Share to: share facebook share twitter share wa share telegram print page

Serangan St Nazaire

Serangan St Nazaire atau Operasi Chariot adalah sebuah serangan amfibi yang dilancarkan Inggris kepada Dok Normandie di St Nazaire saat Prancis dikuasai Jerman pada Perang Dunia Kedua.

Latar belakang

Pada awal tahun 1942, pemerintah Inggris mendirikan Komando Operasi Gabungan (Combined Operation Command) dibawah pimpinan Louis Mountbatten, yang masih muda. Komando ini menampung banyak perwira muda yang bersemangat, cerdas, penuh ide, berani tapi kurang berpengalaman dalam suatu operasi gabungan yang pelik.

Rencana besar pertama yang mereka kerjakan adalah sebuah operasi serangan pendadakan atas kota Saint Nazaire, Prancis. Di kota tersebut, terdapat satu-satunya dok kering di pantai Atlantik yang mampu menampung kapal tempur Jerman yang paling modern, “Tirpitz”. Komando Operasi berpendapat bahwa dok itu perlu untuk dihancurkan agar kapal Jerman yang ditakuti itu tidak dapat mengadakan reparasi jika mengalami kerusakan.

Masalah yang harus dipecahkan adalah bagaimana dapat menembus penjagaan ketat Angkatan Laut Jerman di lepas pantai, melewati sistem pengawasan radar, mendobrak sistem jaring anti torpedo yang dipasang di depan pelabuhan dan akhirnya meruntuhkan gerbang dok itu sendiri yang terbuat dari baja. Pada intinya ini adalah sebuah serangan berani mati.

Kapal tua

Komandan Robert Edward Dudley (RED) Ryder, yang memimpin serangan hanya meminta sebuah kapal perusak tua bekas Perang Dunia Pertama dan 18 kapal cepat kecil ditambah 622 anggota Angkatan Laut Inggris dan marinir (komando) yang ia pilih sendiri.

Kapal tua tersebut kemudian dimodifikasi supaya dari jauh tidak dicurigai oleh Jerman. Cerobong asapnya yang tinggi dipotong. Letak senjatanya diubah sehingga bayangannya seperti kapal perusak Jerman. Supaya lebih menyesatkan, sebuah bendera Nazi dikibarkan di tiang utama.

Di balik itu, kapal perang tua buatan Amerika itu telah diubah menjadi “bom terapung” yang mematikan. Di balik dindingnya telah dipasang bahan peledak seberat 4,5 ton yang dihubungkan dengan jam khusus yang disetel menurut perhitungan yang teliti.

Serangan

Pada 28 Maret 1942, operasi dilancarkan. Kapal Jerman palsu itu sempat mengelabui penjagaan Jerman, dan baru satu mil menjelang sasaran diketahui bahwa kapal itu adalah musuh. Tetapi tembakan gencar dari meriam pantai baru dilancarkan setengah mil menjelang sasaran.

Meskipun dihujani dengan tembakan gencar, tetapi kapal itu tetap melaju dengan kecepatan penuh. Jaringan anti torpedo ditembus dan pintu gerbang dok didobrak dengan kecepatan tinggi hingga kemudian tergeletak begitu saja tanpa daya di tengah dok.

Sementara itu, kapal-kapal cepat yang mengawal kapal perusak tua itu mulai melancarkan tembakan gencar ke posisi-posisi Jerman. Pasukan marinir dengan cepat turun ke pantai dan meledakkan sasaran-sasaran penting. Sebuah kapal sempat meluncurkan torpedo dengan peledak yang ditetapkan waktunya, ke arah gerbang dok yang lama.

Pertempuran di pelabuhan memang tidak seimbang, sedikitnya 10 kapal cepat berhasil dihancurkan Jerman, sementara banyak anggota komando yang menjadi korban. Sekitar jam 02.50 dini hari, Ryder memberi instruksi kepada sisa-sisa pasukan untuk mundur, setelah melihat target misi tercapai.

Hanya 8 kapal yang bisa kembali dan hanya 228 prajurit yang berhasil kembali pulang ke pangkalan di Inggris. 5 komando berhasil kabur lewat Gibraltar dengan bantuan warga Prancis, 169 lainnya gugur dan 215 jadi tawanan perang. Jerman mengira bahwa serbuan nekad lawannya berhasil dihalau dan dengan puas menyaksikan sisa-sisa peralatan, kapak dan para pelaut-marinir lawan yang mati.

Buntut kejadian

Keesokan harinya, kapal perusak tua yang tergeletak melintang di tengah-tengah dok menarik perhatian para serdadu Jerman. Tidak seorangpun sadar bahwa kapal tua itu sebetulnya adalah “bom waktu raksasa”. Tengah hari, ketika ratusan tentara mengerumuninya, kapal meledak hebat hingga terbelah dua. Setidaknya 360 orang Jerman tewas seketika, tetapi kerusakan akibat ledakan pada dok lebih hebat lagi. Pintu baja tebal jebol hingga air masuk kedalam dan merusak instalasi dok.

Torpedo yang memakai waktu ledak yang baru meledak dua hari kemudian dan merusak pintu gerbang masuk ke pelabuhan. Di tengah kepanikan dan alarm yang berbunyi, para penjaga pelabuhan menembaki para pekerja paksa yang berlarian di pelabuhan karena mengira mereka adalah komando Inggris yang keluar dari persembunyian.

Pihak Jerman kemudian bekerja keras untuk memperbaiki dok itu, tetapi baru 18 bulan sesudahnya dok bisa dikatakan siap pakai. Sayangnya, dewi fortuna telah meninggalkan pihak Nazi. Selama waktu itu pula kapal tempur Tirpitz tidak berani mendekati Selat Inggris, karena fasilitas pemeliharaan tidak dapat dipergunakan. Ketika dok benar-benar selesai, pasukan sekutu sudah hampir mendarat di pantai tidak begitu jauh dari pelabuhan penting itu.

Kutipan

  1. ^ Dorrian, p.114
  2. ^ "No. 38086". The London Gazette (Supplement). 30 September 1947. hlm. 4633–4640. 

Referensi

  • Bradham, Randolph (2003). Hitler's U-boat fortresses. Santa Barbara: Greenwood Publishing Group. ISBN 0-275-98133-9. 
  • Dorrian, James (1998). Storming St. Nazaire: the Gripping Story of the Dock-Busting Raid, March, 1942. Annapolis: Naval Institute Press. ISBN 1-55750-849-6. 
  • Ford, Ken (2001). St. Nazaire 1942: The Great Commando Raid; Osprey Campaign series #92. Oxford: Osprey Publishing. ISBN 1-84176-231-8. 
  • Harrison, Gordon A (1951). United States Army in World War II: European Theater of Operations, Cross-Channel Attack. Washington: Defense Dept., Army, Center of Military History. GPO S/N 008-029-00287-6. 
  • Hinsley, F.H.; et al. (1981). British Intelligence in the Second World War: Its Influence on Strategy and Operations. Volume Two. London: Her Majesty's Stationery Office. ISBN 0-11-630934-2. 
  • Lambert, John; Ross, Al (1990). Allied Coastal Forces of World War II: Fairmile Designs and US Submarine Chasers Volume 1 of Allied Coastal Forces of World War II. London: Conway. ISBN 0-85177-519-5. 
  • Miller, Russell The Commandos. Alexandria Time-Life Books (1981) ISBN 0-8094-3401-6
  • Moreman, Timothy Robert (2006). British Commandos 1940–46. Oxford: Osprey Publishing. ISBN 1-84176-986-X. 
  • Mountbatten, Louis (2007). Combined Operations: The Official Story of the Commandos. Verona: Read Books. ISBN 1-4067-5957-0. 
  • Neilands, Robin (2005). The Dieppe Raid. Bloomington: Indiana University Press. ISBN 0-253-34781-5. 
  • St. George Saunders, Hilary Aidan (1949). The Green Beret: the Story of the Commandos, 1940–1945. Sevenoaks: New English Library. ISBN 0-450-01007-4. 
  • Zaloga, Stephen J (2007). The Atlantic Wall (1): France, Volume 1. Oxford: Osprey Publishing. ISBN 1-84603-129-X. 
  • Zetterling, Niklas; Tamelander, Michael (2009). Tirpitz: The Life and Death of Germany's Last Super Battleship. Havertown: Casemate Publishers. ISBN 1-935149-18-0. 


Kesalahan pengutipan: Ditemukan tag <ref> untuk kelompok bernama "nb", tapi tidak ditemukan tag <references group="nb"/> yang berkaitan

Baca informasi lainnya yang berhubungan dengan : Serangan St Nazaire

Serangan kegagalan layanan Serangan penabrakan Batang Serangan, Batang Serangan, Langkat Serangan Smurf Serangan pisau München Serangan Umum Surakarta Serangan Doolittle Serangan Teheran 2017 Serangan Tet Serangan Kerensky Serangan kendaraan Yerusalem 2017 Tingkat serangan Serangan Saar Serangan Xinjiang 2008 Serangan Silesia Serangan Nivelle Serangan Pomerania Timur Serangan udara di Jepang Serangan Musim Semi Serangan Dieppe Serangan siber di Ukraina 2017 Serangan Umum 1 Maret 1949 Serangan Vilna Serangan dunia maya Serangan hiu Serangan banzai Serangan Lvov–Sandomierz Serangan London Jun…

i 2017 Serangan Marshall-Gilbert Batang Serangan, Langkat Serangan Paris November 2015 Serangan Fajar Serangan Brusilov Serangan lintas perbatasan di Sabah Serangan Westminster 2017 Serangan udara Shayrat 2017 Serangan ke Limbang Serangan Kabul April 2016 Serangan udara Qana Serangan Leningrad–Novgorod Serangan terhadap Kabul, Mei 2017 Serangan, Denpasar Selatan, Denpasar Serangan Berlin 2016 Serangan Saint-Quentin-Fallavier Serangan ke Pelabuhan Sydney Serangan Sousse 2015 Serangan terhadap Kabul, Maret 2017 Serangan Prusia Timur Serangan Gorlice–Tarnów Serangan Ghazni Serangan sekolah Peshawar 2014 Serangan klub malam Istanbul 2017 Serangan Jakarta 2016 Serangan 11 September 2001 Serangan Minya 2017 Serangan Mongol ke Palestina Serangan Pangkalan Clark Serangan di Bali Serangan Universitas Bacha Khan Serangan Kuil Akshardham Serangan Kunming 2014 Serangan Seratus Resimen Serangan Samudra Hindia Serangan Taipei Metro 2014 Serangan Stockholm 2017 Serangan Seratus Hari Serangan Balik Goku Serangan Meuse-Argonne Serangan St Nazaire Serangan Pulau Makin Serangan Chhattisgarh 2013 Serang, Serang, Serang Serangan teroris Mumbai November 2008 Serangan di Yarmouth Serangan brutal Ser

Kembali kehalaman sebelumnya