Share to: share facebook share twitter share wa share telegram print page

Sejarah nama Vietnam

Kata "Vietnam" diciptakan oleh penyair abad ke-16 Nguyễn Bỉnh Khiêm (kanan), seorang prognostikator politik yang sering dibandingkan dengan Nostradamus. Di sini dia digambarkan bersama Sun Yat-sen dan Victor Hugo sebagai orang suci Cao Đài.

Sepanjang sejarah, ada banyak nama yang digunakan untuk menyebut Vietnam. Selain nama resmi, ada nama yang digunakan secara tidak resmi untuk menyebut wilayah Vietnam. Vietnam disebut Văn Lang[1][2] (urang, orang, minang[3] / ), Mê Linh[4] (maleng / [5]) selama Dinasti Hùng Vương, Âu Lạc[6] (Urang?, Orang?, Anak / , ) ketika An Dương menjadi raja, Nam Việt selama Dinasti Triệu, Van Xuan selama Dinasti Lý Awal, Đại Cồ Việt selama Dinasti Đinh dan Dinasti Lê Awal. Mulai tahun 1054, Vietnam disebut Đại Việt (Viet Raya).[7] Selama Dinasti Hồ, Vietnam disebut Đại Ngu.[8]

Việt Nam (dengarkan dalam Bahasa Vietnam) adalah variasi dari Nam Việt (Việt Bagian Selatan), nama yang dapat ditelusuri kembali ke Dinasti Triệu (abad ke-2 SM, juga dikenal sebagai Kerajaan Nanyue).[9] Kata "Việt" berasal dari kependekan Bách Việt, sebuah kata yang digunakan untuk merujuk pada orang yang tinggal di tempat yang sekarang menjadi Tiongkok selatan pada zaman kuno. Kata "Việt Nam", dengan suku kata dalam tatanan modern, pertama kali muncul pada abad ke-16 dalam sebuah puisi karya Nguyễn Bỉnh Khiêm. "Annam", yang berasal dari nama Tionghoa pada abad ketujuh, adalah nama umum negara itu selama masa kolonial. Penulis nasionalis Phan Bội Châu menghidupkan kembali nama "Vietnam" di awal abad ke-20. Ketika pemerintah komunis dan saingannya yang anti-komunis didirikan pada tahun 1945, keduanya segera mengadopsi nama ini sebagai nama resmi negara. Dalam bahasa Indonesia, kedua suku kata tersebut biasanya digabungkan menjadi satu kata, "Vietnam." Namun, "Viet Nam" pernah digunakan secara umum dan masih digunakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan oleh pemerintah Vietnam.

Kutipan dengan referensi

  1. ^ Arrcording professor Lê Văn Lan : Word văn-lang means the "people" in Malayo-Polynesian languages.
  2. ^ Michel Ferlus. "Formation of Ethnonyms in Southeast Asia". 42nd International Conference on SinoTibetan Languages and Linguistics, Nov 2009, Chiang Mai, Thailand. 2009. pp. 4-5
  3. ^ As word Minangkabau.
  4. ^ Shorto, H. A Mon-Khmer Comparative Dictionary, Ed. Paul Sidwell, 2006. #692. p. 217
  5. ^ A. Dirk Moses (1 January 2008). Empire, Colony, Genocide: Conquest, Occupation, and Subaltern Resistance in World History. Berghahn Books. hlm. 209–. ISBN 978-1-84545-452-4. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008. 
  6. ^ Old viewpoint (by professor Trần Quốc Vượng in North Vietnam about 1960-80s) : Word âu-lạc means the "country" or "núi nước" (Viet), "rú rác" (Muong).
  7. ^ Nicholas Tarling (2000). The Cambridge History of Southeast Asia: From Early Times C. 1500. Cambridge University Press. hlm. 139. ISBN 0521663695. 
  8. ^ Ring, Trudy; Salkin, Robert M.; La Boda, Sharon (1994). International Dictionary of Historic Places: Asia and Oceania. Taylor & Francis. hlm. 399. ISBN 1884964044. 
  9. ^ L. Shelton Woods (2002). Vietnam: a global studies handbook. ABC-CLIO. hlm. 38. ISBN 1576074161. 

Templat:Daftar negara dan bahasa

Baca informasi lainnya:
Kembali kehalaman sebelumnya