Halua

Halua adalah kudapan khas Melayu Langkat, Sumatra Utara berupa manisan yang dibuat dari berbagai macam buah dan sayur. Rasa asam halua jika dikonsumsi memberika…

Halua
Manisan Halua Basah

Halua adalah kudapan khas Melayu Langkat, Sumatra Utara berupa manisan yang dibuat dari berbagai macam buah dan sayur. Rasa asam halua jika dikonsumsi memberikan kesegaran yang terdiri dari berbagai macam buah dan sayur. Makanan ini memiliki rasa yang manis tetapi tidak menghilangkan rasa asli dari sayur dan buah tersebut. Adapun jenis sayur dan buah sebagai bahan untuk membuat halua seperti pepaya, renda, gelugur, kolang-kaling, cabai, wortel,mangga, daun pepaya, terong,salak dan labu. Ada 2 jenis halua yakni halua basah dan kering. Makanan ini bahkan bisa sampai bertahun tahun lamanya,untuk halua basah bisa mencapai 1 tahun lamanya dan untuk halua kering bisa tahan sampai 2 tahun bahkan lebih.[1] Halua ini merupakan makanan yang kerap hadir menjadi hidangan wajib di hari besar, seperti hari raya Idul Fitri, Idul Adha, bahkan acara Isra Mikraj juga Maulid Nabi.[2] Nama Halua berasal dari Bahasa Arab, yakni Halua yang artinya manis. Nama ini kemudian dikaitkan pada makanan yang rasanya manis. Di jazirah Arab, Halua lebih mirip kue dengan tekstur yang lembut dan kering beserta kacang-kacangan sebagai pelengkap. Makanan ini kemudian mengalami persebaran hingga ke berbagai penjuru dunia, termasuk ke nusantara.Tidak hanya itu, Halua di Sumatra Utara juga dikenal sebagai salah satu makanan khas yang kerap dijadikan cenderamata atau oleh-oleh. Di sepanjang jalan lintas dari Aceh, khususnya di daerah Tanjung Pura hingga ke Stabat, banyak sekali ditemui kios penjual makanan khas Langkat, termasuk Halua.[3]

Menurutnya, makanan khas Kabupaten Langkat itu biasanya banyak disajikan sebagai camilan ketika memperingati hari-hari besar keagamaan. Membuat Halua tidak terlalu rumit, tetapi memang diperlukan kesabaran.[4]

Referensi

  1. ^ Febryanto, Sendi. "Manis Asam Halua, Manisan Khas Melayu Langkat yang Bikin Segar". detiksumut. Diakses tanggal 2023-10-02.
  2. ^ Febryanto, Sendi. "Manis Asam Halua, Manisan Khas Melayu Langkat yang Bikin Segar". detiksumut. Diakses tanggal 2023-11-11.
  3. ^ "Manisnya Halua Langkat, Warisan Budaya Tak benda asal Sumatra Utara". Etnis - Warta Identitas Bangsa (dalam bahasa Inggris). 2023-06-08. Diakses tanggal 2023-10-02.
  4. ^ hariansib.com (2023-01-21). "Nikmatnya Rasa Asam dan Manis Halua, Olahan Sayur dan Buah Khas Langkat". Sinar Indonesia Baru - HarianSIB.com. Diakses tanggal 2023-10-02.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.