Share to: share facebook share twitter share wa share telegram print page

Daftar kabupaten dan kota di Jawa Barat menurut IPM tahun 2013

Sebuah perhitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menggunakan metode baru dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2010 hingga sekarang. Berikut ini akan disajikan penjelasan, dimensi dasar, manfaat, dan metodologi perhitungan IPM, serta daftar kabupaten dan kota Jawa Barat menurut IPM tahun 2013.

Penjelasan

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)/Human Development Index (HDI) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup.[1]

Dimensi dasar IPM[2]

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memiliki tiga dimensi yang digunakan sebagai dasar perhitungannya:

  1. Umur panjang dan hidup sehat yang diukur dengan angka harapan hidup saat kelahiran
  2. Pengetahuan yang dihitung dari angka harapan sekolah dan angka rata-rata lama sekolah
  3. Standar hidup layak yang dihitung dari Produk Domestik Bruto/PDB (keseimbangan kemampuan berbelanja) per kapita

Manfaat IPM[2]

Menurut Badan Pusat Statisitik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memiliki beberapa manfaat:

  • IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk)
  • IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara
  • Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja Pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU)

Cara Menghitung Indeks Komponen[3]

Setiap komponen IPM distandardisasi dengan nilai minimum dan maksimum sebelum digunakan untuk menghitung IPM. Rumus yang digunakan sebagai berikut.

Dimensi Kesehatan

Keterangan:

I: indeks komponen

AHH: angka harapan hidup

AHHmin: angka harapan hidup terendah

AHHmaks: angka harapan hidup tertinggi

Dimensi Pendidikan

Keterangan:

I: indeks komponen

HLS: harapan lama sekolah

HLSmin: harapan lama sekolah terendah

HLSmaks: harapan lama sekolah tertinggi

Keterangan:

I: indeks komponen

RLS: rata-rata lama sekolah

RLSmin: rata-rata lama sekolah terendah

RLSmaks: rata-rata lama sekolah tertinggi

I: indeks komponen

HLS: harapan lama sekolah

RLS: rata-rata lama sekolah

Dimensi Pengeluaran

Keterangan:

I: indeks komponen

In: indeks komponen

pengeluaranmin: pengeluaran terendah

pengeluaranmaks: pengeluaran tertinggi

Cara Menghitung Indeks Pembangunan Manusia

Keterangan:

IPM: indeks pembangunan manusia

I: indeks komponen

Data[4]

Data di bawah ini merupakan data perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS).

Peringkat Lambang Kabupaten dan Kota IPM Perubahan Perbandingan dengan IPM Laporan UNDP

Tahun 2014 untuk Perkiraan IPM Tahun 2013[5]

Pembangunan manusia tinggi
1 Kenaikan (1) Kota Bekasi 78,63 (0,786) Kenaikan 0,92 (0,009)  Belarus (53)
2 Penurunan (1) Kota Bandung 78,55 (0,785) Kenaikan 0,25 (0,002)  Romania (54)
3 Steady Kota Depok 78,27 (0,782) Kenaikan 0,99 (0,009)  Oman (56)
4 Steady Kota Cimahi 75,85 (0,758) Kenaikan 0,86 (0,008)  Turki (69)
5 Steady Kota Bogor 72,86 (0,728) Kenaikan 0,61 (0,006)  Armenia (87)
6 Steady Kota Cirebon 72,27 (0,722) Kenaikan 0,30 (0,003)  Thailand (89)
7 Steady Kota Sukabumi 70,81 (0,708) Kenaikan 1,07 (0,010)  Kolombia dan  Ekuador (98)
8 Steady Kabupaten Bekasi 70,09 (0,700) Kenaikan 0,71 (0,007)  Republik Dominika (102)
Pembangunan manusia sedang
9 Kenaikan (1) Kota Tasikmalaya 68,63 (0,686) Kenaikan 0,79 (0,007)  Palestina (107)
10 Penurunan (1) Kabupaten Bandung 68,58 (0,685) Kenaikan 0,45 (0,004)  Palestina (107)
11 Penurunan (1) Kabupaten Sumedang 68,47 (0,684) Kenaikan 1,11 (0,011)  Indonesia (108)
-  Indonesia 68,31 (0,683)[6] Kenaikan 0,61 (0,006)  Botswana (109)
-  Jawa Barat 68,25 (0,682) Kenaikan 0,93 (0,009)  Mesir (110)
12 Penurunan (1) Kota Banjar 68,01 (0,680) Kenaikan 0,48 (0,004)  Mesir (110)
13 Kenaikan (1) Kabupaten Ciamis 67,20 (0,672) Kenaikan 0,91 (0,009)  Gabon (112)
14 Penurunan (1) Kabupaten Purwakarta 67,09 (0,670) Kenaikan 0,79 (0,007)  Bolivia (113)
15 Kenaikan (1) Kabupaten Bogor 66,74 (0,667) Kenaikan 1,08 (0,010)  Bolivia (113)
16 Penurunan (1) Kabupaten Karawang 66,61 (0,666) Kenaikan 0,64 (0,006)  Bolivia (113)
17 Steady Kabupaten Kuningan 66,16 (0,661) Kenaikan 0,56 (0,005)  Uzbekistan (116)
18 Steady Kabupaten Subang 65,48 (0,654) Kenaikan 0,62 (0,006)  Afrika Selatan dan  Suriah (118)
19 Steady Kabupaten Cirebon 65,06 (0,650) Kenaikan 0,58 (0,005)  Afrika Selatan dan  Suriah (118)
20 Steady Kabupaten Pangandaran 64,73 (0,647) Pemekaran baru  Irak (120)
21 Penurunan (1) Kabupaten Bandung Barat 63,93 (0,639) Kenaikan 0,76 (0,007)  Guyana dan  Vietnam (121)
22 Penurunan (1) Kabupaten Majalengka 63,71 (0,637) Kenaikan 0,58 (0,005)  Guyana dan  Vietnam (121)
23 Penurunan (1) Kabupaten Sukabumi 63,63 (0,636) Kenaikan 1,36 (0,013)  Tanjung Verde (123)
24 Penurunan (1) Kabupaten Indramayu 62,98 (0,629) Kenaikan 0,89 (0,008)  Mikronesia (124)
25 Penurunan (1) Kabupaten Tasikmalaya 62,40 (0,624) Kenaikan 0,71 (0,007)  Namibia (127)
26 Steady Kabupaten Cianjur 61,68 (0,616) Kenaikan 1,40 (0,014)  Vanuatu (131)
27 Penurunan (2) Kabupaten Garut 61,67 (0,616) Kenaikan 0,63 (0,006)  Vanuatu (131)

Catatan:

Banyaknya penurunan peringkat setelah peringkat ke-20 disebabkan oleh pembentukan Kabupaten Pangandaran, hasil pemekaran Kabupaten Ciamis setahun sebelumnya.[7]

Kesimpulan

  1. Kabupaten atau kota dengan IPM tertinggi adalah Kota Bekasi dengan IPM sebesar 78,63.
  2. Kabupaten atau kota IPM terendah adalah Kabupaten Garut dengan IPM sebesar 61,67.
  3. Ketimpangan antara Kabupaten atau kota dengan IPM tertinggi dan provinsi dengan IPM terendah adalah 16,96.
  4. Performa terbaik diraih oleh Kabupaten Cianjur dengan peningkatan IPM sebesar 1,40.
  5. Performa terburuk diraih oleh Kota Bandung dengan peningkatan IPM sebesar 0,25.
  6. Menurut BPS, IPM Jawa Barat adalah 68,25 (0,682) dan masih menempati status sedang.

Referensi

  1. ^ "Davies, A. and G. Quinlivan (2006), A Panel Data Analysis of the Impact of Trade on Human Development, Journal of Socioeconomics" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2008-04-13. Diakses tanggal 2017-08-31. 
  2. ^ a b https://www.bps.go.id/Subjek/view/id/26 Indeks Pembangunan Manusia
  3. ^ "Badan Pusat Statistik". www.bps.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-04-24. 
  4. ^ "Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat". jabar.bps.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-08-30. 
  5. ^ http://hdr.undp.org/sites/default/files/hdr14-report-en-1.pdf Human Development Report 2014
  6. ^ https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1211
  7. ^ http://kpu.go.id/dmdocuments/UU%2021Th%202012%20Pemb%20Kab%20Pangandaran.pdf[pranala nonaktif permanen] UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN PANGANDARAN DI PROVINSI JAWA BARAT
Baca informasi lainnya:
Kembali kehalaman sebelumnya