
Hammad bin Zaid (Arabic : حماد بن زيد) merupakan seorang Tabi'in. Ulama yang hidup setelah masa wafatnya Nabi Islam Muhammad. Ia seorang ulama yang hidup sezaman dengan Malik, Sufyan, Al-Laits dan Al-Auza'i. Ulama ini adalah imam bagi penduduk Bashrah, dan dia merupakan perawi dari Ayyub As-Sakhtiyani. Dia adalah guru dari Ibnu Al-Mubarak, Ibnu Mahdi dan Al-Qaththan.[1][2]
Nama lengkapnya Hammad bin Zaid bin Darhm Al-Azdi Al-Jahdhami, Abu Ismail Al-Bashri Al-Azraqi, budak dari keluarga Jarir bin Hazm. Kakek Hammad, Darhm adalah salah seorang sandera orang-orang Sajastani (Persia). Ia lahir pada tahun 98 H pada akhir Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik dari Umayyah.[1]
Abu Usamah berkata, "Jika aku melihat Hammad maka aku akan berkata,"Sopan santunnya seperti Kisra dan fikihnya menganut fikih Umar."[1]
Muhammad bin Sa'ad berkata, "Hammad bin Zaid mempunyai nama panggilan Abu Ismail, dan dia berasal dari bani Utsmani. Ibnu Zaid seorang yang bisa dipercaya, sebagai hujjah dan banyak mempunyai haditst."
Abdurrhaman bin Mahdi berkata, "Di Bashrah aku tidak melihat ada orang yang lebih mengetahui tentang fikih dari Hammad bin Zaid."
Adz-Dzahabi berkata "Di antara keistimewaan Hammad bin Zaid adalah dia tidak pemah berbohong."
Ahmad bin Abdillah Al-'Aili berkata, "Hammad bnzaid adalah seorang tsiqah, haditsnya mencapai 4000 hadits, dan dia telah menghafalnya dan tidak menulisnya."
Fathr bin Hammad bin Waqid berkata, "Aku pemah bertanya kepada Hammad btn Zaid, "Wahai Abu Ismail, imam kami telah berkata, " Al-Qur'an adalah makhluk, apakah aku boleh shalat di belakangnya (menjadi makmurn)?" dia menjawab, "Jangan dan tiada kemuliaan baginya."
Khalid bin Khaddasy, dia berkata, "Aku mendengar Hammad bin Zaid berkata, "lika aku mengatakan bahwa Ali lebih mulia dari Utsman, maka aku telah mengatakan bahwa sahabat-sahabat Muhammad telah berkhianat."
Orang-orang yang meriwayatkan dari Hammad bin Zaid adalah Ibnu Al-Mubarak,Ibnu Mahdi, Ibnu Wahab, Al-Qaththan, Ibnu'Uyainah dan dia hidup sezaman dengannya. Juga, Ats-Tsauri dan dia lebih tua dari Hammad bin Zaid,Ibrahim bin Abi Ablah dan dia adalah guru Hammad bin Zaid, Muslim bin lbrahim, Arim, Musaddad, Mu'mal bin Ismail, Abu Usamah, Sulaiman bin Harb, Affan, Amr bin Auf, Ali bin Al-Madini, Qutaibah, Muhammad bin Zanbur Al-Makki, Abu Al-Asy'ab Ahmad bin Al-Miqdam Al-'Ajli dan masih banyak yang lain.[1]
'Ashim berkata, "Ketika Hammad bin Zaid telah meninggal, aku tidak mengetahui dari umat Islam ada orang yang bisa menyamai kemuliaan dan kebaikannya."[1] Hammad wafat pada bulan Ramadhan tahun 179 H.
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.