Share to: share facebook share twitter share wa share telegram print page

Museum Aceh

Museum Aceh
Gedung Museum Aceh
Peta
Informasi umum
LokasiBanda Aceh, Indonesia
AlamatJl. Sultan Mahmudsyah No.10, Peuniti, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh.
Koordinat5°32′55″N 95°19′15″E / 5.548634944409422°N 95.3209661225625°E / 5.548634944409422; 95.3209661225625
Mulai dibangun31 Juli 1915
PemilikBank Indonesia

Museum Negeri Aceh (Aksara Jawoë : موسياوم نڬري اچيه) adalah sebuah museum etnografi dari suku bangsa asli yang mendiami Tanah Aceh.

Sejarah

Museum Aceh didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda.[1] Pemakaiannya diresmikanpada tanggal 31 Juli 1915 oleh Jenderal H.N.A. Swart selaku Gubernur Sipil dan Militer Belanda di Aceh.[2] Pada waktu itu bangunannya berupa sebuah bangunan Rumah Tradisional Aceh (Rumoh Aceh). Bangunan tersebut berasal dari Paviliun Aceh yang ditempatkan di arena Pameran Kolonial (De Koloniale Tentoonsteling) di Semarang pada tanggal 13 Agustus - 15 November 1914.

F.W. Stammeshaus (kanan), kurator pertama Museum Aceh dan kepala Museum Aceh 31 Juli 1915 s/d 1931. Foto bersama Panglima Polem.

Pada waktu penyelenggaraan pameran di Semarang, Paviliun Aceh memamerkan koleksi-koleksi yang sebagian besar adalah milik pribadi F.W. Stammeshaus, yang pada tahun 1915 menjadi Kurator Museum Aceh pertama. Selain koleksi milik Stammeshaus, juga dipamerkan koleksi-koleksi berupa benda-benda pusaka dari pembesar Aceh, sehingga dengan demikian Paviliun Aceh merupakan Paviliun yang paling lengkap koleksinya.

Pada pameran itu Paviliun Aceh berhasil memperoleh 4 medali emas, 11 perak, 3 perunggu, dan piagam penghargaan sebagai Paviliun terbaik. Keempat medali emas tersebut diberikan untuk: pertunjukan, boneka-boneka Aceh, etnografika, dan mata uang; perak untuk pertunjukan, foto, dan peralatan rumah tangga. Karena keberhasilan tersebut Stammeshaus mengusulkan kepada Gubernur Aceh agar Paviliun tersebut dibawa kembali ke Aceh dan dijadikan sebuah Museum. Ide ini diterima oleh Gubernur Aceh Swart. Atas prakarsa Stammeshaus, Paviliun Aceh itu dikembalikan ke Aceh, dan pada tanggal 31 Juli 1915 diresmikan sebagai Aceh Museum, yang berlokasi di sebelah Timur Blang Padang di Kutaraja (Banda Aceh sekarang). Museum ini berada di bawah tanggungjawab penguasa sipil dan militer Aceh F.W. Stammeshaus sebagai kurator pertama.

Setelah Indonesia Merdeka, Museum Aceh menjadi milik Pemerintah Daerah Aceh yang pengelolaannya diserahkan kepada Pemerintah Daerah Tk. II Banda Aceh. Pada tahun 1969 atas prakarsa T. Hamzah Bendahara, Museum Aceh dipindahkan dari tempatnya yang lama (Blang Padang) ke tempatnya yang sekarang ini, di Jalan Sultan Alaidin Mahmudsyah pada tanah seluas 10.800 m2. Setelah pemindahan ini pengelolaannya diserahkan kepada Badan Pembina Rumpun Iskandarmuda (BAPERIS) Pusat.

Bangunan awal Museum Aceh berbentuk rumoh Atjeh tempo dulu

Sejalan dengan program Pemerintah tentang pengembangan kebudayaan, khususnya pengembangan permuseuman, sejak tahun 1974 Museum Aceh telah mendapat biaya Pelita melalui Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Museum Daerah Istimewa Aceh. Melalui Proyek Pelita telah berhasil direhabilitasi bangunan lama dan sekaligus dengan pengadaan bangunan-bangunan baru. Bangunan baru yang telah didirikan itu gedung pameran tetap, gedung pertemuan, gedung pameran temporer dan perpustakaan, laboratorium dan rumah dinas.

Selain untuk pembangunan sarana/gedung Museum, dengan biaya Pelita telah pula diusahakan pengadaan koleksi, untuk menambah koleksi yang ada. Koleksi yang telah dapat dikumpulkan, secara berangsur-angsur diadakan penelitian dan hasilnya diterbitkan guna dipublikasikan secara luas.

Sejalan dengan program Pelita dimaksud, Gubernur Kepala Daerah Istimewa Aceh dan Badan Pembina Rumpun Iskandar Muda (BAPERIS) Pusat telah mengeluarkan Surat Keputusan bersama pada tanggal 2 september 1975 nomor 538/1976 dan SKEP/IX/1976 yang isinya tentang persetujuan penyerahan Museum kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayan untuk dijadikan sebagai Museum Negeri Provinsi, yang sekaligus berada di bawah tanggungjawab Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kehendak Pemerintah Daerah untuk menjadikan Museum Aceh sebagai Museum Negeri Provinsi baru dapat direalisir tiga tahun kemudian, yaitu dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, tanggal 28 Mei 1979, nomor 093/0/1979 terhitung mulai tanggal 28 Mei 1979 statusnya telah menjadi Museum Negeri Aceh. Peresmiannya baru dapat dilaksanakan setahun kemudian atau tepatnya pada tanggal 1 September 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Daoed Yoesoef.

Sesuai peraturan pemerintah nomor 25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan provinsi sebagai Daerah Otonomi pasal 3 ayat 5 butir 10 f, maka kewenangan penyelenggaraan Museum Negeri Propinsi Daerah Istimewa Aceh berada di bawah Pemerintah Daerah Tingkat I Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (sekarang Provinsi Aceh).

Pengembangan

Kuburan sultan Aceh dari keturunan Aceh - Bugis

Sejalan dengan program pemerintah tentang pengembangan kebudayaan, khususnya pengembangan permuseuman, sejak tahun 1974 Museum Aceh telah mendapat biaya Pelita melalui Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Museum Daerah Istimewa Aceh. Melalui Proyek Pelita telah berhasil direhabilitasi bangunan lama dan sekaligus dengan pengadaan bangunan-bangunan baru. Bangunan baru yang telah didirikan itu gedung pameran tetap, gedung pertemuan, gedung pameran temporer dan perpustakaan, laboratorium dan rumah dinas.

Selain untuk pembangunan sarana/gedung museum, dengan biaya Pelita telah pula diusahakan pengadaan koleksi, untuk menambah koleksi yang ada. Koleksi yang telah dapat dikumpulkan, secara berangsur-angsur diadakan penelitian dan hasilnya diterbitkan guna dipublikasikan secara luas.

Sejalan dengan program Pelita dimaksud, Gubernur Kepala Daerah Istimewa Aceh dan Badan Pembina Rumpun Iskandar Muda (BAPERIS) Pusat telah mengeluarkan Surat Keputusan bersama pada tanggal 2 september 1975 nomor 538/1976 dan SKEP/IX/1976 yang isinya tentang persetujuan penyerahan Museum kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayan untuk dijadikan sebagai Museum Negeri Provinsi, yang sekaligus berada di bawah tanggungjawab Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kehendak Pemerintah Daerah untuk menjadikan Museum Aceh sebagai Museum Negeri Provinsi baru dapat direalisir tiga tahun kemudian, yaitu dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, tanggal 28 Mei 1979, nomor 093/0/1979 terhitung mulai tanggal 28 Mei 1979 statusnya telah menjadi Museum Negeri Aceh. Peresmiannya baru dapat dilaksanakan setahun kemudian atau tepatnya pada tanggal 1 September 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Daoed Yoesoef.

Sesuai peraturan pemerintah nomor 25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan provinsi sebagai Daerah Otonomi pasal 3 ayat 5 butir 10 f, maka kewenangan penyelenggaraan Museum Negeri Provinsi Daerah Istimewa Aceh berada di bawah Pemerintah Daerah Tingkat I Provinsi Aceh (sekarang Provinsi Aceh).

Pameran

Pameran Sumatra

Islam Dalam Budaya Sumatra 2013 Museum Aceh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata 24 September - 7 Oktober 2013. Museum Aceh Jl. Sultan Alaiddin Mahmudsyah.

Gedung Pameran Tetap

Gedung Pameran Tetap, merupakan perpaduan antara arsitektur tradisional dengan arsitektur modern. Bentuk bangunan ini merupakan modifikasi dari bentuk rumah tradisional Aceh. Pada bagian depan bangunan Gedung Pameran Tetap terdapat taman dan beberapa buah meriam besi peninggalan Belanda, yang diperkirakan berasal dari abad ke-17.

Rumoh Atjeh

Rumah Aceh dibangun menyerupai rumah tempat tinggal tradisional masyarakat Aceh.[3] Bentuk bangunannya adalah rumah panggung. Lantai bangunan ini dirancang setinggi 9 kaki atau lebih dari permukaan tanah. Bersandar pada tiang-tiang penyangga dari kayu dengan ruang kolong di bawahnya.

Koleksi

Gambar

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Sudirman (2022). Umar, Mawardi, ed. "Atjeh Museum" (PDF). Seri Informasi Sejarah (86). Lembaran ertama. 
  2. ^ Wanti, Irini Dewi (2010). "Memaknai Tahun Kunjungan Museum 2010 (Suatu Kajian Terhadap Museum-Museum di Aceh)" (PDF). Buletin Haba (54): 5. 
  3. ^ Hasbullah (2011). "Melirik Peunulang Indatu untuk Kesejahteraan Anak Cucu: Beberapa Potensi Wisata Sejarah di Banda Aceh" (PDF). Buletin Haba (58): 12. ISSN 1410-3877. 

Pranala luar

Baca informasi lainnya yang berhubungan dengan : Museum Aceh

Museum Museum Nasional Indonesia Museum Mesir Museum Jerman British Museum Museum Västerbottens Museum Vatikan Museum Pergamon Museum Serawak Museum Altes Museum Bali Museum Yugoslavia Museum Keraton Yogyakarta Museum Pleret Museum Brunei Museum Sumatera Utara Museum Neues Museum Nasional Ketransmigrasian Museum Manusia Purba Sangiran Museum Olahraga Museum Australia Museum Lampung Museum Guggenheim Museum Manchester Museum Maluku Museum Nasional Singapura Museum Norton Simon Museum Trowulan Museum Indonesia Museum Sandi Museum Melbourne Museum Waja Sampai Kaputing Museum Aceh Museum Kimchi M…

useum Karmawibhangga Daftar museum di Provinsi DKI Jakarta Museum Ukir Nusantara Museum Ashmolean Museum Kailasa Museum Tembi Museum Seni Kontemporer Museum Persenjataan Istana Museum Mandiri Museum Arkeologi Istanbul Museum Lambung Mangkurat Museum Victoria dan Albert Museum Etnografi, Beograd Daftar museum di Jawa Tengah Museum Liangzhu Museum Fatahillah Museum Mathura Museum Van Gogh Museum Kepolisian Negara Republik Indonesia Museum Batak, Balige Museum Balanga Museum Wayang Museum Purbakala Muara Kaman Museum Kucing Moskow Museum Getty Museum Sejarah Alam, London Museum Biologi Universitas Gadjah Mada Monmouth Museum Museum Rekor Indonesia Museum Vasa Museum Pusaka Nias Museum Ranggawarsita Museum CIA Museum der Brotkultur Museum 4 Juni Museum Frida Kahlo Museum Brooklyn Museum Tsunami Aceh Museum Negeri Mpu Tantular Museum Adityawarman Museum Östasiatiska Museum Deli Serdang Museum Seni Rupa, Boston Museum Israel Museum Sakip Sabanci Museum Negeri Gayo Museum Amuse Museum Mulawarman Hecht Museum Museum Brawijaya Museum Nasional Eritrea Museum Koptik Museum Kartini Museum Ermitáž Museum Koleksi dan Galeri Raz Museum Affandi Museum Žmuidzinavičius Museum Semarajaya Museum

Baca artikel lainnya :

Love ClinicPoster teatrikalSutradara Aaron Kim Produser Kim Dong-gyun Lee Sang-jin Ditulis oleh Lee Sang-eon Moon Jeong-won Yoon Pil-joon PemeranOh Ji-ho Kang Ye-wonPenata musikLee Jong-sooSinematograferLee Hee-seobPenyuntingMoon In-daePerusahaanproduksiChung Woo FilmWAW PicturesDistributorShowbox/MediaplexTanggal rilis 7 Mei 2015 (2015-05-07) Durasi101 menitNegara Korea Selatan Bahasa Korea PendapatankotorUS$1,5 juta[1] Love Clinic (Hangul: 연애의 맛; RR:…

Home and Away is an Australian television soap opera. It was first broadcast on the Seven Network on 17 January 1988. The following is a list of characters that first appeared during 2008, by order of first appearance. They were all introduced by series producer Cameron Welsh. The 21st season of Home and Away began airing from 28 January 2008. Principal Martin Bartlett, played by Bob Baines was the first introduction of the year in February. Trent Dalzell as Axel Hay, David Downer as Ross Buckto…

Evacuation of Allied forces in early 1940 Operation DynamoPart of the Battle of France in the Second World WarBritish troops lined up on the beach awaiting evacuationDate26 May to 4 June 1940LocationFrance, Dunkirk, and the English Channel51°02′N 2°22′E / 51.033°N 2.367°E / 51.033; 2.367Result Allied retreatEvacuation of 338,226 soldiersBelligerents United Kingdom India[1] Belgium[2] Canada[3] France French West Africa[4] Netherland…

Este artículo o sección necesita referencias que aparezcan en una publicación acreditada.Este aviso fue puesto el 30 de marzo de 2010. Puente de San Antón Tipo puenteLocalización Cuenca (España)Coordenadas 40°04′42″N 2°08′14″O / 40.0782, -2.1372805555556Cruza JúcarMaterial piedra[editar datos en Wikidata] El puente de San Antón, o de San Antonio, es un puente de piedra que atraviesa el río Jucar, en la ciudad española de Cuenca. Descripción El puent…

Color-coded map of continents:           Amerika         Amerika Utara         Amerika Selatan                Afro-Eurasia         Afrika              Eurasia      &…

Riley Moss Datos personalesNacimiento Ankeny, Iowa, Estados Unidos3 de marzo de 2000 (23 años)Nacionalidad(es) EstadounidenseAltura 1,83 m (6′ 0″)Peso 87 kg (191 lb)Carrera deportivaDeporte Fútbol americanoClub profesionalClub Denver BroncosLiga NFLPosición CornerbackDorsal(es) 37[editar datos en Wikidata] Riley Moss (Ankeny, Iowa; 3 de marzo de 2000) es un jugador profesional estadounidense de fútbol americano, se desempeña en la posición de cornerback en Denv…

Ця стаття містить перелік посилань, але походження тверджень у ній залишається незрозумілим через практично повну відсутність внутрішньотекстових джерел-виносок. Будь ласка, допоможіть поліпшити цю статтю, перетворивши джерела з переліку посилань на джерела-виноски у с…

1ZZ-FE engine with VVT-i Mesin berteknologi VVT-i (Variable Valve Timing with intelligence) adalah mesin berteknologi variable valve timing yang dikembangkan oleh Toyota. VVT-i menggantikan teknologi VVT Toyota yang sudah mulai diterapkan tahun 1991 di mesin Toyota 4A-GE 5 silinder. Mesin yang sudah dipakai di sebagian besar mobil Toyota ini diklaim membuat mesin semakin efisien dan bertenaga, ramah lingkungan serta hemat bahan bakar. VVT-i (sering disalahartikan dengan injeksi) bisa diterjemahk…

各年份中华人民共和国机场运营统计列表 2016年-2017年-2018年-2019年-2020年-2021年-2022年-2023年-2024年-2025年-2026年 概述 成都天府国际机场于2021年启用,使成都继上海、北京之后,成为中国第三座拥有双国际机场的城市 2021年中国机场运营情况如下[1]: 一、通航城市和机场 2021年,中国境内运输机场(不含香港、澳门和台湾地区,下同)共有248个,其中定期航班

Dans les mathématiques dans l'Égypte antique, les problèmes de géométrie, présents notamment dans le Papyrus Rhind, concernent l'évaluation de quantités numériques, en particulier le calcul de longueurs, d'aires et de volumes. Mais, au regard des prouesses techniques et architecturales réalisées très tôt dans leur histoire, il apparait que la géométrie fut sans doute leur domaine de prédilection et cette science associée à l'architecture, fit la grande réputation des Égyptien…

喪屍樂園:連環屍殺Zombieland: Double Tap電影海報基本资料导演魯賓·弗來舍监制加文·波隆(英语:Gavin Polone)编剧雷特·瑞斯保羅·韋尼克大衛·卡拉漢剧本 雷特·瑞斯 保羅·韋尼克 大衛·卡拉漢 主演 伍迪·哈里遜 傑西·艾森柏格 艾碧·貝絲琳 艾瑪·史東 蘿莎瑞·道森 柔伊·德區 盧克·威爾遜 配乐大衛·沙帝(英语:Dave Sardy)摄影丁正勳(英语:Chung Chung-hoon)剪辑德克·韋斯特…

Somalia telephone calling codes This article needs additional citations for verification. Please help improve this article by adding citations to reliable sources. Unsourced material may be challenged and removed.Find sources: Telephone numbers in Somalia – news · newspapers · books · scholar · JSTOR (October 2021) (Learn how and when to remove this template message) Telephone numbers in SomaliaSomaliaLocationCountrySomaliaContinentAfricaRegulatorNational…

Ecological corridor in Brazil Central Atlantic Forest Ecological CorridorCorredor Central da Mata AtlânticaRio Preto National ForestCoordinates16°46′08″S 39°12′20″W / 16.768764°S 39.205427°W / -16.768764; -39.205427DesignationEcological corridorCreatedMarch 2002AdministratorFederal Ministry of the Environment The Central Atlantic Forest Ecological Corridor (Portuguese: Corredor Central da Mata Atlântica is an ecological corridor in the states of Espírito Sa…

Loss of electric power to an area This article is about accidental power failures. For intentionally engineered ones, see rolling blackout. For other uses, see Power Outage (disambiguation). Vehicle lights provided the only illumination during the 2009 Ecuador electricity crisis. A power outage (also called a powercut, a power out, a power failure, a power blackout, a power loss, or a blackout) is the loss of the electrical power network supply to an end user. There are many causes of power fail…

Ethnic group in Madagascar SakalavaSakalava people near MorondavaTotal population2,079,000[1]Regions with significant populationsMadagascarLanguagesSakalava MalagasyReligionChristianity (Catholicism, commoners), Fomba Gasy (traditional religion), Islam (royalty)[2]Related ethnic groupsOther Malagasy groups, Bantu peoples, Austronesian peoples The Sakalava are an ethnic group of Madagascar.[3] They are found on the western and northwest region of the island, in a band alon…

Escalaplano ScaleprànuKomuneComune di EscalaplanoLokasi Escalaplano di Provinsi Sardinia SelatanNegara ItaliaWilayah SardiniaProvinsiSardinia Selatan (SU)Pemerintahan • Wali kotaMarco LampisLuas • Total94,04 km2 (36,31 sq mi)Ketinggian338 m (1,109 ft)Populasi (2016) • Total2,196[1]Zona waktuUTC+1 (CET) • Musim panas (DST)UTC+2 (CEST)Kode pos08043Kode area telepon070Situs webhttp://www.comune.escalaplano.c…

هذه المقالة يتيمة إذ تصل إليها مقالات أخرى قليلة جدًا. فضلًا، ساعد بإضافة وصلة إليها في مقالات متعلقة بها. (يناير 2022)   لمعانٍ أخرى، طالع ستانلي مورغان (توضيح). ستانلي مورغان معلومات شخصية الميلاد 17 فبراير 1955 (68 سنة)  إيسلي  مواطنة الولايات المتحدة  الطول 71 بوصة  …

Das römische Britannien im 3. Jahrhundert Britannia Superior war eine römische Provinz auf dem Gebiet des heutigen Großbritannien und umfasste den südlichen Teil der Insel. Die römische Provinz Britannia Superior entstand im späten 2. oder frühen 3. Jahrhundert durch die Teilung der Provinz Britannia in Britannia Superior und Britannia Inferior. Inhaltsverzeichnis 1 Historischer Hintergrund 2 Umfang, Entstehung und weitere Entwicklung 3 Siehe auch 4 Literatur 5 Einzelnachweise Historische…

У Вікіпедії є статті про інші значення цього терміна: Ісус_Христос_(значення). Ісус Христос Погляди стосовно ІсусаВ Біблії • В християнстві • В Талмуді[en] • В іудаїзмі[en] • В ісламі • В ахмадії[en] • В новітніх релігійних рухах ̶…

Puffy AmiYumi discographyPuffy AmiYumi live at Japan Expo 2009 (Paris, France)Studio albums14Compilation albums8Singles41DVDs12 The discography for Japanese pop/rock duo Puffy AmiYumi consists of 14 studio albums, 8 compilation albums, 2 remix albums, 12 video albums and 41 singles. Their first single Asia no Junshin became an instant hit in Japan where it sold more than a million records and help to catapult the group.[1] Jet-CD is their most successful album (having sold more than a mi…

Kembali kehalaman sebelumnya