Share to: share facebook share twitter share wa share telegram print page

Pondok Indah

Pondok Indah
Jalan Metro Pondok Indah sebagai jalan utama di kawasan Pondok Indah
LokasiPondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia
StatusSelesai
Peletakan batu pertamaAwal 1970-an
Perusahaan
PemilikPT Metropolitan Kentjana Tbk
ManagerPondok Indah Group
Rincian teknis
Ukuran lahan473 hektar (4,73 km2)

Pondok Indah adalah kawasan permukiman elite di wilayah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kawasan ini mulai dibangun sejak tahun 1970-an oleh kelompok usaha Pondok Indah Group yang berada di bawah naungan PT Metropolitan Kentjana Tbk. milik Siti Hartati Murdaya.[1] Sebelum dikembangkan menjadi area hunian, Pondok Indah merupakan lahan pertanian dengan luas sekitar 460 ha yang terdiri atas persawahan, perkebunan karet, serta pertanian palawija.[2][3] Pondok Indah juga merupakan kota satelit modern kedua di Indonesia setelah Kebayoran Baru yang selesai pada tahun 1955.

Kawasan Pondok Indah merupakan hunian yang paling dicari-cari oleh para ekspatriat, konglomerat, pesohor, dan pejabat pemerintahan. Harga rumah di kawasan Pondok Indah dapat mencapai triliunan rupiah.

Penamaan

Kawasan tersebut diberi nama "Pondok Indah". Menurut pengembangnya Ciputra, kata "pondok" pada nama Pondok Indah menunjuk pada nama wilayah perkebunan pada kawasan tersebut, yakni Pondok Pinang, yang kini menjadi wilayah Kelurahan dari Kecamatan Kebayoran Lama. Secara harfiah, pondok berarti tempat tinggal atau rumah. Dengan demikian, jika kata "pondok" digabungkan dengan kata "indah", maka akan berarti "rumah yang indah". Nama Pondok Indah sudah sesuai dengan keinginan Ciputra sebagai sebuah kawasan termewah di Jakarta.[4]

Sejarah

Latar belakang

Jauh dari kesan elit seperti saat ini, kawasan Pondok Indah sebelumnya adalah sebuah bentangan ladang kering, persawahan, dan perkebunan karet dan palawija.[2][3][4]

Pada suatu saat, daerah tersebut didatangi oleh seorang arsitek dan pengembang perkotaan, Ciputra. Pada saat itu, Ciputra harus melewati sebuah jalan kecil yang hanya memiliki lebar 6 meter dan berupa jalan bebatuan untuk mencapai kawasan yang akan mejadi cikal bakal Pondok Indah. Kini jalan kecil yang berupa bebatuan tersebut telah menjadi Jalan Radio Dalam Raya.

Menurut Ciputra, kawasan perkebunan tersebut sangat strategis, karena berbatasan dengan Jalan Ciputat Raya (yang sebelumnya merupakan bagian dari Jalan Nasional dari Jakarta menuju Bogor yang melewati Palmerah, Ciputat, dan Parung) disebelah barat dan Lebak Bulus di sebelah selatan. Hal yang paling penting adalah karena kawasan perkebunan tersebut terletak dekat dengan Kota Satelit Kebayoran Baru sebagai kota satelit modern pertama di Indonesia. Hal lainnya adalah karena kawasan perkebunan tersebut bukan daerah rawan banjir dan tanahnya tidak mengandung garam seperti di wilayah utara Jakarta. Kawasan tersebut juga masih berupa hamparan hutan yang sejuk dan menjadi sumber air bersih.[4]

Ciputra berfirasat bahwa Jakarta akan mencapai puncak pertumbuhan penduduk di tahun 1970-an karena besarnya arus urbanisasi yang akan membuat Jakarta menjadi sangat padat. Ia juga memprediksi bahwa keterbatasan lahan untuk membangun perumahan akan terjadi di Jakarta, sehingga akan dipenuhi dengan hunian vertikal di masa depan. Oleh karena itu, ia memiliki ide untuk membuat kota satelit baru.[2]

Realisasi pembangunan

Untuk menyulap perkebunan tersebut menjadi sebuah kawasan hunian elit, Ciputra menggandeng pengusaha Liem Sioe Liong. Padahal saat itu, Liem ingin mengembangkan kawasan Sunter, Jakarta Utara. Namun, Ciputra menilai kawasan yang justru berkembang ada di Jakarta Selatan karena kualitas tanah dan udaranya masih bagus. Sementara kualitas tanah dan udara di kawasan Sunter dinilai kurang baik.

Setelah mendengarkan pemaparan Ciputra, Liem pun setuju untuk bekerja sama membiayai proyek Pondok Pinang. Liem memberi pinjaman dan sisanya pinjam dari Bank Dagang Negara (kini menjadi Bank Mandiri) dengan rekomendasi dari Liem dan jaminan proyek.[4] Ciputra menuturkan:

Kawasan itu bisa digarap menjadi perumahan mewah yang akan terus bercahaya dari waktu ke waktu. Saya bisa membuat master plan segara. Mengenai izin untuk menggarap proyek di kawasan ini, saya bisa bicara dengan Pak Ali Sadikin segera.

Awal pembangunan

Sebuah poster iklan Pondok Indah pada tahun 1970-an.

Setelah menyiapkan badan hukum dan masterplan, Ciputra dan rekan-rekannya mulai membangun kawasan Pondok Indah yang sebelumnya adalah sebuah perkebunan mulai tahun 1970-an, Proyek pertama yang diselesaikan adalah pembangunan jalan yang sesuai dengan pemetaan kavling yang sudah dibuat dan pembangunan saluran air.

Pada awal pembangunan, beberapa rumah hanya dibangun sebagai contoh. Selebihnya Ciputra menjual kavling. Hal ini didasari atas perilaku orang kaya yang ingin membangun rumah sendiri sesuai dengan selera mereka (seperti pada gambar poster). Meski begitu, Ciputra juga membuka permintaan jika ada pembeli yang hendak dibangunkan rumahnya.

Ciputra sempat khawatir karena dana yang dihabiskan untuk membebaskan lahan, serta membangun infrastruktur jalan, dan salur air ternyata sangat besar. Untuk menyiasatinya, Ciputra bersama tim membangun rumah-rumah mungil di utara Pondok Indah, tepatnya di Jalan Pinang Perak, Jalan Pinang Emas. Rumah itu ternyata laku dengan cepat. Di sisi lain, kavling-kavling juga diserbu para pembeli. Dia menuturkan hampir tiap akhir pekan kawasan Pondok Indah yang masih berupa kavling dikunjungi peminat. Kebanyakan peminat adalah orang yang sudah kaya sejak dahulu, dan orang-orang kaya baru yang bermunculan akibat geliat bisnis.[4]

Fasilitas

Kesehatan

Pusat perbelanjaan dan kawasan komersial

Akomodasi

Pendidikan

  • Jakarta Intercultural School
  • Raffles Christian School
  • SDI Harapan Ibu
  • Tirta Marta BPK Penabur
  • Don Bosco School
  • Bakti Mulya 400
  • HighScope Indonesia, Pondok Indah

Tempat rekreasi

  • Pondok Indah Golf Course
  • Pondok Indah Waterpark

Tempat Ibadah

  • Masjid Raya Pondok Indah

Diplomatik

Akses jalan

Sebelum kawasan ini mulai dibangun, satu satunya akses jalan ke cikal bakal Pondok Indah adalah Jalan Radio Dalam Raya yang pada saat itu hanya berupa jalan kecil dan bebatuan.[4] Jalan tersebut menghubungkan kawasan cikal bakal Pondok Indah dengan Kota Satelit modern pertama di Indonesia, yakni Kebayoran Baru.

Pada pembangunan tahap pertama, Ciputra dan rekan-rekannya memulai pembangunan jalan utama dan jalan kavling terlebih dahulu, sesuai dengan masterplan yang sudah disusun. Jalan utama ke kawasan Pondok Indah tersebut diberi nama Jalan Metro Pondok Indah, menghubungkan kawasan Kebayoran Lama dengan Lebak Bulus yang sebelumnya harus melewati Jalan Ciputat Raya (yang sebelumnya merupakan bagian dari Jalan Nasional dari Jakarta menuju Bogor yang melewati Palmerah, Ciputat, dan Parung, sebelum digantikan Jalan Metro Pondok Indah).[butuh rujukan]

Pondok Indah juga mempunyai akses dari tol JORR, ruas TMII-Pondok Pinang yang pertama kali dibuka pada tahun 1995.

Transportasi umum

Jalur Bus

Transjakarta

  • Layanan BRT
  • Layanan rute lintas perbatasan
    • S21: Ciputat - CSW
  • Layanan rute Mikrotrans
    • JAK-49: Cipulir - Lebak Bulus
    • JAK-95: Lebak Bulus - Pasar Minggu
    • JAK-102: Lebak Bulus - Blok M

Bus lainnya

  • Mayasari Bakti
    • AC73: Kampung Rambutan - Ciledug (via Metro Pondok Indah - PIM - Arteri Pondok Indah)

Jalur kereta api

Terdapat 1 Stasiun Yakni Stasiun Fatmawati

Terdapat 1 Stasiun Yakni Stasiun Kebayoran Lama

Kontroversi

Pada pertengahan hingga akhir September 2002, masyarakat Jakarta sempat dihebohkan oleh sebuah berita mengenai hilangnya seorang pedagang nasi goreng karena diculik oleh "hantu" yang mendiami salah satu rumah kosong di Jalan Metro Pondok Indah. Sejak berita meghebohkan tersebut beredar, masyarakat yang penasaran berbodong-bondong mendatangi rumah hantu tersebut bahkan diserbu oleh para pencari wangsit. Menurut Kriminolog Ronny Nitibaskoro, kehebohan tersebut menciptakan fenomena "irasionalitas (pikiran di luar nalar) masyarkat" karena adanya perihal dunia gaib yang telah mendarah daging di Indonesia. Pada saat itu, dunia gaib menjadi hiburan menarik bagi masyarakat di tengah krisis multidimensi yang berkepanjangan. Namun ia menghimbau agar cerita-cerita gaib tersebut tidak didramatisir karena dapat membuat masyarakat terperosok ke dalam pikiran irasional.[7]

Tentu saja (besar) dampak-dampaknya misalnya jelas kemarin mengakibatkan kemacetan di Jalan (Metro Pondok Indah). Dampak yang lain adalah bahwa hal-hal irasional itu merupakan hal yang tidak mendidik bagi anak cucu kita. Jadi kepercayaan terhadap hal-hal yang irasional dan sebagainya (seharusnya) tidak perlu ditiru. Itu harus dihilangkan.

— Ronny Nitibaskoro, seorang kriminolog ketika diwawancarai oleh RCTI

Cholil, sang penjaga rumah kosong yang diisukan berhantu tersebut berulang kali membantah adanya hantu karena ia tidak pernah melihat atau merasakan aura si hantu selama ia menjaga rumah kosong tersebut selama 1,5 tahun.

Jawaban: Gak ada.
Pertanyaan: Jadi sebenarnya rumah ini (suasananya) kayak apa?
Jawaban: Kayak biasa aja. Kita (harus) percaya (hanya) kepada Allah SWT. Nggak ada apa-apa. (Memangnya) masih ada keperluan (?), memang ada. Ya (selama) saya jaga-jaga disini gak ada apa-apa. Alhamdulillah, gak ada apa-apa.

— Cholil, sang penjaga "rumah hantu" ketika diwawancarai oleh RCTI

Sebenarnya, rumah "berhantu" tersebut sedang dalam sengketa dan menjadi aset Bank Mandiri. Diduga ada pihak-pihak yang sengaja menyebarluaskan berita irasional tersebut untuk menjatuhkan nilai jual rumah tersebut.[7]

Pada tahun 2011, Radio Prambors memasukan rumah berhantu tersebut ke dalam daftar tempat-tempat terangker di Jakarta bersama TPU Jeruk Purut, Terowongan Casablanca, perlintasan kereta api Bintaro, dan Lubang Buaya.[butuh rujukan] Rumah tersebut kini sudah dibongkar dan menjadi lahan kosong.[butuh rujukan]

Lihat juga

Catatan

  1. ^ Alamat: Jl. Metro Pondok Indah, Blok III BB, Pondok Indah Golf Apartment 2-16-5[5][6]

Referensi

  1. ^ "Pondok Indah | Commitment to Excellence" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-06-18. 
  2. ^ a b c Suhendra (27 November 2019). "Ciputra Sulap Kebun 'Tempat Jin Buang Anak' Jadi Pondok Indah". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 18 Juni 2021. 
  3. ^ a b Purnamasari, Dian Dewi (2018-09-03). "Hutan Karet Menjelma Jadi Hunian Elite". Kompas.id. Diakses tanggal 2021-06-18. 
  4. ^ a b c d e f Irawan, Dika (12 November 2021). "Sejarah Pondok Indah, Kawasan Elite yang Dulunya Sawah dan Karet". Hypeabis. 
  5. ^ "Embajada de Cuba en Indonesia". Embajadas y Consulados de Cuba (dalam bahasa Spanyol). 2016-03-23. Diakses tanggal 2022-11-04. 
  6. ^ "Layanan Diplomatik Terpadu Satu Pintu - Ditjen Protkons Kemlu RI". layanandiplomatik.kemlu.go.id. Diakses tanggal 2022-11-04. 
  7. ^ a b Hii... Ini Cerita Tentang Rumah Berhantu di Pondok Indah, diakses tanggal 2022-08-23 

Baca informasi lainnya yang berhubungan dengan : Pondok Indah

Pondok Pondok Modern Darussalam Gontor Rumah Sakit Pondok Indah Pondok Pucung, Pondok Aren, Tangerang Selatan Pondok Aren, Tangerang Selatan Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan Mal Pondok Indah Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Pondok Suguh, Pondok Suguh, Mukomuko Pangkalan Udara Pondok Cabe Pondok Kandang, Pondok Suguh, Mukomuko Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan Pondok Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan Pondok Aren, Pondok Aren, Tangerang Selatan Pondok Pesantren Al-Fatah Halte Transjakarta Pondok Indah Pondok Indah P…

ondok Pesantren Pabelan Pondok Kacang Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Halte Transjakarta Pondok Pinang Pondok, Grogol, Sukoharjo Pondok Tinggi, Sungai Penuh Pondok Pesantren Miftahul Muta'allimin Stasiun Pondok Ranji Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur Pondok Pesantren Sidogiri Pondok Pesantren Al-Rosyid Pondok Pesantren An-Nawawi Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur Halte Pondok Terong Pondok Pesantren Darunnajah Stasiun Pondok Rajeg SDN Pondok Ranggon 02 Pondok Pesantren As Shidiqiyyah Pondok Pesantren Al Hidayah Pondok Pesantren Al Jalil Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Faqih Mandiri Pondok Pesantren Al-Mubarok Serang Pondok Pesantren Al-Falah Pondok Pesantren Suryalaya Pondok Pesantren Langitan Pondok Pesantren Al-Achsaniyyah Pondok Suguh, Mukomuko Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan Jalan Pondok Labu (Jakarta) Rumah Tua Pondok Cina Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur Pondok Pesantren Budi Utomo Surakarta Pondok Beringin, Tanah Cogok, Kerinci Masjid Agung Pondok Tinggi SDN Pondok Bambu 07

Baca artikel lainnya :

Jada Pinkett SmithLahirJada Koren Pinkett18 September 1971 (umur 52)Baltimore, Maryland, Amerika SerikatPekerjaanAktrisPenulis laguProduserSutradaraPenulisWirausahaTahun aktif1990–sekarang (aktris)2002–sekarang (penyanyi)Suami/istriWill Smith (1997–sekarang)Situs webhttp://www.jadapinkettsmith.com Jada Koren Pinkett Smith (lahir 18 September 1971) merupakan seorang aktris dan penyanyi berkebangsaan Amerika Serikat. Dia menikah dengan aktor Will Smith. Dia dilahirkan di Baltimore,…

جسر الملك حسين الجسر من الجانب الأردني الاسم الرسمي جسر الملك حسين معبر الكرامة البلد الأردن دولة فلسطين  يقطع نهر الأردن  المكان الأردن، الأردن، دولة فلسطين بداية الإنشاءات 2008  الافتتاح 1994  إحداثيات 31°52′27″N 35°32′27″E / 31.874166666667°N 35.540833333333°E / 31.87416666666…

Seeschlacht bei Abukir Teil von: Ägyptische Expedition Napoléons Abukir, Gemälde von Thomas Luny Datum 1./2. August 1798 Ort Vor der Küste von Abukir, Ägypten Ausgang Britischer Sieg Konfliktparteien Frankreich 1804 Frankreich Großbritannien Konigreich Großbritannien Befehlshaber Frankreich François d’Aigalliers † Großbritannien Horatio Nelson Truppenstärke 13 Linienschiffe 4 Fregatten 14 Linienschiffe und eine Brigg Verluste über 5000 Tote 2 Linienschiffe und 2 Fregatte…

Award 1948 Nobel Prize in LiteratureThomas Stearns Eliotfor his outstanding, pioneer contribution to present-day poetry.Date 4 November 1948 (announcement) 10 December 1948 (ceremony) LocationStockholm, SwedenPresented bySwedish AcademyFirst awarded1901WebsiteOfficial website ← 1947 · Nobel Prize in Literature · 1949 → The 1948 Nobel Prize in Literature was awarded to British-American poet Thomas Stearns Eliot (pen name, T. S. Eliot) (1888–1965) for his outsta…

  Pimoa Pimoa altioculataTaxonomíaReino: AnimaliaFilo: ArthropodaClase: ArachnidaOrden: AraneaeFamilia: PimoidaeGénero: PimoaChamberlin & Ivie, 1943[editar datos en Wikidata] Pimoa es un género de arañas de la familia Pimoidae.[1]​ Su género hermano es Nanoa. Especies Pimoa altioculata (Keyserling, 1886) Pimoa anatolica Hormiga, 1994 Pimoa anning Zhang & Li, 2021 Pimoa binchuanensis Zhang & Li, 2019 Pimoa bomi Zhang & Li, 2021 Pimoa breuili (Fage, 1931) …

العلاقات السعودية الصومالية السعودية الصومال   السعودية   الصومال تعديل مصدري - تعديل   العلاقات السعودية الصومالية هي العلاقات الثنائية التي تجمع بين السعودية والصومال.[1][2][3][4][5] مقارنة بين البلدين هذه مقارنة عامة ومرجعية للدولتين: وجه الم…

Hotel at Walt Disney World Disney's Polynesian Village ResortThere are several longhouses, such as the Tahiti Longhouse viewed here from the Seven Seas Lagoon, which house all of the resort's rooms.LocationMagic Kingdom Resort AreaResort typeDeluxe resortOpenedOctober 1, 1971; 52 years ago (October 1, 1971)ThemePolynesiaAreasRarotonga, Niue, Samoa, Hawaii, Tuvalu, Fiji, Aotearoa, and TongaRooms492 roomsSuitesStandard Suite, Honeymoon Jr. Suite, Princess Suite, Ambassador Suite, King…

1993 British filmThe Young AmericansDirected byDanny CannonWritten byDanny CannonDavid HiltonProduced byAlison OwenPaul TrijbitsStarringSee belowCinematographyVernon LaytonEdited byAlex MackieMusic byDavid ArnoldProductioncompaniesPolyGram Filmed EntertainmentWorking Title FilmsDistributed byRank Film DistributorsRelease date 8 October 1993 (1993-10-08) (United Kingdom) Running time103 minutesCountryUnited KingdomLanguageEnglishBudget$3 million[1]Box office$3 million&#…

Lists of Marylebone Cricket Club players cover players for the Marylebone Cricket Club, founded in 1787 and based since 1814 at Lord's Cricket Ground. The lists are divided by period. Lists List of Marylebone Cricket Club players (1787–1826) List of Marylebone Cricket Club players (1827–1863) List of Marylebone Cricket Club players (1864–1894) List of Marylebone Cricket Club players (1895–1914) List of Marylebone Cricket Club players (1919–1939) List of Marylebone Cricket Club players …

Front Bersatu untuk Demokrasi Menentang KediktatoranBerkas:UDD Crest.pngTanggal pendirian2006 (sebagai Aliansi Demokratik Menentang Kediktatoran atau DAAD)TipeKelompok kepentingan Organisasi politikFokusPenghapusan pemerintahan aristokratWilayah layanan ThailandTokoh pentingJatuporn Prompan (Ketua) Veera Musikapong Nattawut Saikua (Juru Bicara/Sekretaris Jenderal) Dr. Weng Tojirakarn (Pemimpin Unit Perdamaian UDD) Kokaew Pikulthong Thida Thavornseth (mantan ketua)[1][2]Situs webh…

Pour les articles homonymes, voir Coty. René Coty René Coty en 1954. Fonctions Membre de droit du Conseil constitutionnel français[a] 5 mars 1959 – 22 novembre 1962(3 ans, 8 mois et 17 jours) Président Léon Noël Président de la République française 16 janvier 1954 – 8 janvier 1959(4 ans, 11 mois et 23 jours) Élection 23 décembre 1953 Président du Conseil Joseph LanielPierre Mendès FranceEdgar FaureGuy MolletMaurice Bourgès-MaunouryFélix GaillardPi…

Indian film editor (born 1968) Kasivishwanathan MuBorn (1968-01-28) 28 January 1968 (age 55)NationalityIndianOccupationFilm editor Kasivishwanathan (born 28 January 1968) is an Indian film editor, who has worked on Tamil, Kannada and Malayalam language films.[1] Career Kasivishwanathan entered the cinema industry as an assistant to Malayalam editor K. Narayanan. He later moved on to work as an associate editor in films like Thevar Magan (1992) and Kuruthipunal (1996) with N P. Satis…

Milanese noble family Not to be confused with Visconti of Pisa and Sardinia. This article needs additional citations for verification. Please help improve this article by adding citations to reliable sources. Unsourced material may be challenged and removed.Find sources: Visconti of Milan – news · newspapers · books · scholar · JSTOR (September 2010) (Learn how and when to remove this template message) ViscontiVicecomesCoat of arms of the Visconti of Mila…

American singer-songwriter (born 1984) This article is about the singer-songwriter. For the rugby league player, see Willie Mason. This biography of a living person needs additional citations for verification. Please help by adding reliable sources. Contentious material about living persons that is unsourced or poorly sourced must be removed immediately from the article and its talk page, especially if potentially libelous.Find sources: Willy Mason – news · newspapers …

Philippine television show iBilibTitle card since 2023GenreInformativeWritten by Ferdie Aguas Joseph Balboa Mike Rivera Directed byRico GutierrezPresented by Chris Tiu Moymoy Palaboy Country of originPhilippinesOriginal languageTagalogProductionExecutive producerAgnes T. SuriagaProduction locationsStudio 4, GMA Network Center, Quezon City, PhilippinesEditorDen ValenzuelaCamera setupMultiple-camera setupRunning time30 minutesProduction companyGMA Entertainment GroupOriginal releaseNetworkGMA Netw…

Конго красный Общие Хим. формула C32H22N6Na2O6S2 Физические свойства Молярная масса 696,665 г/моль Термические свойства Температура  • плавления >360 °C Классификация Рег. номер CAS 573-58-0 PubChem 11313 Рег. номер EINECS 209-358-4 SMILES   C1=CC=C2C(=C1)C(=CC(=C2N)N=NC3=CC=C(C=C3)C4=CC=C(C=C4)N=NC5=C(C6=CC=CC=C6C(=C5)S(=O)(=…

In this Burmese name, Thakin is an honorific, not a given name. ThakinSoeစိုးPersonal detailsBorn1906Moulmein, British BurmaDied6 May 1989(1989-05-06) (aged 82–83)NationalityBurmeseOccupationPolitician, soldierKnown forOne of the Founders of the Communist Party of Burma Thakin Soe (Burmese: သခင်စိုး, pronounced [θəkʰiɰ̃ só]; 1906 – 6 May 1989) was a founding member of the Communist Party of Burma, formed in 1939 and a leader of Anti-Fascist Organisa…

Australian clothing company Pacific Brands Underwear GroupTypeSubsidiaryIndustryClothingFoundedSydney (1915; 108 years ago (1915))FounderGeorge Alan BondHeadquarters115 Cotham Rd, Kew, Melbourne, AustraliaProductsUnderwear Sleepwear Light casual apparelParentHanesbrandsWebsitewww.bonds.com.au Pacific Brands Underwear Group, known under its core brand Bonds, was an Australian manufacturer and is now a subsidiary of Hanesbrands. It is an importer of men's, women's and children's …

This article relies largely or entirely on a single source. Relevant discussion may be found on the talk page. Please help improve this article by introducing citations to additional sources.Find sources: Hairspray 2002 album – news · newspapers · books · scholar · JSTOR (July 2017) 2002 cast recording by Cast of HairsprayHairspray: Original Broadway Cast RecordingCast recording by Cast of HairsprayReleasedAugust 13, 2002RecordedJune 29, 2002…

東京ディズニーランド トゥモローランド > モンスターズ・インク“ライド&ゴーシーク!” 東京ディズニーランドのアトラクション > モンスターズ・インク“ライド&ゴーシーク!” プロジェクト 東京ディズニーリゾート ポータル ディズニー モンスターズ・インク“ライド&ゴーシーク!” (Monsters, Inc. Ride & Go Seek!) は、東京ディズニーランドに…

Kembali kehalaman sebelumnya