Tari Sayo adalah tarian tradisional masyarakat Suku Tanalotong, kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.[1] Istilah sayo yang men…
Tari Sayo adalah tarian tradisional masyarakat Suku Tanalotong, kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.[1] Istilah sayo yang menjadi nama tarian ini dalam bahasa masyarakat setempat berarti "tari". Penarinya disebut sebagai pa sayo.[2][3]
Tarian ini ditampilkan pada upacara adat dan keagamaan seperti thabisan (kedatangan penghuni rumah baru), upacara penyambutan, dan kematian. Secara tradisional, tari ini hanya dapat dibawakan oleh keturunan bangsawan (Tomakaka') atau pemangku adat (Tobara').[3]
Tari sayo ini dapat pula dibedakan menjadi beberapa jenis bergantung pada fungsinya, mencakup: Sayo Mabua (membuat seluruh keluarga menari), Sayo Makkendek (tarian panen), Sayo Panggae (tarian pertarungan),[3] Sayo Sitendean (tari untuk pesta pernikahan), serta Sayo karoaya (tari untuk upacara kematian).[2][1]
Penari sayo berasal dari golongan sosial tertentu di Kalumpang.[2][1] Dalam sekali pertunjukan, jumlah penarinya ada 4 hingga 12 orang yang semuanya perempuan berumur 15-39 tahun.[3]
Penari Sayo diberi riasan wajah sehingga tampak seperti peri dengan menggunakan berbagai alat rias seperti lipstik, bedak, alas bedak, kuas, bulu mata palsu, perona mata, dan pensil alis berwarna.[3]
Busananya khusus, antara lain baju kayak bei, kundai pamiring (semacam rok), seke' pandan (selendang), sokko' (topi), dan kain Sekomandi.[3]
Penampilan penari Sayo turut dilengkapi dengan perhiasan seperti kalung (enosamben) dan gelang (balusu). Semakin tinggi kedudukan sosial penari, semakin banyak pula susunan kalung dan gelang yang dikenakannya.[2]
Musik pengiring tarian ini umumnya hanya berupa seperangkat alat tabuh yang terdiri dari lima gong besar dan kecil.[3] Pada pertunjukan tari ini, penari juga menggunakan giring-giring yang bersuara nyaring ketika penari melompat.[2]
Tari Sayo menampilkan gerakan tangan yang dilakukan dengan relatif sedang, sebatas pinggang, diayun ke kanan dan kiri. Gerakan kaki relatif kecil, lebih sering dalam posisi tertutup, dengan sedikit lompatan perlahan tanpa angkatan kaki yang signifikan.[2]
Pementasan Tari Sayo biasanya dilakukan di halaman rumah yang terbuka untuk umum, sehingga kerabat inti maupun tamu undangan dapat menyaksikan jalannya pesta adat.[2]
Pada pertunjukan Tari Sayo penari bergerak dengan pola lantai yang tidak beraturan.[3]
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
{{cite journal}}:
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.