. Pagi harinya, Jeff dikagetkan dengan kenyataan bahwa Carrie telah menghabiskan seluruh uang rampokan untuk bertaruh di kasino. Insiden perampokan tersebut membuat Rodriguez mengutus Irena untuk memanggil Kapak ke rumahnya. Rodriguez merasa tidak bisa lagi bekerja sama dengan Kapak karena dua insiden perampokan beruntun tersebut. Kapak mencoba menawarkan klub malamnya sebagai solusi, tetapi Rodriguez malah memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Kapak. Di saat yang sama, Joe secara diam-diam mengendap masuk ke dalam rumah Rodriguez dan melemparkan batu yang memecahkan kaca rumah. Momen itu dimanfaatkan Kapak untuk membunuh Rodriquez beserta para anak buahnya. Ia juga menembak kepala istri Rodriquez saat wanita itu mencoba menyerangnya. Setelah itu, Kapak membebaskan Irena dan membakar rumah tersebut untuk menghapus semua jejak.
Di tempat lain, Jeff dan Carrie memutuskan merampok klub malam milik Kapak dengan harapan memperoleh hasil yang lebih besar. Sebelum mereka tiba di lokasi, Spencer—tangan kanan Kapak yang yakin Kapak telah dibunuh oleh Rodriguez—merampok Sunny di ruangan klub. Saat Spencer mengikat Sunny dan mengumpulkan uang, Jeff dan Carrie datang lalu melepaskan tembakan peringatan untuk menakuti para karyawan klub. Mendengar suara tembakan, Spencer menjadi lengah sehingga Sunny berhasil menyemprotkan semprotan merica ke matanya. Tak lama kemudian, Jeff dan Carrie masuk ke ruangan. Spencer yang tak bisa melihat menembak secara membabi buta, namun Carrie yang terkejut langsung membalas dengan menembaknya hingga tewas. Jeff dan Carrie kemudian melarikan diri membawa uang hasil rampokan. Dalam perjalanan, Carrie yang merasa bersalah hendak membuang seluruh uang rampokan mereka, membuat Jeff berusaha menghentikannya. Akibat perkelahian itu, mobil mereka tergelincir dan mengalami kecelakaan. Jeff tewas dalam insiden tersebut, sementara Carrie selamat dan berhasil kabur tepat sebelum mobil meledak di belakangnya.
Kapak kemudian menghubungi Sunny, yang memberitahu bahwa telah terjadi insiden di klub. Kapak meminta Sunny menemuinya di bandara khusus pesawat kecil di Agua Dulce. Slosser yang kebetulan melihat Sunny segera membuntutinya, sementara Joe membuntuti Kapak setelah mengambil seluruh sisa uang simpanannya di rumah terlebih dahulu. Di bandara, Kapak yang berniat terbang ke Vancouver sebagai titik awal untuk memulai kehidupan baru dihadang oleh Slosser. Slosser menodongkan senjata dan memaksa Kapak menyerahkan seluruh uang simpanannya. Tak lama kemudian, Joe muncul dan mengungkap bahwa Slosser adalah dalang di balik kedua perampokan terhadap Kapak. Baku tembak pun terjadi, membuat Joe terluka di lengannya. Dalam sebuah pergulatan, Kapak akhirnya berhasil menembak dada Slosser hingga tewas.
Kapak dan Sunny kemudian mengetahui bahwa Joe sejak awal memang memburu seorang bos kartel Tijuana bernama El Burro, yang merupakan bos dari Rodriguez. Kapak semula berusaha menutupi keterkaitannya dengan Rodriguez, tetapi setelah Joe mengungkap bahwa dialah orang yang melemparkan batu ketika Rodriguez berusaha membunuhnya, Kapak langsung setuju untuk menyerahkan klub malamnya kepada Joe. Joe kemudian mengembalikan uang simpanan Kapak dan membiarkan mereka pergi menggunakan pesawat.
Film ini ditulis dan disutradarai oleh Derrick Borte, yang menulis skenario bersama Daniel Forte berdasarkan novel Strip karya Thomas Perry. Mark Fasano dari Nickel City Pictures menjadi produser bersama Jeffrey Greenstein dari A Higher Standard, Mark Bower dan Bruno Mustic dari Life & Soul Pictures, serta David Lipper dan Robert A. Daly Jr. dari Latigo Films yang turut membiayai produksi bersama Gramercy Park Media.[2]
Russell Crowe dikonfirmasi memerankan tokoh utama pada Mei 2024.[2] Kartiah Vergara, Nina Dobrev, dan Teresa Palmer bergabung dalam jajaran pemeran pada Februari 2025. Pengambilan gambar utama dimulai pada bulan tersebut di Queensland, Australia. Produksi ini mendapat dukungan dari City of Gold Coast serta Pemerintah Australia melalui program Location Offset.[3][4][5][6] Aaron Paul, Luke Evans, dan Daniel Zovatto bergabung pada Maret 2025.[7]
The Get Out dirilis secara terbatas di sejumlah bioskop dan melalui layanan video on demand oleh Vertical pada 26 Juni 2026.[8]
Di situs web agregator ulasan Rotten Tomatoes, 48% pada 27 ulasan para kritikus adalah positif, dengan nilai rata-rata 5.4/10.[9] Di situs Metacritic, yang menggunakan sistem penilaian rata-rata tertimbang, film ini mendapatkan skor 49 dari 100, berdasarkan enam kritikus, yang menunjukkan ulasan yang "tidak terlalu baik atau buruk.".[10]
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.